Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan
kemarin
dengan ditutup menguat, Dow Jones menguat 104 poin (+0,60%) pada level 17.369,
S&P naik 10 poin (+0,48%) pada level 2.022 dan Nasdaq ditutup menguat 19
poin (+0,38%) pada level 4.952. Saham-saham Wall
Street mengawali perdagangan dengan melemah cukup signifikan. Namun,
perlahan-lahan bursa saham mulai berbalik arah dan mampu mengakhiri perdagangan
dengan ditutup menguat. Penguatan tersebut didukung oleh penguatan pada harga
minyak dunia yang mengalami kenaikan untuk pertama kalinya setelah melemah
dalam beberapa hari terakhir. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri
perdagangan kemarin dengan ditutup melemah signifikan, DAX melemah 201 poin (-1,94%) pada level
10.139, sementara FTSE melemah 79 poin (-1,32%) pada level 5.874. Bursa saham eropa kembali ditutup melemah
signifikan melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari sebelumnya. Pelemahan
yang terjadi pada saham-saham sektor energy kembali menjadi penekan utama
indeks bursa saham eropa.
Seiring
bervariasinya pergerakan pada bursa saham global dan percobaan pembalikan arah
pada IHSG kemarin, ditengah pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap USD dan
kembali derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak
bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang
support 4.340 dan resistance 4.400. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap
menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing
mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati
antara lain: INTP(BoW), ICBP(Spec Buy), BBRI(SoS), dan BMRI(SoS).
News Highlights
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) (BBRI) berencana mengambil alih 55% saham Bank of Tokyo-Mitsubishi
UFJ Ltd di PT BTMU-BRI Finance guna memperkuat integrasi layanan jasa keuangan
di 2016. Tahun ini BBRI memutuskan mengambil perusahaan asuransi (PT Asuransi
Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera), dan pada tahun depan kami akan fokus ke
perusahaan pembiayaan. saat ini komposisi kepemilikan saham Bank of
Tokyo-Mitsubishi di BTMU-BRI Finance sebesar 55 persen, sedangkan sisanya
dipegang oleh Bank BRI. BTMU-BRI Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang
fokus pada alat-alat berat.
PT Bank Central Asia Tbk
(BBCA) membidik pertumbuhan kredit di kisaran 10% – 11% di 2016, atau
cukup konservatif. Hal itu dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi
perekonomian Indonesia di tahun depan. Meski
lebih rendah dibandingkan target di 2015, namun Direktur Utama BCA Jahja
Setiaatmadja menilai, bisa saja realisasi pertumbuhan kredit BCA lebih tinggi
dibandingkan target yang sudah ditentukan. Akan tetapi, untuk sekarang ini
kredit yang dipatok 10%-11% itu akan dimasukkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB)
2016.
PT Erajaya Swasembada Tbk
(ERAA) optimistis penjualan mencapai Rp 15,5T pada akhir tahun 2015. Alhasil,
laba bersih perseroan pada tahun ini akan sebesar Rp 225M. Optimistis
perusahaan dalam mencapai target tahun ini, karena di September tahun ini saja
perusahaan telah berhasil mencetak angka penjualan sebesar Rp 13,95T meningkat
34,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 10,95T. Manajemen ERAA
mengakui pihaknya tengah melakukan pembangunan pabrik perakitan smartphone.
Nantinya, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 500 ribu unit per
bulan di Cakung, Jakarta Timur.
PT Ciputra Surya Tbk
(CTRS) terus memacu pendapatannya lewat salah satu project utamanya, CitraLand
Surabaya, CTRS kembali merilis cluster terbaru, Buona Vista. Ini merupakan cluster terakhir yang
dirilis CTRS di CitraLand Surabaya. Diharapkan, dengan adanya cluster terbaru
yang berada dekat fresh market CitraLand ini bisa mendongkrak penjualan sebelum
tutup buku tahun ini. Buona Vista
dibangun diatas lahan seluas 3,5 hektar. Jumlah unitnya terbatas. Tahap pertama
dikembangkan 25 unit dulu dengan harga mulai Rp 2,5 – 4M.
Direktur Utama PT Bukit
Asam Tbk (PTBA) Milawarma menambah kepemilikan saham di perusahaan batubara
tersebut pada 11 Desember 2015. Milawarma membeli sebanyak 30.000 lembar saham
dengan harga rata-rata Rp4507,53 per saham atau senilai Rp 135.225.900. Adapun
tujuan dari transaksi ini untuk investasi. Dengan penambahan saham ini maka
Milawarma kini memiliki 130.000 saham PTBA.
PT Greenwood Sejahtera Tbk
(GWSA) telah melakukan akuisisi lahan seluas total 993m2 di kawasan
Duri Kosambi Jakarta Barat. Transaksi pembelian dilakukan dari Syamsudin selaku
penjual. Pembelian melalui sertipikat hak milik Nomor 8765 di 631m2 dan
sertipikat no 8312 seluas 362m2 yang dilakukan pada 8 Desember 2015. Harga
transaksi pembelian sebesar Rp15.888.999.000.
Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) dan Bea Cukai bersinergi mempermudah proses izin impor mesin atau
peralatan bagi perusahaan yang dalam tahap konstruksi proses investasi.
Tujuannya, agar realiasasi investasi bisa segera terjadi. Kepala BKPM Franky
Sibarani mengatakan, kemudahan impor barang produksi bagi investasi untuk asing
maupun lokal melalui pemberian fasilitas jalur hijau di pelabuhan, dari
sebelumnya harus melawati jalur merah (barang berisiko tinggi) bagi investor
baru. Sebagai jalur hijau
perusahaan dapat menikmati keuntungan tidak dilakukannya pemeriksaan fisik,
hanya dengan pemeriksaan dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan
Pengeluaran Barang (SPPB) ketika melakukan proses kepabeanan di pelabuhan.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo di Kantor BI,
Jakarta, Senin (14/12/2015) menyampaikan bahwa Tahun 2016, perekonomian
Indonesia diproyeksi membaik daripada tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi 2016
diproyeksi antara 5,2% sampai 5,6%. Angka
ini, bisa naik lagi bila sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa
berkembang dan berjalan dengan baik. Ekonomi riil berperan besar sebagai
penggerak pertumbuhan ekonomi. Kalau 2016 bisa 5,2-5,6%, kalau UMKM baik bisa
memberi tambahan 1-2%. Agus menyebut ekonomi Indonesia bisa lebih bergairah
melalui reformasi struktural seperti konsistensi reformasi manajemen energi, percepatan
perizinan sampaikan percepatan pengembangan infrastruktur.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on information
obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any
representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its
accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to
change without notice. This document is prepared for general circulation. Any
recommendation contained in this document does not have regard to the specific
investment objectives, financial situation and the particular needs of any
specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions
in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its
affiliates may seek or will seek investment banking or other business
relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar