Selasa, November 24

Equity Update 24 November 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones melemah 31 poin (-0,17%) pada level 17.793, S&P turun 2 poin (-0,10%) pada level 2.087 dan Nasdaq ditutup melemah 3 poin (-0,06%) pada level 5.102. Saham-saham di bursa Wall Street mengakhiri perdagangan dengan melemah setelah para pelaku pasar mencermati beberapa data ekonomi yang kurang baik. Total penjualan "existing-home" atau penjualan rumah tangan kedua atau rumah yang sebelumnya sudah dimiliki di AS jatuh 3,4% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,36 juta unit pada Oktober, turun dari 5,55 juta unit pada September dan gagal memenuhi konsensus pasar. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, DAX melemah 28 poin (-0,25%) pada level 11.092, sementara FTSE melemah 30 poin (-0,47%) pada level 6.305. Pelemahan pada bursa saham eropa tertekan oleh pelemahan harga minyak dan komoditas dunia.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentimen positif dari penguatan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Namun, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.722 per USD) dan aksi jual oleh investor asing serta pelemahan pada beberapa bursa saham Asia dan eropa membuat IHSG perlahan mengalami tekanan. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 20 poin (-0,44%) pada level 4.541. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 26,7M di pasar regular dan negosiasi. Sektor Infrastruktur dan industri dasar yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 17 poin (-1,81%) dan 5 poin (-1,15%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.


equity24

Seiring pelemahan pada bursa saham gobal, pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap USD dan pada IHSG kemarin serta arus dana asing yang kembali keluar membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.515 dan resistance 4.575. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  AALI(Spec Buy), LSIP(Spec Buy), BJBR(Spec Buy) dan SRIL(SoS).
                                                                               

News Highlights

PT Bank Mandiri, Tbk (BMRI) telah menyalurkan kredit ke sektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 49T per September 2015. Angka ini tumbuh 8,8% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Penyaluran kredit ke sektor perkebunan kelapa sawit dilakukan secara selektif. perusahaan-perusahaan debitur Bank Mandiri dari sektor itu masih beroperasi dengan baik.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menganggaran Rp 1Tuntuk pembagian dividen atau buyback saham tahun depan. Perseroan memprediksi tahun depan arus kas perusahaan masih akan sehat sehingga jika ada kelebihan akan dikembalikan kepada pemegang saham. Selama ini belanja modal perusahaan selalu dibiayai oleh utang bank. Utang tersebut akan diambil jika ada kontrak baru dengan pelanggan selama 10 tahun. Dengan cara ini, leverage TBIG selalu terjadi hanya ketika didukung oleh kontrak jangka panjang yang berarti kredit kami selalu seimbang. Dengan pendapatan kontrak ini dan biaya berkelanjutan yang minimal, kami dapat memprediksi arus kas minimum dan menggunakan sejumlah kelebihannya untuk para pemegang saham.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak usahanya PT Medco Power Indonesia sedang menyelesaikan untuk dua proyek pembangkit listrik. Pertama, menyelesaikan tahap final perizinan alat untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Gunung Ijen, Jawa Timur. Kalau izin penggunaan alat beres, mereka bisa masuk tahap pengeboran. Kedua, menyelesaikan tahap commisioning atau pengetesan akhir pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau. Saat ini, tahap pengetesan akhir PLTG baru menghasilkan listrik 10 megawatt (MW) dan 20 MW. Padahal, target maksimal listrik yang bisa dihasilkan yakni sebesar 76 MW. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bakal menyerap listrik produksi PLTG Batam tersebut.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), tengah menjajaki pinjaman sindikasi bank senilai US$120 juta pada awal tahun depan. Dana ini akan digunakan untuk membiayai konstruksi dan pengembangan sarana infrastruktur fasilitas pertambangan emas dan perak. Dalam pinjaman sindikasi ini, perseroan mengincar tiga sampai lima bank dengan tenor pinjaman hingga lima tahun dan bunga yang kompetitif. Semuanya bank asing dalam sindikasi tersebut. Sebab, ini merupakan proyek pertambangan yang peminatnya lebih banyak bank asing, lantaran mereka sudah paham akan prospeknya.

PT Link Net Tbk (LINK) dan PT First Media Tbk (KBLV) pada 19 November 2015 telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham PT First Media Television.  Link Net membeli saham PT First Media Television sebanyak 6.124 lembar saham. Adapun nilai transaksi pembelian sebanyak Rp9.414.327.216. Ini merupakan transaksi afilasi dimana Link Net dan First Media adalah perusahaan di bawah bendera Lippo Group.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar