Selasa, Desember 15

Equity Update 15 Desember 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, Dow Jones menguat 104 poin (+0,60%) pada level 17.369, S&P naik 10 poin (+0,48%) pada level 2.022 dan Nasdaq ditutup menguat 19 poin (+0,38%) pada level 4.952. Saham-saham Wall Street mengawali perdagangan dengan melemah cukup signifikan. Namun, perlahan-lahan bursa saham mulai berbalik arah dan mampu mengakhiri perdagangan dengan ditutup menguat. Penguatan tersebut didukung oleh penguatan pada harga minyak dunia yang mengalami kenaikan untuk pertama kalinya setelah melemah dalam beberapa hari terakhir. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah signifikan, DAX melemah 201 poin (-1,94%) pada level 10.139, sementara FTSE melemah 79 poin (-1,32%) pada level 5.874. Bursa saham eropa kembali ditutup melemah signifikan melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari sebelumnya. Pelemahan yang terjadi pada saham-saham sektor energy kembali menjadi penekan utama indeks bursa saham eropa.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan signifikan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp14.123 per USD) dan pelemahan pada mayoritas bursa saham asia serta aksi jual oleh investor asing berhasil menekan IHSG di zona merah sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 19 poin (-0,44%) pada level 4.374. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 467,2M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona merah, hanya sektor aneka industri yang berhasil ditutup di zona hijau dengan menguat sebesar 31 poin (+2,97%). Sektor industri dasar dan pertambangan yang masing-masing melemah sebesar 7 poin (-1,71% dan 9 poin (-1,13%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.









 
Seiring bervariasinya pergerakan pada bursa saham global dan percobaan pembalikan arah pada IHSG kemarin, ditengah pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap USD dan kembali derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.340 dan resistance 4.400. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  INTP(BoW), ICBP(Spec Buy), BBRI(SoS), dan BMRI(SoS).


News Highlights

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BBRI) berencana mengambil alih 55% saham Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd di PT BTMU-BRI Finance guna memperkuat integrasi layanan jasa keuangan di 2016. Tahun ini BBRI memutuskan mengambil perusahaan asuransi (PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera), dan pada tahun depan kami akan fokus ke perusahaan pembiayaan. saat ini komposisi kepemilikan saham Bank of Tokyo-Mitsubishi di BTMU-BRI Finance sebesar 55 persen, sedangkan sisanya dipegang oleh Bank BRI. BTMU-BRI Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang fokus pada alat-alat berat.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membidik pertumbuhan kredit di kisaran 10% – 11% di 2016, atau cukup konservatif. Hal itu dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi perekonomian Indonesia di tahun depan. Meski lebih rendah dibandingkan target di 2015, namun Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menilai, bisa saja realisasi pertumbuhan kredit BCA lebih tinggi dibandingkan target yang sudah ditentukan. Akan tetapi, untuk sekarang ini kredit yang dipatok 10%-11% itu akan dimasukkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2016.

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) optimistis penjualan mencapai Rp 15,5T pada akhir tahun 2015. Alhasil, laba bersih perseroan pada tahun ini akan sebesar Rp 225M. Optimistis perusahaan dalam mencapai target tahun ini, karena di September tahun ini saja perusahaan telah berhasil mencetak angka penjualan sebesar Rp 13,95T meningkat 34,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 10,95T. Manajemen ERAA mengakui pihaknya tengah melakukan pembangunan pabrik perakitan smartphone. Nantinya, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 500 ribu unit per bulan di Cakung, Jakarta Timur.

PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) terus memacu pendapatannya lewat salah satu project utamanya, CitraLand Surabaya, CTRS kembali merilis cluster terbaru, Buona Vista. Ini merupakan cluster terakhir yang dirilis CTRS di CitraLand Surabaya. Diharapkan, dengan adanya cluster terbaru yang berada dekat fresh market CitraLand ini bisa mendongkrak penjualan sebelum tutup buku tahun ini. Buona Vista dibangun diatas lahan seluas 3,5 hektar. Jumlah unitnya terbatas. Tahap pertama dikembangkan 25 unit dulu dengan harga mulai Rp 2,5 – 4M.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Milawarma menambah kepemilikan saham di perusahaan batubara tersebut pada 11 Desember 2015. Milawarma membeli sebanyak 30.000 lembar saham dengan harga rata-rata Rp4507,53 per saham atau senilai Rp 135.225.900. Adapun tujuan dari transaksi ini untuk investasi. Dengan penambahan saham ini maka Milawarma kini memiliki 130.000 saham PTBA.

PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) telah melakukan akuisisi lahan seluas total 993m2 di kawasan Duri Kosambi Jakarta Barat. Transaksi pembelian dilakukan dari Syamsudin selaku penjual. Pembelian melalui sertipikat hak milik Nomor 8765 di 631m2 dan sertipikat no 8312 seluas 362m2 yang dilakukan pada 8 Desember 2015. Harga transaksi pembelian sebesar Rp15.888.999.000.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Bea Cukai bersinergi mempermudah proses izin impor mesin atau peralatan bagi perusahaan yang dalam tahap konstruksi proses investasi. Tujuannya, agar realiasasi investasi bisa segera terjadi. Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, kemudahan impor barang produksi bagi investasi untuk asing maupun lokal melalui pemberian fasilitas jalur hijau di pelabuhan, dari sebelumnya harus melawati jalur merah (barang berisiko tinggi) bagi investor baru. Sebagai jalur hijau perusahaan dapat menikmati keuntungan tidak dilakukannya pemeriksaan fisik, hanya dengan pemeriksaan dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) ketika melakukan proses kepabeanan di pelabuhan.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo di Kantor BI, Jakarta, Senin (14/12/2015) menyampaikan bahwa Tahun 2016, perekonomian Indonesia diproyeksi membaik daripada tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi 2016 diproyeksi antara 5,2% sampai 5,6%. Angka ini, bisa naik lagi bila sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa berkembang dan berjalan dengan baik. Ekonomi riil berperan besar sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Kalau 2016 bisa 5,2-5,6%, kalau UMKM baik bisa memberi tambahan 1-2%. Agus menyebut ekonomi Indonesia bisa lebih bergairah melalui reformasi struktural seperti konsistensi reformasi manajemen energi, percepatan perizinan sampaikan percepatan pengembangan infrastruktur. 


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar