Bursa saham Jepang memulai kembali perdagangannya hari dengan bergairah, setelah libur dan terkoreksi tajam sehari sebelumnya. Indeks Nikkei 225 melambung 1,72% (320,42 poin) menjadi 19.003,66 pada pukul 08.20 WIB, ditopang oleh kenaikan harga saham emiten terkait minyak, dan lonjakan pencatatan harga saham perdana Japan Post Holding sebesar 15,5%, senilai US$11,5 miliar.
Pada jam yang sama index ASX 200 Australia melesat 0,97% (50,98 poin) menjadi 5.290,20. Laju indeks didukung oleh kenaikkan harga ssahaam emitten pertambangan dan perbankan. Tapi indeks Kospi, Korea Selatan, melemah 0,10% (-2,15 poin) menjadi 2.046,25.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gaabungan (IHSG) hari diharapkan akan kembali bermanuver di zona hijau, mengikuti tren penguatan global. Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan tren penguatan global, naik menembus target resisten terdekat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada bursa saham global, IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin, serta akan diumumkannya paket kebijakan ekonomi VI pada hari ini berpotensi mendorong indeks untuk kembali melanjutkan penguatan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.495 dan resistance 4.570. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMRA [SMRA 1,465
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, didorong oleh kebangkitan kembali harga saham emiten energi, teknologi dan ritel. Laporan keuangan sejumlah emiten, memicu gairah investor untuk membeli saham.
Data penjualan mobil AS untuk Oktober, naik dari 16,6 juta pada tahun lalu menjadi 18,2 juta. Sedangkan data pemesanan pabrikan AS untuk September turun 1 persen.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,50% (89,39 poin) menjadi 17.918,15.
S&P 500 naik 0,27% (5,74 poin) ditutup di 2.109,79.
Nasdaq Composite tumbuh 0,35% (17,98 poin) menjadi 5.145,13.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 2,62% menjadi US$21,52.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam berhasil keluar dari tekanan penurunan indeks saham acuan, setelah reli harga minyak mampu mengalahkan aksi jual lantaran kejatuhan harga saham UBS yang terkait skandal FIFA dan Standard Chartered yang merugi besar.
Indeks DAX Jerman, terpukul oleh kelanjutan skandal Volkswagen yang menekan harga saham lain di bidang otomotif.
FTSE 100 London, melaju 0,34% (21,81 poin) menjadi 6.383,61.
DAX 30 Frankfurt, hanya naik 0,48 poin, mandek di 10.951,15.
CAC 40 Paris menguat 0,41% (19,97 poin) ke level 4.936,18.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi menguat, sejalan dengan rilis sejumlah data ekonomi yang bisa mendukung kenaikan suku bunga The Fed pada Desember nanti.
Sementara itu, investor menunggu laporan penggajian (payroll) non-pertanian AS yang dipantau cermat pada Jumat untuk mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif tentang pemulihan pasar tenaga kerja di negara itu.
Indeks dolar yang mengukur kuras greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naiil 0,23% menjadi 97,16.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, pagi tadi melonjak hampir 4 persen, didukung ekspektasi pasar yang lebih kuat menjelang laporan minyak AS.
Pasar memperkirakan kilang-kilang minyak AS akan mengkonsumsi lebih banyak minyak mentah setelah menjalani musim pemeliharaan, dan mampu memenuhi permintaan yang lebih tinggi.
Harga minyak dunia juga meningkat, didukung oleh aksi mogok di Brazil dan kegagalan pengapalan minyak mentah Libya.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember naik US$1,76 menjadi US$47,90 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember naik US$1,75 menjadi US$50,54 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan tertekan penguatan dolar AS dan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Investor menungggu rilis data neraca perdagangan dan laporan bulanan ketenagakerjaan AS, Rabu ini.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$21,8 (-1,92%) menjadi US$1.114,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1,5% menjadi US$1.115,51 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Lanjutkan_Penguatan__IHSG_Bergerak_Naik&level2=newsandopinion&id=3940956&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG4-Antara%20News.jpg#.Vjlptl7cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar