Selasa, November 17

Market Brief: AS dan Asia Melaju, IHSG Variatif Berpeluang Menguat

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini dibuka menguat, mengikuti tren kenaikan di bursa saham Wall Street, didukung kenaikan harga saham emiten terkait minyak dan penerbangan.

Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,32% (256,69 poin) ke level 19.650,38, pada pukul 08.30 WIB, menghapus kerugian Senin kemarin, terpengaruh sentimen positif yang bertiup dari Wall Street dan pelemahan nilai tukar yen.

Harga saham-saham emiten otomotif, elektronika, dan terkait minyak berlompatan, harga saham emiten penerbangan bangkit kembali dari kejatuhan.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia bergerak naik, menembus 1,05% (52,68 poin) ke level 5.056,50, ditopang kenaikan haga ssaham emiten perminyakan dan perbankan. Harga saham emiten penerbangan rebound. Indeks Kospi, Korea Selatan, melesat 0,94% ke level 1.961,26.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan kembali menguat, mengikuti tren penguatan di bursa saham AS dan Asia, setelah mengalami penurunan tajam, kemarin.

Rilis suku bunga acuan BI hari ini diharapkan akan mendukung kenaikan IHSG. Analis memperkirakan, indeks berpeluang melanjutkan tren penguatan jangka pendek, sambil menunggu pengumuman suku bunga BI.

Namun para pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pelemahan lanjutan, jika pasar tidak merespons positif sentimen yang berkembang.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada bursa saham gobal dan percobaan pembalikan arah IHSG, kemarin, di tengah pelemahan rupiah dan derasnya arus keluar dana asing, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.410 dan resistance 4.570. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 12,900 -25 (-0,2%)] (Spec Buy), LPKR [LPKR 1,160 35 (+3,1%)] (Spec Buy), SSMS [SSMS 1,600 -55 (-3,3%)] (Sell) dan TTBA [PTBA 6,025 -350 (-5,5%)] (Sell).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan tajam, ditopang oleh lonjakan kenaikan harga saham yang terkait minyak dan pabrikan persenjataan, setelah Paris membalas serangan teror, Jumat lalu, dengan mengirimkan jet-jet tempur ke pusat-pusat aktivitas Negara Islam Irak-Suriah.

Sementara itu harga saham-saham terkait pariwisata dan penerbaangan melorot karena ekspektasi penurunan minta bepergian setelah serangan di Paris.

Dow Jones Industrial Average melesat 1,38% (237,77 poin) menjadi 17.483,01.
S&P 500 melonjak 1,49% (30,15 poin) ditutup di 2.053,19.
Nasdaq Composite melaju 1,15% (56,73 poin) ke level 4.984,62.

Harga ETF saham Indonesia di New York Stocks Exchange melonjak 2,50% menjadi US$20,54.

Bursa saham utama Eropa tadi malam bergejolak mengikuti perkembangan aksi terorisme di Paris, akhir pekan lalu yang diiringi kekhawatiran akan keamanan Eropa dari serangan teror.

Trauma serangan ISIS yang menewaskan 129 orang, mengganjal penguatan indeks CAC 40, kendati jet-jet tempur Prancis sudah diterbangkan untuk menyerang pusat-pusat kekuatan ISIS.

Bursa saham Inggris dan Jerman menguat pada akhir perdagangan. Harga saham penerbangan dan perhotelan berguguran.

FTSE 100 London menguat 0,46% (28,10 poin) menjadi 6.146,38.
DAX 30 Frankfurt naik tipis 0,05% (4,83 poin) ditutup di 10.713,23.
CAC 40 Paris melemah 0,08% (-3,64 poin) di level 4.804,31.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup menguat karena setelah guncangan aksi teror Prancis mereda, dan meningkatnya kembali ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Dolar tidak terpengaruh oleh hasil survei Empire State Manufacturing untuk November 2015 yang menunjukkan adanya penurunan kegiatan usaha selama empat bulan di sektor manufaktur New York.

Indeks kondisi bisnis secara umum sedikit berubah pada minus 10,7. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,44 persen menjadi 99,460.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot


mb17

Komoditas


Harga minyak mentah dunia di pasar New York dan London menguat, didorong oleh aksi jet-jet tempur Prancis yang menargetkan tanker dan fasilitas minyak Negara Islam Irak-Suriah (ISIS) membalas serangan teroris di Paris.

Serangan tersebut memicu ekspektasi eskalasi konflik di wilayah Suriah-Irak yang dikahwatirkan akan mengganggu produksi minyak. Perburuan harga murah ikut mendongkrak harga minyak, namun masih tertahan oleh melimpahnya stok dan pasokan minyak global.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, naik US$1,00 menjadi US$41,74 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari naik 9 sen menjadi US$44,56 per barel.

Harga emas di bura berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi menguat terpengaruh oleh aksi teroris di Paris yang memicu investor untuk berpaling ke logam mulia sebagai aset "safe haven".

Kenaikan harga emas juga didukung laporan pemburukan Empire State Index, negatif 10,74 pada November, yang melebihi perkiraan pasar. Namun ekspektasi kenaikan The Fed rate pada Desember mendatang, meredam kenaikan harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$2,7 (0,25%) menjadi US$1.083,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,4% menjadi US$1.097,90 per ounce.

(AFP,CNBC,Reuters)




Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__AS_dan_Asia_Melaju__IHSG_Variatif_Berpeluang_Menguat&level2=newsandopinion&id=3967711&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-3-bloomberg.jpg#.VkqFyE_cp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar