Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup melemah, Dow Jones
melemah 92
poin
(-0,52%) pada level 17.664, S&P turun 10 poin (-0,50%) pada level 2.079 dan Nasdaq ditutup
melemah 20 poin (-0,40%) pada level 5.054. Saham-saham Wall Street berakhir melemah, setelah
beberapa data ekonomi negara itu pada kuartal ketiga di rilis kurang baik dam
laporan kinerja emiten yang bervariasi. Dari Eropa, bursa saham
mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX menguat 49 poin (+0,46%) pada level 10.850, sementara FTSE
melemah 35 poin (-0,54%) pada level 6.361. Bervariasinya
pergerakan pada bursa saham eropa mengikuti pergerakan pada pasar equitas Asia
dan merespon bervariasinya laporan kinerja emiten kuartal III.
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan akhir pekan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada mayoritas
index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona merah. Meskipun
sempat berbalik ke zona hijau, namun Laporan kinerja beberapa emiten yang kurang
baik,
aksi
jual oleh investor asing dan Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar
AS (di tutup di level Rp13.684 per USD) membuat IHSG kembali
ke zona merah.
IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 17 poin (-0,38%) pada level 4.455. Investor asing
mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 807,9M di pasar regular
dan negosiasi. Sektor keuangan dan barang
konsumsi yang
masing-masing mengalami pelemahan sebesar 11 poin (-1,69%) dan 15 poin (-0,71%) menjadi pemberat
utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin.
Seiring pelemahan pada bursa saham gobal,
pelemahan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD akhir
pekan kemarin serta kembali derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG
berpotensi untuk bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada
rentang support 4.425 dan resistance 4.495. Pergerakan keluar masuknya dana
asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat
asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa
dicermati antara lain: BMRI(Spec Buy), ADHI(Spec Buy), BBRI(BoW) dan
BMRI(BoW).
News Highlights
PT Lippo Cikarang Tbk
(LPCK) alami pertumbuhan laba sebesar 7,3% per September 2015 menjadi Rp730,43M
dari laba periode sama tahun sebelumnya Rp680,20M. Pendapatan naik jadi Rp1,47T
dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp1,32T.
PT Adhi Karya (Persero)
Tbk (ADHI) meraih kenaikan laba bersih sebesar 35,97% menjadi Rp137,36M hingga
periode September 2015 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya
Rp101,02M. Pendapatan usaha naik
jadi Rp5,41T dari pendapatan usaha tahun sebelumnya Rp5,19T.
PT Mitra Keluarga Karya
Sehat Tbk (MIKA) alami pertumbuhan laba bersih sebesar 11,66% hingga September
2015 menjadi Rp439,35M dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya
yang Rp393,44M.
PT Perusahaan Gas Negara
(Persero) Tbk (PGAS) mengalami penurunan laba bersih per September 2015 sebesar
48,24% menjadi US$306,32 juta dibandingkan laba bersih periode sama tahun
sebelumnya yang mencapai US$591,79 juta.
PT Blue Bird Tbk (BIRD)
alami kenaikan laba bersih menjadi Rp625,42M per September 2015 dibandingkan
laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp537,14M.
PT Ramayana Lestari Tbk
(RALS) meraih pendapatan sebesar Rp4,26T akhir September 2015 turun dari
pendapatan tahun sebelumnya yang Rp4,63T. Laba tahun berjalan turun menjadi
Rp304,48M dari laba tahun berjalan sebelumnya Rp339,72M.
PT Ciputra Development Tbk
(CTRA) meraih pendapatan sebesar Rp5,37Tper September 2015 naik dibandingkan
pendapatan tahun sebelumnya yang Rp4,22T. Sementara
laba bersih tercatat Rp935,11M naik dari laba bersih tahun sebelumnya yang
Rp882,25M.
PT Tunas Baru Lampung Tbk
(TBLA) alami penurunan laba sebesar 53,48% per September 2015 menjadi Rp151,27M
atau Rp28,32 per saham dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya
yang Rp325,25M atau Rp65,81 per saham. Pendapatan usaha turun tipis menjadi
Rp4,01T dari pendapatan usaha tahun sebelumnya Rp4,49T.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
meraih laba bersih Rp1,49T per September 2015 atau naik tipis dari laba bersih
tahun sebelumnya yang Rp1,48T.
PT Kawasan Industri
Jababaeka Tbk (KIJA) meraih pendapatan Rp2,28T per September 2015 naik
dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya Rp2,05T. Laba bersih
turun menjadi Rp70,94M dari laba bersih tahun sebelumnya Rp385,49M.
PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
alami penurunan laba sebesar 18,15% hingga September 2015 menjadi US$180,01
juta dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya yang US$219,96 juta.
PT Media Nusantara Citra
Tbk (MNCN) alami penurunan laba bersih menjadi Rp649,44M hingga September 2015
dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,38T.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar