Market
Review
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari
penguatan pada index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona hijau.
Aksi beli pelaku pasar domestic dan penguatan nilai tukar rupiah (ditutup di
level Rp 13.563 per USD) mampu membuat IHSG terus berada di zona hijau
sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat signifikan sebesar
68 poin (+1,53%) pada level 4.534. Investor asing mencatatkan jual bersih
(foreign net sell) sebesar
170,2M
di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor berada di zona hijau,
hanya sektor perdagangan yang mengalami pelemahan sebesar 1 poin (-0,10%). Sektor industry dasar
dan keuangan yang masing-masing menguat sebesar 13 poin (+3,44%) dan 18 poin
(+2,83%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
Seiring penguatan pada bursa saham gobal,
penguatan signifikan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD
kemarin serta akan diumumkannya paket kebijakan ekonomi VI oleh pemerintah pada
hari ini membuat IHSG berpotensi untuk kembali melanjutkan penguatan. IHSG akan
bergerak pada rentang support 4.495 dan resistance 4.570. Pergerakan keluar
masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus
diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMRA(Buy), KIJA(Buy),
BBCA(Spec Buy) dan SMGR(Spec Buy).
News Highlights
PT Mitra Keluarga
Karyasehat Tbk (MIKA) setelah IPO (Intial public Offers / Penawaran Umum
Perdana) membukukan peningkatan
laba bersih pada Q3 2015 sebesar 11,67% menjadi Rp439,35M atau Rp30,20 (sebelum Stock Split MIKA Rp301,96) per saham dari
Rp267,93M atau Rp27,04 (sebelum stock split Rp270,41) per saham pada periode
yang sama tahun 2014. Pertumbuhan pendapatan pokok Perseroan dari Rp1,47T
menjadi Rp1,60T atau tumbuh 8,84%.
PT Waskita Karya
(Persero)Tbk (WSKT) ditugaskan menggarap proyek Light Rail Transit di
Palembang. Penugasan tersebut setelah Presiden
Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2015
Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) di
Provinsi Sumatera Selatan. Rute transportasi massal tersebut adalah Bandar
Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang
– Jakabaring Sport City. WSKT siap mengerjakan pembangunan kereta api
ringan (LRT) di Palembang, sepanjang 26 km dengan nilai proyek sebesar Rp7 triliun.
Pemasangan tiang pancang akan dilakukan November 2015.
PT Siloam International
Hospitals Tbk (SILO) membukukan peningkatan
laba bersih sebesar 29,63% menjadi Rp70,40M atau Rp60,89 per saham dari
Rp54,31M atau Rp46,98 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Peningkatan
kinerja Perseroan pada Q3 2015 didukung oleh pertumbuhan pendapatan pokok
Perseroan dari Rp2,42T menjadi Rp3,01T atau tumbuh 24,38%.
PT Tambang Batubara Bukit
Asam Tbk (PTBA) menargetkan penjualan batubara tahun 2016 dapat naik 35,7%
menjadi 28,13 juta ton dari proyeksi tahun 2015 sebesar 20,73 juta ton dengan
porsi ekspor diperkirakan mencapai 45,4% dan sisanya dijual untuk pasar
domestik sebesar 54.6%. Untuk itu perseroan akan meningkatkan produksi hingga
29% menjadi 25,69 juta ton dari 19,88 juta ton.
PT Tunas Baru Lampung Tbk
(TBLA), mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) pada
tahun depan sebesar Rp1,2T. Angka ini menurun dari anggaran capex sebelumnya
yang mencapai Rp1,4T. Alasan lebih rendahnya capex yang dicanangkan pada 2016
dari tahun ini, lebih dikarenakan pada tahun ini perseroan lebih gencar
membangun sejumlah pabrik.
Medco Energi Internasional
Tbk(MEDC) memperkirakan realisasi investasi untuk tahun ini hanya akan mencapai
USD211,7 juta atau turun 30% YoY. Meskipun demikian, produksi migas perseroan
tetap dipertahankan di kisaran 51 ribu barel setara minyak per hari. Realisasi
belanja modal untuk eksplorasi dan eksploitasi di area domestik dan
internasional diturunkan dari USD305 juta pada 2014 menjadi USD211,7 juta
hingga akhir tahun. Meskipun terjadi efisiensi belanja modal, perseroan telah
menyelesaikan pengembangan Lapangan Senoro di Sulawesi Tengah. Produksi gas
darilapangan ini sebesar 250 juta kaki kubik per hari. Meskipun harga minyak
turun hingga 50%, EBITDA hingga akhir tahun diperkirakan dapat dipertahankanp
ada kisaran USD200,4 juta atau turun 30% YoY.
PT Express Transindo Utama
Tbk (TAXI), berencana mengalokasikan dana belanja modal atau capital
expenditure (capex) pada tahun depan sekitar Rp400 hingga 500M. anggaran belanja modal tersebut akan
digunakan perseroan untuk memboyong sekitar 1.000 armada anyar.
PT Multipolar Tbk (MLPL) meraih kenaikan penjualan sebesar
Rp13,33T hingga periode September 2015 dibandingkan penjualan tahun sebelumnya
Rp12,43T. Beban pokok naik jadi
Rp10,75T dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp10,12T. Beban usaha naik jadi Rp2,92T dari beban
usaha tahun sebelumnya Rp2,33T dan beban lainnya naik jadi Rp536,73M dari beban
lainnya tahun sebelumnya yang Rp115,15M. Rugi usaha diderita sebesar Rp611,88M
usai meraih laba usaha tahun sebelumnya yang Rp320,30M. Rugi sebelum pajak
menjadi Rp804,29M usai meraih laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp364,75M.
DISCLAIMER: This research is based on
information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make
any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to
its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject
to change without notice. This document is prepared for general circulation.
Any recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular needs of
any specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have
positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or
its affiliates may seek or will seek investment banking or other business
relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar