Market Review
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment
negatif dari pelemahan pada nilai tukar rupiah (ditutup di level Rp
13.644 per USD) dan ekspektasi terhadap dinaikkannya suku bunga AS
membuat IHSG tertekan di sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya
ditutup melemah sebesar 67 poin (-1,47%) pada level 4.500. Investor
asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 87,8M di pasar
regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona
merah, sektor industri dasar dan properti yang masing-masing melemah
sebesar 13 poin (-3,23%) dan 13 poin (-2,77%) menjadi pemberat utama
pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
Seiring
pelemahan yang cukup signifikan pada mayoritas bursa saham global,
pelemahan yang signifika pada IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin
membuat IHSG berpotensi untuk melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak
pada rentang support 4.440 dan resistance 4.550. Pergerakan keluar
masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus
diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di
IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ICBP(Spec Buy),
UNVR(BoW), BBNI(BoW) dan TLKM(Spec Sell).
News Highlights
PT
Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sampai dengan September 2015 mencatatkan
total area tertanam perkebunan kelapa sawit adalah sebesar 297.852
hektar yang terdiri dari kebun inti dan kebun plasma. Dari total luas
areal tertanam tersebut,256.548 hektar merupakan areal yang sudah
menghasilkan.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP),
pada tahun 2016, akan mengalokasikan dana belanja modal atau capital
expenditure (capex) sebesar Rp2T. Angka ini terbilang turun dibanding
yang dianggarkan sepanjang tahun ini yang diperkirakan akan sebesar
Rp3-3,5T. Penurunan ini karena perseroan di tahun depan sudah tidak lagi
memerlukan dana yang besar untuk pembangunan pabrik P14 di
Citereup. Sementara itu, terkait dengan capex tahun ini perseroan telah
menggunakan sebesar Rp 2,1T dari yang direncanakan sebesar Rp 3-3,5T.
PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana melakukan aksi korporasi di
pasar modal (rights issue) senilai Rp 2,8T. Hasil dana, rencananya akan
dipergunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan. Jika rights issue
terjadi, diperkirakan dana yang akan diperoleh sebesar Rp2,8T.
Asumsinya, harga saham WIKA di level Rp2,800 per saham. Pemerintah ingin
menjadi pemegang saham mayoritas di WIKA, atau akan menahan kepemilikan
sahamnya tidak boleh kurang dari 55%.
PT Total Bangun
Persada Tbk (TOTL) meraih kontrak baru sebesar Rp2T hingga periode
Oktober 2015. Adapun kontrak baru itu antara lain pembangunan Binus Alam
Sutra (phase II), Green Office Park 9 BSD, Pakubuwono Spring
Apartement, dan Living Plaza Balikpapan. Hingga periode September 2015
perseroan sudah meraih pendapatan sebesar Rp1,62T dengan laba bersih
mencapai Rp150M. Sedangkan belanja modal tahun 2015 yang sebesar Rp100M
dimana dana belanja modal yang sudah dikeluarkan hingga kuartal ketiga
sebesar Rp81M. Untuk tahun 2016, perseroan menargetkan bisa meraih
pendapatan sebesar Rp2,60T dengan laba bersih sebesar Rp210M meski
target kontrak baru tahun 2016 sama dengan tahun ini yakni Rp3T.
PT
Pembangunan Perumahan (PP) Tbk (PTPP) memastikan penangguhan Penyertaan
Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,25T akan mempengaruhi Rencana Kerja
Anggaran Perusahaan (RKAP) perseroan pada tahun 2016. Sampai dengan
Oktober 2015, PP memperoleh kontrak proyek baru sebesar Rp18,6T, antara
lain proyek pembangkit listrik dan infrastruktur.
PT Tiga
Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) meraih penjualan sebesar Rp4,50T hingga
periode September 2015 naik dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang
Rp3,66T. Laba periode berjalan setelah penyesuaian performa tercatat
Rp292,15M naik dari laba periode tahun sebelumnya yang Rp283,56M.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER:
This research is based on information obtained from sources believed to
be reliable, but we do not make any representation or warranty nor
accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness
or correctness. Opinions expressed are subject to change without
notice. This document is prepared for general circulation. Any
recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular
needs of any specific addressee. This document is not and should not be
construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or
subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its
affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion
herein to make markets, or have positions in the securities recommended
herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will
seek investment banking or other business relationships with the
companies in this report.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar