Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan kembali bermanuver di zona hijau, setelah berhasil mencatatkan kenaikan indeks akhir pekan lalu. Analis memperkirakan, IHSG akan melanjutkan pola kenaikan jangka pendek didorong aksi bargain hunting. Namun tekanan aksi jual di bursa Asia dan derasnya arus modal keluar, menghantui perjalanan indeks sepanjang hari ini.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan pergerakan bursa saham gobal dan nilai tukar rupiah akhir pekan lalu,serta derasnya arus keluar dana asing, berpotensi melemahkan laju indeks saham. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.430 dan resistance 4.515. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNVR [UNVR 36,300
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, ditutup dengan membukukan penurunan tajam pada semua semua indeks acuan, terburuk sejak Agustus. Aksi jual saham emiten teknologi dan perdagangan ritel serta kekhawatiran akan dampak aksi terorisme di Perancis memperdalam penurunan indeks. Data penjualan ritel yang lebiih rendah dari estimasi pasar menambah kecemasan investor mengenai pertumbuhan ekonomi AS di tengah persiapan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada bulan depan. Penurunan tajam harga komoditas, terutama minyak, memperburuk sentimen investor.
Dow Jones Industrial Average turun 1,16% (-202,83 poin) menjadi 17.245,24, anjlok 3,7% selama pekan lalu.
S & P 500 melemah 1,12% (-22,93 poin) menjadi 2.023,04, rontok 3,6% dibanding pekan sebelumnya.
Nasdaq Composite melorot 1,54 persen (-77,20 poin) ke 4.927,88, tergerus 2% sepanjang pekan lalu.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melemah 0,64% menjadi US$20,04
Bursa saham utama Eropa, akhir pekan lalu melemah, tertekan oleh penurunan harga komoditas - terutama minyak dan logam - serta laporan keuangan emiten yang membebani sentimen investor. Penurunan indeks juga terpengaruh oleh kilasan penurunan data pertumbuhan PDB Perancis dan Jerman kuartal ketiga.Secara keseluruhan zona euro hanya tumbuh 0,3 persen dibanidng kuartaal sebelumnya, di bawah ekspektasi analis.
FTSE 100 London, turun 0,98% (-60,40 poin) menjadi 6.118,28.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,69% (-74,23 poin) ke level 10.708,40.
CAC 40 Paris melorot 1,00% (-48,70 poin) menjadi 4.807,95.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia, akhir pekan lalu berhasil membukukan kenaikan, didorong oleh penguatan sentimen konsumen AS yang melebihi perkiraan. Meskipun data penjualan ritel AS lebih rendah dari ekspektasi, namun data penjualan ritel yang sedikit meningkat dari bulan sudah cukup untuk memperkuat dolar. Perbedaan arah kebijakan moneter AS dengan Uni Eropa dan Jepang, memperkuat kurs dolar terhadap euro dan yen. Indeks dolar yang mengukur kurs dolar AS tehadap sejumlah mata uang mitra dagang utama AS naik 0,44% menjado 99,08, namun cenderung mendatar dibanding pekan lalu.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah dunia, pekan lalu berakhir dengan emncatatkan harga di level terendah dalam dua bulan terkahir, terpengaruh oleh kenaikan stok minyak mentah negara-negara maju. Rilis data Departemen Energi AS , Jumat lalu, memperlihatkaan kenaikan persediaan minyak mentah AS sebesar 487 juta barel. Sementara Internasional Energy Agency memperkirakan persediaan minyak di seluruh dunia telah menyentuh rekor 3 miliar barel, karena produksi OPEC yang tak kunjung menyurut. Pasar juga dicemaskan oleh kabar akan dimulainya produksi minyak Iran dan perang harga antara Rusi dan Arab Saudi memperebutkan pasar Asia. Sepanjang pekan lalu, harga minyak dunia melorot sekitar 8 persen dibanding pekan sebelumnya.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember turun 2,42% menjadi US$40,74 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember turun 1,02% ke US$43,61 per barel.
Harga emas di bursa berjangka New York terus melemah, seiring dengan mengautnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti. Para investor melepas emas dan beralih ke dolar AS. Menurut data U.S. Commodity Futures Trading Commission AS, ada lebih dari US$8 miliar terhapus dari nilai aset tahun ini, dengan posisi net-long kontrak berjangka emas turun 40% menjadi 72.075 kontrak per tanggal 3 November lalu. Analis memperkirakan jika The Fed akhirnya menaikkan tingkat suku bunga, harga emas akan turun hingga US$ 1.000 per ounce. Sementara peluang kenaikan hingga akhir tahun bisa mencapai US$ 1.145 per ounce.
Harga kontrak emas untuk pengiriman Desember turun ke US$1.080,9 per ounce, melemah 0,6% dibanding pekan lalu.
Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$1,088,41 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melemah__Aksi_Jual_dan_Arus_Keluar_Modal_Hantui_IHSG&level2=newsandopinion&id=3965232&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-Bisnis.jpg#.Vkkxo0_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar