Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu bertahan dari tekanan tren penurunan bursa saham global, setelah kemarin berhasil berjaya di zona hijau. Analis memperkirakan, indeks akan berupaya melanjutkan pola kenaikan jangka pendek menuju target resisten terdekat. Namun pergerakan indeks yang masih berada dalam fase konsolidasi, masih menyisakan potensi berbalik arah ke zona merah.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan signifikan pada bursa saham gobal dan derasnya arus keluar dana investor asing, di tengah penguatan tipis IHSG dan nilai tukar rupiah, kemarin, berpotensi membuat indeks mengalami pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.420 dan resistance 4.510. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PTPP [PTPP 3,780
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di teritori negatif dihantam aksi jual, terpengaruh oleh prediksi suram ekonomi global dan kekhawatiran kenaikan suku bunga AS. Harga saham emiten perminyakan dan perbankan berguguran, di tengah penurunan laporan keuangan saham produk konsumsi dan sektor industri yang menurun. Analis mengaitkan kemerosotan harga komoditas, seperti minyak mentah dan tembaga, dengan pelemahan di sektor manufaktur global. Pasar juga mewaspadai kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga bulan depan. Beberapa pejabat The Fed, dalam pidato Kamis, menyatakan kemungkinan peningkatan suku bunga pada Desember nanti, meskipun tetap tidak pasti. Data klaim pengangguran mingguan bertahan di kisaran 276.000, namundi atas ekspektasi sebesar 270.000.
Dow Jones Industrial Average anjlok 1,44% (-254,15 poin) ke level 17.448,07.
S&P 500 melorot 1,49% (-29,03 poin) ditutup di 2.045,97.
Nasdaq Composite merosot 1,22% (- 61,94 poin)ke level 5.005,08.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,08% menjadi US$20,17.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam ditutup dengan membukukan penurunan tajam, tertekan penurunan harga minyak dan kejatuhan harga saham Rolls-Royce. Pernyataan Presiden ECB tentang sinyal angka inflasi inti yang melemah dan keprihatinan akan risiko penurunan pertumbuhan dan perdagangan global, menambah sentimen negatif di pasar.
FTSE 100 London tersungkur 1,88% (-118,52 poin) ke posisi 6.178,68.
DAX 30 Frankfurt, turun 1,15% (-125,24 poin) ke level 10.782,63.
CAC 40 Paris, anjlok 1,94% (-95,86 poin) menjadi 4.856,65 poin.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, pagi tadi melemah digempur aksi ambil untung investor memanfaatkan penguatan kurs greenback pada sesi perdagangaan terdahulu di pasar uang New York. Rilis angka pendahuluan klaim pengangguran pada pekan pertama bulan ini mencapai 276.000, tidak berubah dari tingkat revisi pekan sebelumnya. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,49% menjadi 98,527.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak dunia pagi tadi ditutup dengan mencataatkan penurunan tajam, setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan besar dalam persediaan minyak mentahnya, memperkuat kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global yang akan berlangsung lama. Departemen Energi AS (DoE) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah komersial minggu lalu meningkat 4,2 juta barel, jauh lebih tinggi dari ekspektasi para analis sebesar 1,3 juta barel. Sikap Arab Saudi yang bersikeras untuk tidak menurunkan produksi minyak OPEC, semakin memperdalam penurunan harga minyak global. Pelambatan ekonomi China, terus menekan harga minyak dan komoditas lainnya.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, turun US$1,18 (-2,75%) menjadi US$41,75 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember, turun US$1,75 (-3,8%) menjadi US$44,06 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi juga melorot, didera spekulasi para pedagang akan kenaikan suku bunga AS pada Desember mendatang yang didukung sejumlah data positif ekonomi AS. Angka pendahuluan klaim pengangguran AS pada pekan pertama November mencapai 276.000, tidak berubah dari tingkat revisi pekan sebelumnya, rata-rata sebesar 267.750 selama empat pekan terakhir, atau meningkat 5.000 dari rata-rata angka sebelum revisi pekan sebelumnya sebesar 262.750. Dalam laporan terpisah, jumlah lowongan pekerjaan untuk September mencapai 3,7 persen, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember mendatang, sehingga semakin menekan harga logam mulai.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$3,9 dolar (-0,36%) menjadi US$ 1.081,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1% menjadi US$1.074,26 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melorot__IHSG_Cenderung_Melemah&level2=newsandopinion&id=3961629&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VkU8Ck_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar