Selasa, November 10

Equity Update 10 November 2015

Market Review

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada nilai tukar rupiah (ditutup di level Rp 13.644 per USD) dan ekspektasi terhadap dinaikkannya suku bunga AS membuat IHSG tertekan di sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 67 poin (-1,47%) pada level 4.500. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 87,8M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona merah, sektor industri dasar dan properti yang masing-masing melemah sebesar 13 poin (-3,23%) dan 13 poin (-2,77%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

 equity10

Seiring pelemahan yang cukup signifikan pada mayoritas bursa saham global, pelemahan yang signifika pada IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin membuat IHSG berpotensi untuk melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.440 dan resistance 4.550. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ICBP(Spec Buy), UNVR(BoW), BBNI(BoW) dan TLKM(Spec Sell).


News Highlights

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sampai dengan September 2015 mencatatkan total area tertanam perkebunan kelapa sawit adalah sebesar 297.852 hektar yang terdiri dari kebun inti dan kebun plasma. Dari total luas areal tertanam tersebut,256.548 hektar merupakan areal yang sudah menghasilkan.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), pada tahun 2016, akan mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2T. Angka ini terbilang turun dibanding yang dianggarkan sepanjang tahun ini yang diperkirakan akan sebesar Rp3-3,5T. Penurunan ini karena perseroan di tahun depan sudah tidak lagi memerlukan dana yang besar untuk pembangunan pabrik P14 di Citereup. Sementara itu, terkait dengan capex tahun ini perseroan telah menggunakan sebesar Rp 2,1T dari yang direncanakan sebesar Rp 3-3,5T.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana melakukan aksi korporasi di pasar modal (rights issue) senilai Rp 2,8T. Hasil dana, rencananya akan dipergunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan. Jika rights issue terjadi, diperkirakan dana yang akan diperoleh sebesar Rp2,8T. Asumsinya, harga saham WIKA di level Rp2,800 per saham. Pemerintah ingin menjadi pemegang saham mayoritas di WIKA, atau akan menahan kepemilikan sahamnya tidak boleh kurang dari 55%.

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) meraih kontrak baru sebesar Rp2T hingga periode Oktober 2015. Adapun kontrak baru itu antara lain pembangunan Binus Alam Sutra (phase II), Green Office Park 9 BSD, Pakubuwono Spring Apartement, dan Living Plaza Balikpapan. Hingga periode September 2015 perseroan sudah meraih pendapatan sebesar Rp1,62T dengan laba bersih mencapai Rp150M. Sedangkan belanja modal tahun 2015 yang sebesar Rp100M dimana dana belanja modal yang sudah dikeluarkan hingga kuartal ketiga sebesar Rp81M. Untuk tahun 2016, perseroan menargetkan bisa meraih pendapatan sebesar Rp2,60T dengan laba bersih sebesar Rp210M meski target kontrak baru tahun 2016 sama dengan tahun ini yakni Rp3T.

PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk (PTPP) memastikan penangguhan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,25T akan mempengaruhi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) perseroan pada tahun 2016. Sampai dengan Oktober 2015, PP memperoleh kontrak proyek baru sebesar Rp18,6T, antara lain proyek pembangkit listrik dan infrastruktur.

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) meraih penjualan sebesar Rp4,50T hingga periode September 2015 naik dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang Rp3,66T. Laba periode berjalan setelah penyesuaian performa tercatat Rp292,15M naik dari laba periode tahun sebelumnya yang Rp283,56M.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar