Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan
kemarin
dengan ditutup melemah, Dow Jones melemah 50 poin (-0,28%) pada level 17.868,
S&P turun 8 poin (-0,37%) pada level 2.102 dan Nasdaq ditutup melemah tipis
3 poin (-0,35%) pada level 5.142. Bursa Wall Street berakhir melemah setelah pernyataan
ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bank sentral AS bisa mengangkat
suku bunganya di bulan desember jika data terus menunjukkan pertumuhan ekonomi
yang kuat. Pernyataan tersebut di keluarkan dalam siding kongres. Beberapa data
ekonomi yang masih bervariasi seperti Laporan lapangan kerja nasional ADP yang
dirilis Rabu mengatakan sektor swasta meningkatkan karyawannya sebanyak 182.000
pada Oktober, turun 8.000 dari September dan data dari Institute for Supply
Management (ISM) menunjukkan aktivitas di sektor jasa naik tajam pada Oktober,
menjadi 59,1 pada indeks pembelian manajernya dari 56,9 pada September turut
memberikan sentimen pada pergerakan saham di bursa Wall Street. Dari Eropa,
bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX mengalami
pelemahan 106 poin (-0,97%) pada level 10.845, sementara FTSE menguat 29 poin
(+0,46%) pada level 6.413. Bursa eropa
bergerak bervariasi setelah pernyataan Jannet Yellen yang mengenai peluang
kenaikan suku bunga di Desember dan pernyataan Mario Draghi mengenai kesiapan
ECB untuk memberikan stimulus lebih di desember jika diperlukan untuk
meningkatkan inflasi.
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari
penguatan pada index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona hijau.
Aksi beli oleh investor asing dan penguatan nilai tukar rupiah (ditutup di
level Rp 13.548 per USD) mampu membuat IHSG terus berada di zona hijau
sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat signifikan sebesar
80 poin (+1,75%) pada level 4.612. Investor asing mencatatkan beli bersih
(foreign net buy) sebesar
267,0M
di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor berada di zona hijau, sektor industry
dasar dan keuangan yang masing-masing menguat sebesar 11 poin (+2,90%) dan 16 poin
(+2,32%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
Seiring penguatan signifikan pada IHSG dan
penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin, kembali masuknya dana asing
ke bursa saham kita serta akan di rilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia
Kuartal III, ditengah bervariasi nya bursa saham global membuat IHSG berpotensi
untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada
rentang support 4.555 dan resistance 4.660. Pergerakan keluar masuknya dana
asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat
asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa
dicermati antara lain: SILO(Spec Buy), AALI(Spec Buy), SMGR(Spec Buy) dan
PPRO(SoS).
News Highlights
PT Ace Hardware Indonesia
Tbk (ACES) melaporkan laba bersih pada Q3 2015 mencapai Rp393,26M atau Rp23,02
per saham, meningkat sebesar 4,68% dari Laba bersih pada periode yang sama
tahun 2014 yaitu Rp375,67M atau Rp21,97 per saham. Peningkatan laba bersih ACES
pada Q3 2015 tersebut didukung oleh Penjualan ACES yang meningkat sebesar 3,28%
menjadi Rp3,46T dari penjualan Q3 2014 yaitu Rp3,35T.
PT Harum Energy Tbk (HRUM)
melaporkan kinerja pada Q3 2015 mengalami penurunan sebesar 94,78% dengan laba
bersih menjadi USD1,00 juta atau USD0,00037 per saham dibandingkan USD19,16
juta atau USD0,0071 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Anjloknya
kinerja HRUM pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh penurunan pendapatan pokok
perseroan sebesar 44,57% menjadi USD204,46 juta dari pendapatan pada Q3 2014
yaitu USD368,89 juta
PT Intiland Development
Tbk (DILD) akan mengucurkan dana investasi sebesar Rp500M untuk pengembangan
proyek terbaru yaitu The Rosebay di perumahan elit Graha Famili Surabaya. The
Rosebay akan dikembangkan di atas lahan seluas 1 hektar. Nantinya jumlah tower
yang akan dikembangkan sebanyak 7 tower. Total unit yang akan ditawarkan
mencapai 229 unit dengan harga mulai Rp1,9M – Rp4M. Perseroan
mengharapkan lewat proyek The Rosebay ini nanti akan tercapai sales Rp660
miliar. Launching akan dilakukan pada Jumat nanti. Perseroan menargetkan tahun
2015 bisa terjual 60%.
PT Mitra Komunikasi
Nusantara Tbk (MKNT) alami penurunan penjualan sebesar 22,08% per September
2015 dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang Rp617,33M. Beban pokok turun jadi Rp460,20M dari
beban pokok tahun sebelumnya Rp584,49M membuat laba kotor turun jadi Rp24,81M
dari laba kotor tahun sebelumnya Rp32,83M. Laba bersih naik jadi Rp7,47M dari
laba bersih tahun sebelumnya Rp5,58M.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), menyiapkan dana
investasi untuk tahun 2016, sekitar Rp800M sampai 1T. Rencananya, dana ini akan
digunakan untuk menambah kepemilikan tower perseroan. Daan tersebut aan
digunakan untuk menambah sekitar 1.000 tower di 2016. Adapun dana investasi
tersebut akan di dapatkan perseroan melalui kombinasi kas internal serta
pinjaman perbankan. Rinciannya, sekitar 10-15% bersumber dari internal cash
perseroan, sedangkan sisanya melalui pinjaman perbankan.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on
information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make
any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to
its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject
to change without notice. This document is prepared for general circulation.
Any recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular needs of
any specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have
positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or
its affiliates may seek or will seek investment banking or other business
relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar