Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari kubangan zona merah setelah kemarin gagal mengakhiri perdagangan di teritori positif. Analis memperkirakan, tekanan depresiasi rupiah masih menghantui kinerja emiten sehingga berpotensi melanjutkan pelemahan IHSG. Indeks membutuhkan katalis positif domestik untuk mendukung terjadinya technical rebound.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan bursa saham gobal dan nilai tukar rupiah, di tengah pelemahan IHSG dan keluarnya dana asing berpotensi membuat indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.410 dan resistance 4.495. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PWON [PWON 435
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif cenderung menguat, Indkes saham acuan Nasdaq ditutup di teritori negatif, terseret penurunan harga saham Apple hingga 3 persen. Analis mengatakan, investor secara global mulai lelah mengikuti gejolak bursa, dan mulai mengambil jeda di tengah kecenderungan melemahnya sejumlah indikator ekonomi AS dan global. Data indeks harga impor AS untuk Oktober turun lebih rendah dari ekspektasi 0,5 persen, dan harga ekspor melemah 0,2 persen. Moody's memperingatkan, kemampuan ekonomi global untuk menghadapi guncangan semakin melemah dengan diterapkapkannya suku bunga ultra rendah dan injeksi likuiditas secara masih.
Dow Jones Industrial Average naik 0,16% (27,73 poin) menjadi 17.758,21.
S&P 500 menguat 0,15% (3,14 poin) ke level 2.081,72.
Nasdaq Composite turun 0,25% (-12,06 poin) di posisi 5.083,24.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik tipis 0,05% menjadi US$20,22.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup bervariasi, dengan sedikit mencatatkan kenaikan pada sejumlah indeks saham acuan. Analis mengatakan, investor mengalihkan perhatiannya pada laporan keuangan emiten dan berusaha menyingkirkan kekhhawatiran terhadap pelemahan China dan isu kenaikan suku bungan AS. Rilis Biro Statistik Nasional China menunjukkan adanya tekanan deflasioner indeks harga konsumen untuk Oktober yang hanya tumbuh kurang dari ekspektasi 1,3 persen. Sementara indeks harga produsen anjlok 5,9 persen dibanding tahun lalu. Harga saham emiten komoditas di bursa London melemah, menyeret indeks FTSE 100 ke zona merah.
FTSE 100 London turun 0,32% (-19,88 poin) menjadi 6.275,28.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,16% (17,07 poin) ke level 10.832,52.
CAC 40 Paris naik tipis 0,02 (0,99 poin) ditutup di 4.912,16.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penguatan, di tengah perhatian pasar akan isyarat Eropa untuk melepas stimulus lebih lanjut guna menggairahkan perekonomian, dan menguatnya data ketenagakerjaan AS yang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,34 persen menjadi 99,24, tertinggi dalam tujuh bulan.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah dunia di bursa New York, pagi tadi berkahhir dengan mencatatkan kenaikan, ditopang oleh pernyataan International Energy Agency akan adanya penurunan tajam dalam investasi minyak lebih dari 20 persen pada tahun ini dan akan berlanjut hingga 2016. Namun keyakinan akan pasokan minyak yang masih berlimpah, meredam laju kenaikan harga minyak menjadi hanya kurang dari 1 persen.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desemner naik 34 sen menjadi US$44,21 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember naik 35 sen menjadi US$47,43 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi naik tipis terpengaruh oleh rilis harga impor AS untuk Oktober yang turun 0,5 persen, lebih besar dari perkiraan 0,1 persen. Laju harga emas tertahan oleh kenaikan nilai tukar dolar AS, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik 40 sen menjadi US$1.088,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi US$1.089,3 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Mixed__IHSG_Variatif_Cenderung_Menguat&level2=newsandopinion&id=3956011&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VkKYY0_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar