Indeks Nikkei 225 Jepang yang sempat dibuka dengan mencatatkan kenaikan 0,7%, berlanjut dengan memperkecil kenaikan menjadi 0,43% (81,51 poin) ke level 19.009,42 pada pukul 08.30 WIB. Kenaikan indeks dipicu oleh harga saham keuangan dan emiten eksportir, sejalan dengan pelemahan yen terhadap dolar AS.
Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia anjlok 1,23% (-64,69 poin) ke level 5.177,60. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten perbankan dan pertambangan. Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,65% ke level 2.040,82.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kemungkinan sulit mempertahankan manuvernya di zona hijau, diadang kobaran penguatan kurs dolar AS yang disulut pernyataan pimpinan The Fed.
Analis memperkirakan indeks hari ini akan melanjutkan tren kenaikan jangka pendek, namun adanya utang gap berpotensi memicu aksi ambil untung. Sentimen positif rilis sejumlah data ekonomi diharapkan mampu mendorong laju penguatan IHSG.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, kembali masuknya dana asing, serta rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal III hari ini, di tengah bervariasinya bursa saham global, berpotensi membuat indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.555 dan resistance 4.660. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SILO [SILO 10,450
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi melemah, setelah pidato pimpinan The Fed Janet Yellen di depan Kongres AS yang menyatakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga AS hidup kembali jika data ekonomii AS terus membaik.
Rilis laporan ADP menyebutkan, penyerapan tenaga kerja AS di sektor swasta naik 182.000 pada Oktober lalu, lebih rendah 8.000 dibanding September. Namun data dari Institute for Supply Management menunjukkan aktivitas di sektor jasa untuk Oktober melompat ke 59,1, lebih tinggi dibanding indeks pembelian manajer (PMI) September lalu sebesar 56.9.
Indeks juga tertekan oleh penurunan harga saham emiten energi karena anjloknya harga minyak dunia.
Dow Jones Industrial Average turun 0,28% (-50,57 poin) menjadi 17,867.58.
S&P 500 melemah 0,35% (-7,48 poin) ke level 2.102,31.
Nasdaq Composite turun tipis 0,05% (-2,65 poin) menjadi 5.142,48.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melorot 1,12% menjadi US$21,28.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir bervariasi, dengan membukukan nilai negatif pada indeks saham acuan DAX 30 Jerman di zona negatif.
Kejatuhan harga saham Volkswagen terperosok 9,5 persen setelah merilis adanya masalah baru dalam emisi mobil produksinya, menyeret harga saham-saham emiten di sektor otomotif hingga 2 persen. Rebound data PMI sektor jasa China membantu mempertahankan sentimen positif di bursa Eropa.
FTSE 100 London melaju 0,46% (29,27 poin) menjadi 6.412,88.
DAX 30 Frankfurt anjlok 0,97% (-195,91 poin) ke level 10.845,24.
CAC 40 Paris naik 0,25% (12,11 poin) ditutup di 4.948,29.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang uang dunia, pagi tadi naik tajam terpengaruh oleh pernyataan Ketua The Fed bahwa perekonomian AS yang sehat akan mendukung kenaikan suku bunga pada akhir tahun.
"Desember akan menjadi sebuah kemungkinan awal," kata Yellen di depan Kongres AS, Rabu. Penguatan dolar juga didukung data defisit perdagangan internasional AS sebesar US$40,8 miliar pada September, turun US$7,2 miliar dibanding Agustus lalu.
Rilis ADP National Employment Report mengungkapkan, lapangan kerja sektor swasta meningkat 182.000 pekerjaan dari September ke Oktober. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,82 persen menjadi 97,950.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak dunia pagi tadi merosot, tertekan oleh meningkatnya persediaan minyak mentah komersial dan produksi AS serta penguatan dolar.
Laporan mingguan Departemen Energi AS menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah komersial AS selama 6 pekan berturut-turut. Sedangkan produksi minyak mentah AS naik sebesar 48.000 barel menjadi 9,16 juta barel per hari.
Dokumen internal OPEC menunjukkan adanya kecenderungan pelemahan permintaan minyak namun Arab Saudi terus memproduksi mendekati rekor untuk mempertahankan pangsa pasar.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, turun US$1,58 menjadi US$46,32 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember, anjlok US$1,96 menjadi US$ 48,58 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penurunan tertekan penguatan dolar AS didukung data ekonomi AS yang positif.
Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan indeks non-manufaktur AS naik jauh lebih tinggi dari perkiraan menjadi 59,1. Analis mencatat, kenaikan pesanan ekspor menjadi 54,5, menjadi indikator penguatan perusahaan-perusahaan AS. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat kembali setelah pernyataan Janet Yelen di depan Kongres.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$7,9 (-0,71%) menjadi US$1.106,2 per ounce.
Harga emas di pasar spot melorot 1% menjadi US$1.106 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Wall_Street_Memerah__Asia_dan_IHSG_Variatif&level2=newsandopinion&id=3944097&img=level1_topnews_2&urlImage=ihsg-2-daylife.jpg#.Vjq8vV7cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar