Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones mengalami pelemahan 203 poin (-1,16%) pada level 17.245, S&P turun 23 poin (-1,12%) pada level 2.023 dan Nasdaq ditutup melemah 77 poin (-1,54%) pada level 4.928. Saham-saham Wall Street berakhir turun pada perdagangan akhir pekan mengikuti pelemahan pada pasar equitas dunia lainnya. Pelemahan disebabkan oleh aksi jual oleh para pelaku pasar terhadap saham-saham sektor retail menyusul kinerja keuangan yang dinilai mengecewakan, salah satunya Nordstrom Inc (-14,98%) dan J.C Penney (-15,36%). Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu dengan ditutup melemah, DAX melemah 75 poin (-0,69%) pada level 10.708, sementara FTSE melemah 61 poin (-0,98%) pada level 6.297. Pelemahan pada bursa saham eropa merespon pelemahan pada harga komoditas dunia, yang menyebabkan aksi jual pada saham-saham sektor komoditi.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada bursa saham global dan pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.685 per USD) turut menekan IHSG diawal perdagangan akhir pekan lalu. Aksi beli terhadap beberapa saham utama oleh investor perlahan membawa IHSG ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 11 poin (+0,24%) pada level 4.472. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 76,8M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industry dasar dan barang konsumsi yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 8 poin (+2,05%) dan 33 poin (+1,65%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin.

Seiring pelemahan pergerakan pada bursa saham gobal dan pelemahan yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap USD akhir pekan lalu dan kembali derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.430 dan resistance 4.515. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNVR(Spec Buy), CTRA(SoS), AKRA (SoS) dan BBCA(Spec Sell).
News Highlights
PT Hanjaya Mandala Tbk (HMSP) masih mendiskusikan rencanan untuk menaikkan harga jual rokok, terkait rencana Pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok pada 2016. Kenaikan cukai rokok yang rata-ratanya diperkirakan mencapai 11,19% tersebut dalam rangka mengejar target penerimaan negara dari cukai tahun 2016 yang sebesar Rp 146,4T.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan membangun pipa gas bumi sepanjang 600 km, yang menghubungkan sumber gas dengan konsumen di Kepulauan Riau. Pipa tersebut akan menghubungkan sumber migas di Laut Natuna ke pulau utama di Kepri seperti Batam dan Bintan. PGN juga akan membangun pipa gas dari ruas West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Kepri sejauh enam km
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan meresmikan operasional 'Packing Plant' Pontianak yang lokasinya dekat pintu gerbang perbatasan Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah. Packing Plant tersebut akan memperkuat posisi Semen Indonesia di industri semen di Kalbar dan nasional umumnya, yang saat ini menguasai market share di Kalbar sekitar 35% hingga Oktober 2015.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mematok angka pertumbuhan pendapatan pada tahun depan dikisaran 7-8% dari estimasi pencapaian pendapatan di akhir tahun ini yang diperkirakan sekitar Rp7,6T. Berarti, pendapatan perseroan pada tahun depan diperkirakan dapat menyentuh angka Rp8,13 hingga 8,20T. Untuk itu, RALS berencana mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun depan, sekitar Rp300 hingga 400M guna menambah gerai baru.
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) berencana melakukan penerbitan saham baru (rights issue) sebesar 20%. Aksi korporasi ini dilakukan guna mengembangkan kinerja perusahaan. Dari gelaran rights issue sebesar 20%, manajemen berharap dapat meraup dana segar sekitar Rp1T. Meski sudah berencana, manajeman perseroan belum bisa menjelaskan aksi korporasi itu terealisasikan kapan. Sebab, aksi itu masih menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Selain rights issue, perseroan juga tengah mengkaji opsi sumber pembiayaan lainnya, seperti pengajuan Medium Term Note (MTN). MTN pun sudah dimulai tahun ini sebesar Rp200M, mungkin ke depannya bisa ditambah nilainya.
PT Sentul City Tbk (BKSL) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,4T pada tahun 2016. Dana ini akan dipergunakan untuk pengembangan bisnis properti perusahaan pada tahun depan. Sebanyak Rp 1,2T dari dana capex tahun depan akan dialokasikan untuk pembangunan kawasan superblok Central Business District (CBD) Sentul City. Adapun sisanya, bakal digunakan perseroan untuk pembangunan perumahan landed.
PT Elnusa Tbk (ELSA) keluarkan Rp422M untuk investasi peralatan guna menjaga kinerja operasi dan kualitas layanan profesional perseroan kepada klien serta mendukung pertumbuhan usaha ke depan. Meskipun di tengah tekanan pendapatan usaha, kinerja Elnusa sampai kuartal ketiga tahun ini relatif masih baik. Laba bersih per September 2015 ini adalah sebesar Rp226M. Sedangkan laba bersih periode sebelumnya Rp288M.
PT Express Transindo Utama (TAXI) mulai membenahi kinerja keuangannya termasuk membereskan utang perseroan dengan total Rp 1,7T. Tahun depan, perseroan berencana menjual asetnya berupa tanah yang saat ini dimiliki perseroan. penjualan aset, minimal di atas 15ha, itu untuk mengurangi posisi utang kita. Utang bank total Rp 1,7T. Landbank itu cukup untuk menutup semuanya. Outlook 2016 kita kurangi utang, lalu Semester dua tahun kinerja diharapkan membaik seiring perbaikan ekonomi juga.
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengaku, akan lebih berhati-hati dalam melakukan investasi di tahun depan. Ini dilakukan perseroan lantaran belum membaiknya pasar otomotif dalam negeri yang merosot akibat lesunya perekonomian global maupun lokal. Hal tersebut terlihat pada investasi yang dilakukan perseroan pada tahun depan. Ya, salah satu grup Astra ini hanya akan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp637,5M di tahun depan.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar