Kamis, November 5

Equity Update 5 November 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, Dow Jones melemah 50 poin (-0,28%) pada level 17.868, S&P turun 8 poin (-0,37%) pada level 2.102 dan Nasdaq ditutup melemah tipis 3 poin (-0,35%) pada level 5.142. Bursa Wall Street berakhir melemah setelah pernyataan ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bank sentral AS bisa mengangkat suku bunganya di bulan desember jika data terus menunjukkan pertumuhan ekonomi yang kuat. Pernyataan tersebut di keluarkan dalam siding kongres. Beberapa data ekonomi yang masih bervariasi seperti Laporan lapangan kerja nasional ADP yang dirilis Rabu mengatakan sektor swasta meningkatkan karyawannya sebanyak 182.000 pada Oktober, turun 8.000 dari September dan data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas di sektor jasa naik tajam pada Oktober, menjadi 59,1 pada indeks pembelian manajernya dari 56,9 pada September turut memberikan sentimen pada pergerakan saham di bursa Wall Street. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX mengalami pelemahan 106 poin (-0,97%) pada level 10.845, sementara FTSE menguat 29 poin (+0,46%) pada level 6.413. Bursa eropa bergerak bervariasi setelah pernyataan Jannet Yellen yang mengenai peluang kenaikan suku bunga di Desember dan pernyataan Mario Draghi mengenai kesiapan ECB untuk memberikan stimulus lebih di desember jika diperlukan untuk meningkatkan inflasi.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan pada index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona hijau. Aksi beli oleh investor asing dan penguatan nilai tukar rupiah (ditutup di level Rp 13.548 per USD) mampu membuat IHSG terus berada di zona hijau sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat signifikan sebesar 80 poin (+1,75%) pada level 4.612. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 267,0M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor berada di zona hijau, sektor industry dasar dan keuangan yang masing-masing menguat sebesar 11 poin (+2,90%) dan 16 poin (+2,32%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

Seiring penguatan signifikan pada IHSG dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin, kembali masuknya dana asing ke bursa saham kita serta akan di rilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal III, ditengah bervariasi nya bursa saham global membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.555 dan resistance 4.660. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SILO(Spec Buy), AALI(Spec Buy), SMGR(Spec Buy) dan PPRO(SoS).


News Highlights

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) melaporkan laba bersih pada Q3 2015 mencapai Rp393,26M atau Rp23,02 per saham, meningkat sebesar 4,68% dari Laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp375,67M atau Rp21,97 per saham. Peningkatan laba bersih ACES pada Q3 2015 tersebut didukung oleh Penjualan ACES yang meningkat sebesar 3,28% menjadi Rp3,46T dari penjualan Q3 2014 yaitu Rp3,35T.

PT Harum Energy Tbk (HRUM) melaporkan kinerja pada Q3 2015 mengalami penurunan sebesar 94,78% dengan laba bersih menjadi USD1,00 juta atau USD0,00037 per saham dibandingkan USD19,16 juta atau USD0,0071 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Anjloknya kinerja HRUM pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh penurunan pendapatan pokok perseroan sebesar 44,57% menjadi USD204,46 juta dari pendapatan pada Q3 2014 yaitu USD368,89 juta

PT Intiland Development Tbk (DILD) akan mengucurkan dana investasi sebesar Rp500M untuk pengembangan proyek terbaru yaitu The Rosebay di perumahan elit Graha Famili Surabaya. The Rosebay akan dikembangkan di atas lahan seluas 1 hektar. Nantinya jumlah tower yang akan dikembangkan sebanyak 7 tower. Total unit yang akan ditawarkan mencapai 229 unit dengan harga mulai Rp1,9M – Rp4M. Perseroan mengharapkan lewat proyek The Rosebay ini nanti akan tercapai sales Rp660 miliar. Launching akan dilakukan pada Jumat nanti. Perseroan menargetkan tahun 2015 bisa terjual 60%.

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) alami penurunan penjualan sebesar 22,08% per September 2015 dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang Rp617,33M.  Beban pokok turun jadi Rp460,20M dari beban pokok tahun sebelumnya Rp584,49M membuat laba kotor turun jadi Rp24,81M dari laba kotor tahun sebelumnya Rp32,83M. Laba bersih naik jadi Rp7,47M dari laba bersih tahun sebelumnya Rp5,58M.

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), menyiapkan dana investasi untuk tahun 2016, sekitar Rp800M sampai 1T. Rencananya, dana ini akan digunakan untuk menambah kepemilikan tower perseroan. Daan tersebut aan digunakan untuk menambah sekitar 1.000 tower di 2016. Adapun dana investasi tersebut akan di dapatkan perseroan melalui kombinasi kas internal serta pinjaman perbankan. Rinciannya, sekitar 10-15% bersumber dari internal cash perseroan, sedangkan sisanya melalui pinjaman perbankan. 


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar