Selasa, Desember 15

Market Brief: Global Bervariasi, IHSG Mixed Berpeluang Rebound

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (15/12) dibuka bervariasi setelah tekanan harga minyak mereda sehingga mendorong kenaikan indeks saham di bursa Wall Street.

Membuka perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia masuk ke zona hijau, naik 0,39% (19,20 poin) ke level 4.947,80 pada pukul 08.10 WIB, berusaha mengakhiri tren penurunan selama lima hari berturut-turut.

Kenaikan indeks, terutama didorong oleh kenaikan harga saham emiten perbankan dan energi. Pasar menunggu proyeksi ekonomi dan fiskal dari Reserve Bank of Australia yang akan diumumkan hari ini.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang masih melemah 0,56% (-105,81 poin) di posisi 18.777,61. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten otomotif, dan elektronika, serta saham-saham perminyakan. Indeks Kospi, Korea Selatan, naik 0,14% ke level 1.930,48.

Pasar menunggu sinyal pertemuan Federal Reserve AS, Selasa-Rabu waktu setempat, dan rilis data investasi asing langsung (FDI) China untuk periode November, hari ini, yang diharapkan mampu mendorong kenaikan harga saham-saham Asia.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, diharapkan mampu keluar dari kubang zona merah, mengikuti tren positif yang berhembus di sebagian bursa saham global.

Analis memperkirakan, indeks akan menguat, melakukan technical rebound, setelah mengalami koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham global dan percobaan pembalikan arah IHSG kemarin, di tengah pelemahan pada nilai tukar rupiah dan derasnya arus keluar dana asing berpotensi menggerakkan indeks secara bervariasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.340 dan resistance 4.400. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INTP [INTP 20,225 300 (+1,5%)] (BoW), ICBP [ICBP 12,500 -175 (-1,4%)] (Spec Buy), BBRI [BBRI 11,300 25 (+0,2%)] (SoS), dan BMRI [BMRI 8,750 -50 (-0,6%)] (SoS)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona hijau, ditopang oleh penguatan harga minyak Amerika Serikat untuk pertama kali selama lebih dari sepekan.

Harga saham-saham emiten energi bergerak naik menyambut kenaikan harga minyak mentah AS yang mendekati 2 persen. Investor juga menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diputuskan dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka (FOMC), Rabu pekan ini. Kenaikan indek terutama didorong oleh kenaikan harga saham energi, telekomunikasi dan teknologi informasi.

Dow Jones Industrial Average naik 0,60% (103,29 poin) menjadi 17.368,50.
S&P 500 menguat o,48% (9,57 poin) ke posisi 2.021,94.
Nasdaq Composite bergeser 0,38% (18,76 poin) ke level 4.952,23.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik melesat 1,19% menjadi US$19,54.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berguguran, tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan anjloknya harga minyak mentah dunia.

Harga saham-saham unggulan di semua sektor berguguran, terpengaruh oleh penurunan harga minyak yang semakin menjauhi batas US$40 per barel. Kenaikan harga saham-saham emiten penghasil energi terbarukan tak mampu mengangkat nilai indeks.

Meskipun pasar sudah memperhitungkan sepenuhnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS sebesar 0,25%, namun kejatuhan harga minyak memicu kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi dunia pasca kenaikan The Fed rate.

FTSE 100 London, melorot 1,32% (-78,72 poin) menjadi 5,874,06.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,94% (-200,72 poin) ke level 10.139,34.
CAC 40 Paris, merosot 1,68% (-76 ,49 poin) ke posisi 4.473,07

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat didorong optimisme investor terhadap pertemuan Federal Reserve pekan ini.

Investor memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter, Selasa dan Rabu waktu setempat, dan menunggu akan seberapa cepat The Fed meningkatkan suku bunganya dalam beberapa periode ke depan.

Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,10 persen menjadi 97,663.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot



mb15

Komoditas

Harga minyak mentah Westt Texass Intermediate (WTI) di bursa New York pagi tadi sedikit terkoreksi didorong keyakinan pasar bahwa aksi jual pasar sudah terlalu berlebihan, setelah harga turun mendekati level terendah selama tujuh tahun.

Namun di bursa London, harga minyak mentah Brent North Sea masih tertekan oleh kekhawatiran akan berlimpahnya pasokan minyak global dan dampak kenaikan suku bunga The Fed.

Sejumlah analis meyakini, tekanan harga minyak masih akan terus berlanjut pasca kenaikan suku bunga The Fed.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari naik 69 sen, menjadi US$36,31 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari turun 1 sen menjadi US$37,92.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi melemah karena investor menantikan keputusan The Fed yang diperkirakan menaikkan suku bunga pekan ini.

Sejumlah analis meyakini pasar sekarang telah sepenuhnya memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember. Investor telah mengurangi posisi kepemilikan emasnya, dan mengejar aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Harga emas untuk pengiriman Februari melorot US$12,3 (-1,14%) menjadi US$1.063,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$1.060,03 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Bervariasi__IHSG_Mixed_Berpeluang_Rebound&level2=newsandopinion&id=4016938&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-g-antara.jpg#.Vm9_X0_cp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar