Selasa, November 10

Market Brief: Global Merah Total, Dorong IHSG ke Teritori Negatif

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (10/11) dibuka melemah, terpengaruh oleh tren penurunan indeks acuan di bursa saham Eropa dan Amerika Seriat.

Indeks saham acuan Wall Street dan bursa Eropa melorot sekitar 1 persen, tertekan oleh data pelemahan perdagangan China dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Mengawali perdagangan saham Asia hari ini, indeks ASX 200 Australia anjlok 0,9% dan berlanjut turun 1,12% (-57,19 poin) ke level 5.062,30, pada pukul 08.15 WIB. Harga saham emiten perbankan dan pertambangan logam dan migas berguguran, terpapar penurunan harga komoditas global.

Pada pukul 08.30 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,72% (-141.04 poin) ke level 19.501,40 setelah dibuka melemah 0,4%. Reli harga saham yang terjadi sepanjang hari kemarin, didorong menguatnya surplus perdagangan Jepang, menyusut karena penurunan harga saham emiten elektronika dan otomotif akibat menguatnya yen. Indeks Kospi, Korea Selatan, melorot 0,82% menjadi 2.009,19. Pasar masih menunggu rilis data inflasi China hari ini.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, diharapkan mampu bertahan dari tekanan pelemahan global, setelah kemarin gagal mengakhiri perdagangan di zona hijau.

Analis memperkirakan, indeks hari ini akan melanjutkan pelemahan, akibat maraknya sentimen negatif di pasar keuangan. Namun diharapkan indeks akan mampu mempertahankan target support, pasca koreksi minor akibat tekanan aksi jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan signifikan pada mayoritas bursa saham global, pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, berpotensi melanjutkan pelemahan IHSG.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.440 dan resistance 4.550. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ICBP [ICBP 12,900 -100 (-0,8%)] (Spec Buy), UNVR [UNVR 36,700 -300 (-0,8%)] (BoW), BBNI [BNNI 0 0 (+0,0%)] (BoW) dan TLKM [TLKM 2,730 -5 (-0,2%)] (Spec Sell).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan di bursa saham Wall Street, pagi tadi melorot hampir satu persen, menyikapi rilis laporan semester OECD yang menurunkan perkiraan pertumbuhan global, dan diperkuat oleh rilis data perdagangan China untuk Oktober yang memburuk.

Analis mengatakan, investor menahan diri dengan menghindari risiko di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan pelemahan perkiraan pertumbuhan ekonomi global.

Dow Jones Industrial Average merosot 1,00% (-179,85 poin) menjadi 17.730,48.
S&P 500 melorot 0,98% (-20,62 poin) ke level 2.078,58.
Nasdaq Composite anjlok 1,01% (-51,82 poin) ditutup di 5.095,30.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange tersungkur 4,35% menjadi US$20,21.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam serempak berakhir di zona merah, terpengaruh oleh data perdagangan China yang menurun dan peningkatan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, Desember mendatang, yang didukung oleh perbaikan data tenaga kerja AS.

Ekspor China pada Oktober lalu turun 6,9 persen dibanding setahun sebelumnya, dan impor melorot 18,8 persen, membukukan rekor baru surplus perdagangan sebesar US$61,64 miliar.

Perbaikan data perdagangan Jerman--ekspor naik 2,6 persen, impor naik 3,3 persen--tak mampu melawan sentimen negatif penurunan data perdagangan China.

FTSE 100 London melorot 0,92% (-58,67 poin) ke level 6.295,16.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,57% (-172,58 poin) ke posisi 10.815,45.
CAC 40 Paris merosot 1,46% (-72,98 poin) menjadi 4.911,17.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia tadi pagi melemah, karena investor mengambil keuntungan pada reli greenback di sesi sebelumnya yang didorong oleh membaiknya data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Akhir pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, angka penggajian non-pertanian AS untuk periode Oktober tercatat meningkat 271 ribu, kenaikan terbesar sejak Desember 2014. Tingkat pengangguran turun menjadi 5,0 persen, terendah sejak April 2008.

Penghasilan per jam rata-rata untuk semua karyawan pada upah non-pertanian swasta meningkat 9 sen menjadi US$25,20, setelah terjadi sedikit perubahan pada September lalu.

Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,17 persen menjadi 98,999.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb10


Komoditas

Harga minyak mentah dunia di bursa New York Merchantile Exchange pagi tadi masih bergerak melemah memasuki hari keempat berturut-turut. Minat membeli minyak terganjal oleh langkah OECD memangkas proyeksi pertumbuhan global.

Harga juga tertekan oleh melemahnya impor minyak China sehingga menambah kekhawatiran mengenai berlimpahnya pasokan.

OECD memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini menjadi 2,9 persen, serta menurunkan perkiraan 2016 menjadi 3,3 persen, terpengaruh pelemahan aktivitas perdagangan, yang sebagian besar disebabkan oleh perlambatan di China.

Di bursa London, harga minyak Brent sempat menguat ketika Arab Saudi memperingatkan bakal terjadinya krisis pasokan setelah investasi energi secara besar-besaran dibatalkan akibat anjloknya harga minyak.

Harga minyak mentah WTI, untuk pengiriman Desember turun 42 sen menjadi US$43,87 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember, turun 23 sen menjadi US$47,19 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan sedikit menguat terpengaruh oleh pelemahan dolar AS.

Namun, tekanan dari peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menahan penguatan harga emas. Alat Fedwatch CMEGroup mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga 0,5 persen pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Desember, sebesar 68 persen.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 40 sen (0,04%) menjadi US$1.088,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$1.091,36 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Merah_Total__Dorong_IHSG_ke_Teritori_Negatif&level2=newsandopinion&id=3953188&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3-Antara.jpg#.VkFGNU_cp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar