Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melangkah naik, mengurangi kerugian akhir pekan lalu, terdorong oleh sentimen positif rilis data BPS, di tengah tekanan penurunan bursa saham Asia. Analis memperkirakan sentimen positif dari rilis data BPS akan mampu meredam potensi pelemahan, dan membalik arah pergerakan indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan bursa saham gobal, IHSG dan nilai tukar rupiah akhir pekan kemarin, serta derasnya arus keluar dana asing berpotensi melanjutkan pelemahan IHSG. Indeks akan bergerak pada rentang support 4.425 dan resistance 4.495. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BMRI [BMRI 8,700
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lau ditutup dengan membukukan penurunan pada semua indeks acuan. Namun secara keseluruhan, Wall Street berhasil mengakhiri Oktober ini dengan mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2011. Indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan bulanan tertinggi sebesar 8,5% dibanding sebulan sebelumnya. Analis mengatakan, akhir pekan kemarin pasar melakukan konsolidasi setelah lonjakan selama Oktober, menjelang rilis laporan ketenagakerjaan dan sejumlah data ekonomi pekan ini yang akan mempengaruhi keputusan The Fed dalam rapat kebijakan Desember nanti.
Dow Jones Industrial Average turun 0,52% (-92,26 poin) ke level 17.663,54.
S&P 500 turun 0,48% (-10,05 poin) ditutup pada 2.079,36,
Nasdaq Composite turun 0,40% (-20,53 poin) menjadi 5.053,75.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,64% menjadi US$20,15.
Bursa saham utama Eropa, akhir pekan lalu ditutup bervariasi dengan hanya membukukan penurunan pada indeks FTSE 100 Inggris yang terpengaruh oleh penurunan harga saham emiten perbankan dan perdagangan ritel. Namun secara keseluruhan indeks saham acuan Eropa mencatatkan kenaikan bulanan hingga 8 persen selama Oktober, terbaik sejak Juli 2009. Laju indeks, tertahan oleh laporan data inflasi zona euro untuk September yang masih mencatatkan angka negatif, menskipun angka ketenagakerjaan menunjukkan angka positif.
FTSE 100 London turun 0,54% (34,71 poin) menjadi 6.361,09.
DAX 30 Frankfurt naik 0,46% (49,30 poin) ke level 10.850,14.
CAC 40 Paris menguat 0,24% (11,84 poin) menjadi 4.897,66.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, lantaran rilis sejumlah data ekonomi AS yang melemah sehingga menurunkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga The Fed akhir tahun ini. Data pendapatan dan belanja pribadi konsumen AS untuk September lebih rendah dari yang diharapkan, dengan hanya meningkat masing-masing sebesar 0,1 persen. Sementara angka akhir indeks sentimen konsumen yang diterbitkan oleh Thomson Reuters/University of Michigan berada di tingkat 90,0 untuk Oktober, gagal memenuhi konsensus pasar 92,5. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,39 persen menjadi 96,90.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu kembali berhasil mencatatkan kenaikan selama tiga hari berturut-turut, membukukan kenaikan mingguan sebesar 4,5 persen. Kenaikan harga minyak didorong oleh data penurunan produksi minyak, sejalan dengan berkurangnya aktivitas pengeboran minyak AS. Data Departemen Energi AS menunjukkan produksi minyak pada Agustus turun 45.000 barel per hari dari 9,3 juta bph pada Juli lalu. Data Baker Hughes menyebutkan aktivitas pengeboran hingga akhir Oktober, turun 16 rig menjadi 578 rig, atau turun 64 persen dibanding tahun lalu.
Harga minyak mentah WTI, untuk pengiriman Desember naik 53 sen menjadi US$46,59 per barel.
Harga minyak mentah Brent, untuk penyerahan Desember naik 76 sen menjadi US$49,56 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu berakhir turun karena para pedagang masih terus berspekulasi tentang potensi kenaikan suku bunga AS. Indikator Fedwatch CMEGroup menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed masih sebesar 54,3 persen. Harga emas tertahan dari tekanan penurunan lebih dalam, karena laporan inflasi September masih jauh dari target untuk mendukung kenaikan suku bunga The Fed. Laporan pendapatan dan pengeluaran pribadi, yang disebut indeks harga PCE inti untuk September, acuan inflasi yang kerap digunakan The Fed juga belum mendukung untuk mencapai target inflasi.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$5,9 (-0,51%) menjadi US$1.141,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot 0,3% menjadi US$1.141,66 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Bergerak_Melemah__IHSG_Harapkan_Sentimen_Positif_Data_BPS&level2=newsandopinion&id=3935232&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-detik.jpg#.VjbBbF7cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar