Rabu, November 4

Equity Update 4 November 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, Dow Jones menguat 89 poin (+0,50%) pada level 17.918, S&P naik 6 poin (+0,28%) pada level 2.110 dan Nasdaq ditutup menguat 18 poin (+0,35%) pada level 5.145. Bursa Wall Street berakhir menguat di topang oleh saham-saham energy dan teknologi. Diantaranya saham Apple dan Microsoft yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,15% dan 1,71%. Data penjualan mobil di AS yang mengalami kenaikan sebagai dampak dari rendahnya harga gas juga turut berkontribusi terhadap kenaikan indeks di bursa saham Wall Street. Dari Eropa, mayoritas bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, DAX mengalami penguatan 0 poin (+0,00%) pada level 10.951, sementara FTSE menguat 22 poin (+0,35%) pada level 6.384. Bursa eropa bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi di sepanjang perdagangan, namun kembali reboundnya harga minyak dunia memberikan sentiment positif sehingga mampu mengangkat indeks kembali ke zona hijau.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan pada index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona hijau. Aksi beli pelaku pasar domestic dan penguatan nilai tukar rupiah (ditutup di level Rp 13.563 per USD) mampu membuat IHSG terus berada di zona hijau sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat signifikan sebesar 68 poin (+1,53%) pada level 4.534. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 170,2M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor berada di zona hijau, hanya sektor perdagangan yang mengalami pelemahan sebesar 1 poin (-0,10%). Sektor industry dasar dan keuangan yang masing-masing menguat sebesar 13 poin (+3,44%) dan 18 poin (+2,83%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.


Seiring penguatan pada bursa saham gobal, penguatan signifikan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin serta akan diumumkannya paket kebijakan ekonomi VI oleh pemerintah pada hari ini membuat IHSG berpotensi untuk kembali melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.495 dan resistance 4.570. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  SMRA(Buy), KIJA(Buy), BBCA(Spec Buy) dan SMGR(Spec Buy).


News Highlights

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) setelah IPO (Intial public Offers / Penawaran Umum Perdana) membukukan peningkatan laba bersih pada Q3 2015 sebesar 11,67% menjadi Rp439,35M atau Rp30,20 (sebelum Stock Split MIKA Rp301,96) per saham dari Rp267,93M atau Rp27,04 (sebelum stock split Rp270,41) per saham pada periode yang sama tahun 2014. Pertumbuhan pendapatan pokok Perseroan dari Rp1,47T menjadi Rp1,60T atau tumbuh 8,84%. 

PT Waskita Karya (Persero)Tbk (WSKT) ditugaskan menggarap proyek Light Rail Transit di Palembang. Penugasan tersebut setelah Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2015 Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) di Provinsi Sumatera Selatan. Rute transportasi massal tersebut adalah Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang – Jakabaring Sport City. WSKT siap mengerjakan pembangunan kereta api ringan (LRT) di Palembang, sepanjang 26 km dengan nilai proyek sebesar Rp7 triliun. Pemasangan tiang pancang akan dilakukan November 2015.

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 29,63% menjadi Rp70,40M atau Rp60,89 per saham dari Rp54,31M atau Rp46,98 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Peningkatan kinerja Perseroan pada Q3 2015 didukung oleh pertumbuhan pendapatan pokok Perseroan dari Rp2,42T menjadi Rp3,01T atau tumbuh 24,38%.

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan penjualan batubara tahun 2016 dapat naik 35,7% menjadi 28,13 juta ton dari proyeksi tahun 2015 sebesar 20,73 juta ton dengan porsi ekspor diperkirakan mencapai 45,4% dan sisanya dijual untuk pasar domestik sebesar 54.6%. Untuk itu perseroan akan meningkatkan produksi hingga 29% menjadi 25,69 juta ton dari 19,88 juta ton.

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun depan sebesar Rp1,2T. Angka ini menurun dari anggaran capex sebelumnya yang mencapai Rp1,4T. Alasan lebih rendahnya capex yang dicanangkan pada 2016 dari tahun ini, lebih dikarenakan pada tahun ini perseroan lebih gencar membangun sejumlah pabrik.

Medco Energi Internasional Tbk(MEDC) memperkirakan realisasi investasi untuk tahun ini hanya akan mencapai USD211,7 juta atau turun 30% YoY. Meskipun demikian, produksi migas perseroan tetap dipertahankan di kisaran 51 ribu barel setara minyak per hari. Realisasi belanja modal untuk eksplorasi dan eksploitasi di area domestik dan internasional diturunkan dari USD305 juta pada 2014 menjadi USD211,7 juta hingga akhir tahun. Meskipun terjadi efisiensi belanja modal, perseroan telah menyelesaikan pengembangan Lapangan Senoro di Sulawesi Tengah. Produksi gas darilapangan ini sebesar 250 juta kaki kubik per hari. Meskipun harga minyak turun hingga 50%, EBITDA hingga akhir tahun diperkirakan dapat dipertahankanp ada kisaran USD200,4 juta atau turun 30% YoY.

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), berencana mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun depan sekitar Rp400 hingga 500M. anggaran belanja modal tersebut akan digunakan perseroan untuk memboyong sekitar 1.000 armada anyar.

PT Multipolar Tbk (MLPL) meraih kenaikan penjualan sebesar Rp13,33T hingga periode September 2015 dibandingkan penjualan tahun sebelumnya Rp12,43T.  Beban pokok naik jadi Rp10,75T dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp10,12T. Beban usaha naik jadi Rp2,92T dari beban usaha tahun sebelumnya Rp2,33T dan beban lainnya naik jadi Rp536,73M dari beban lainnya tahun sebelumnya yang Rp115,15M. Rugi usaha diderita sebesar Rp611,88M usai meraih laba usaha tahun sebelumnya yang Rp320,30M. Rugi sebelum pajak menjadi Rp804,29M usai meraih laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp364,75M.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar