Senin, November 2

Equity Update 02 November 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup melemah, Dow Jones melemah 92 poin (-0,52%) pada level 17.664, S&P turun 10 poin (-0,50%) pada level 2.079 dan Nasdaq ditutup melemah 20 poin (-0,40%) pada level 5.054. Saham-saham Wall Street berakhir melemah, setelah beberapa data ekonomi negara itu pada kuartal ketiga di rilis kurang baik dam laporan kinerja emiten yang bervariasi. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX menguat 49 poin (+0,46%) pada level 10.850, sementara FTSE melemah 35 poin (-0,54%) pada level 6.361. Bervariasinya  pergerakan pada bursa saham eropa mengikuti pergerakan pada pasar equitas Asia dan merespon bervariasinya laporan kinerja emiten kuartal III.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada mayoritas index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona merah. Meskipun sempat berbalik ke zona hijau, namun Laporan kinerja beberapa emiten yang kurang baik, aksi jual oleh investor asing dan Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.684 per USD) membuat IHSG kembali ke zona merah. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 17 poin (-0,38%) pada level 4.455. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 807,9M di pasar regular dan negosiasi. Sektor keuangan dan barang konsumsi yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 11 poin (-1,69%) dan 15 poin (-0,71%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin.




Seiring pelemahan pada bursa saham gobal, pelemahan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD akhir pekan kemarin serta kembali derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.425 dan resistance 4.495. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  BMRI(Spec Buy), ADHI(Spec Buy), BBRI(BoW) dan BMRI(BoW). 


News Highlights

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) alami pertumbuhan laba sebesar 7,3% per September 2015 menjadi Rp730,43M dari laba periode sama tahun sebelumnya Rp680,20M. Pendapatan naik jadi Rp1,47T dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp1,32T. 

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) meraih kenaikan laba bersih sebesar 35,97% menjadi Rp137,36M hingga periode September 2015 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp101,02M.  Pendapatan usaha naik jadi Rp5,41T dari pendapatan usaha tahun sebelumnya Rp5,19T. 

PT Mitra Keluarga Karya Sehat Tbk (MIKA) alami pertumbuhan laba bersih sebesar 11,66% hingga September 2015 menjadi Rp439,35M dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp393,44M.

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mengalami penurunan laba bersih per September 2015 sebesar 48,24% menjadi US$306,32 juta dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$591,79 juta.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) alami kenaikan laba bersih menjadi Rp625,42M per September 2015 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp537,14M.

PT Ramayana Lestari Tbk (RALS) meraih pendapatan sebesar Rp4,26T akhir September 2015 turun dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp4,63T. Laba tahun berjalan turun menjadi Rp304,48M dari laba tahun berjalan sebelumnya Rp339,72M.

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) meraih pendapatan sebesar Rp5,37Tper September 2015 naik dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang Rp4,22T. Sementara laba bersih tercatat Rp935,11M naik dari laba bersih tahun sebelumnya yang Rp882,25M.

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) alami penurunan laba sebesar 53,48% per September 2015 menjadi Rp151,27M atau Rp28,32 per saham dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp325,25M atau Rp65,81 per saham. Pendapatan usaha turun tipis menjadi Rp4,01T dari pendapatan usaha tahun sebelumnya Rp4,49T.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraih laba bersih Rp1,49T per September 2015 atau naik tipis dari laba bersih tahun sebelumnya yang Rp1,48T.

PT Kawasan Industri Jababaeka Tbk (KIJA) meraih pendapatan Rp2,28T per September 2015 naik dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya Rp2,05T. Laba bersih turun menjadi Rp70,94M dari laba bersih tahun sebelumnya Rp385,49M.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) alami penurunan laba sebesar 18,15% hingga September 2015 menjadi US$180,01 juta dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya yang US$219,96 juta.

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) alami penurunan laba bersih menjadi Rp649,44M hingga September 2015 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,38T.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar