Selasa, November 24

Market Brief: Global Melemah, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penurunan

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (24/11) dibuka variatif cenderung melemah, terpengaruh oleh penurunan harga minyak dan komoditas hasil tambang logam yang menenggelamkan bursa saham Eropa dan AS ke zona merah.

Indeks Nikkei 225 Jepang, mengakhiri libur panjang akhir pekan dengan terperosok ke zona merah, turun 0,07% (-13,53 poin) ke level 19.866,28 pada pukul 08.15 WIB. Indeks tertekan oleh penurunan harga sebagian besar saham bluechips.

Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia melorot 0,42% (-22,22 poin) ke posisi 5.254,20, setelah sempat dibuka anjlok 0,75%. Penurunan harga komoditas menyeret harga saham emiten pertambangan ke teritori negatif, diikuti penurunan harga saham emiten perbankan.

Sebaliknya, indeks Kospi, Korea Selatan melaju 0,2% ke level 2.007,82 ditopang oleh kenaikan harga saham elektronika dan otomotif.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkanmampu bertahan dari tekanan bursa saham global, setelah kemarin gagal bertahan bermanuver di zona hijau, dan ditutup di teritori negatif.

Analis memperkirakan, indeks akan berbalik arah melakukan technical rebound setelah kemarin mengalami koreksi. Namun tanpa dukungan sentimen positif, indeks berpotensi melemah terpengaruh oleh tekanan pelemahan di bursa global.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan bursa saham gobal, pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG kemarin, serta arus keluar dana asing, berpotensi menggerakkan indeks untuk melanjutkan pelemahan.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.515 dan resistance 4.575. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AALI [AALI 18,725 475 (+2,6%)] (Spec Buy), LSIP [LSIP 1,320 70 (+5,6%)] (Spec Buy), BJBR [BJBR 750 15 (+2,0%)] (Spec Buy) dan SRIL [SRIL 392 17 (+4,5%)] (SoS).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tipis, karena perhatian investor tertuju pada fluktuasi harga minyak dan komoditas hasil tambang logam yang merontokkan bursa saham Eropa.

Investor juga menunggu laporan PDB AS sebelum perayaan Thanksgiving jelang akhir pekan ini. Rilis indeks aktivitas nasional AS versi Chicago Fed untuk Oktober, memperlihatkan angka minus 0,04%, sedikit lebih baik dibanding September lalu yang minus 0,29%.

Data penjualan rumah existing untuk Oktober naik 3,4% namn lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 3,9%.

Dow Jones Industrial Average turun 0,17% (-31,13 poin) menjadi 17.792,68.
S&P 500 melemah 0,12% (-2,58 poin) ke level 2.086,59.
Nasdaq Composite susut 0,05% (-2,44 poin) ditutup di 5.102,48.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melorot 1,74% menjadi US$20,95.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam ditutup di zona merah terpengaruh oleh penurunan harga minyak dan komoditas pertambangan logam sehingga menekan harga saham emiten perminyakan dan pertambangan.

Pelemahan nilai tukar euro terhadap dolar, yang dipicu oleh perbedaan arah kebijakan bank sentral Eropa dan bank sentral AS, ikut menekan indeks.

Penurunan indeks tertahan oleh data indeks aktivitas sektor manufaktur Eropa (Composite Purchasing Manager Index) versi Markit yang memperlihatkan kenaikan menjadi 54,5 pada Oktober, dari 53,9 sebulan sebelumnya.

FTSE 100 London, melorot 0,46% (-29,14 poin) menjadi 6.305,49.
DAX 30 Franfurt melemah 0,25% (-27,52 poin) ke level 11.092,31.
CAC 40 Paris turun 0,44% (-21,85 poin) di posisi 4.889,12.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York, pagi tadi ditutup menguat mencapai level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Pasar terpengaruh oleh pernyataan pimpinan The Fed San Fransisco, akhir pekan lalu yang mengatakan bahwa ada "kasus yang kuat" bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan bulan depan.

Rilis data Asosiasi Makelar Perumahan Nasional AS, menunjukkan pertumbuhan penjualan "existing-home" atau penjualan rumah tangan kedua pada Oktober sebesar 3,4 persen, namun lebih masih lebih rendah dibanding sebulan sebelumnya, sebesar 3,9 persen (yoy).

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,23 persen menjadi 99,794.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb24

Komoditas

Harga minyak mentah dunia, pagi tadi berakhir bervariasi karena perhatian pasar terfokus pada pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi, produsen terbesar dalam OPEC, bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan produsen lain untuk menstabilkan harga minyak. Penguatan dolar dan penurunan harga komoditas global menekan laju penguatan harga minyak.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Januari, turun 15 sen menjadi US$41,75 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari, pnaik 17 sen menjadi US$44,83 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi melorot lagi, tertekan oleh penguatan dolar AS karena meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan depan.

Alat Fedwatch CMEGroup menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga untuk Desember naik 4 persen menjadi 74 persen. Laju penurunan harga emas sedikit tertahan oleh data sementara indeks pembeliam maanajer (PMI) AS versi Markit Economics, yang menunjukkan penurunan menjadi 52,6 pada November, terendah sejak Oktober 2013. Para pedagang menunggu rilis data PDB AS, hari ini.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$9,5 (-0,88%) menjadi US$1.066,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$1.069,61 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melemah__IHSG_Berpotensi_Lanjutkan_Penurunan&level2=newsandopinion&id=3979923&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-9-Antaranews.jpg#.VlPaj0_cp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar