Mengawali perdagangan di Asia hari ini, bursa saham Australia mencatatkan lompatan indeks ASX 200 sebesar 1,6% dan terus melaju 1,86% (98,16 poin) ke level 5.362,00 pada pukul 08.30 WIB. Kenaikan indeks didorong oleh penguatan harga saham emiten perbankan dan energi.
Di saat yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang melambung 2,30% (424,57 poin) ke level 18.860,44, menguat dari 2,1% pada saat pembukaan. Harga saham emiten eksportir berlompatan, seiring dengan pelemahan yen terhadap dolar AS. Kenaikan harga saham emiten keuangan, memperkuat kenaikan indeks. Indeks Kospi, Korea Selatan melesat 1,33% ke level 2.049,93.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkanikut melaju didorong sentimen positif bursa global, setelah kemarin gagal keluar dari zona merah.
Analis memperkirakan, indeks akan berbalik menguat didorong oleh sentimen positif penguatan rupiah, meskipun masih menyimpan potensi untuk melanjutkan tren pelemahan.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan di bursa saham global, penguatan rupiah, dan masuknya dana investor asing, berpotensi mendorong penguatan IHSG.
Indeks akan bergerak pada rentang support 4.555 dan resistance 4.640. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BJBR [BJBR 775
Amerika Serikat dan Eropa
Gairah memburu saham di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan indeks saham acuan secara signifikan, melanjutkan aksi beli yang berlangsung di bursa saham utama Eropa.
Hasil rapat kebijakan ECB yang mengindikasikan kelanjutan program stimulus moneter untuk memerangi deflasi, serta rilis data klaim pengangguran AS dan penjualan rumah jadi yang mengindikasikan pemulihan ekonomi AS, memicu gairah investor untuk berburu saham. Rilis laporan keuangan sejumlah emiten yang melebihi ekspektasi pasar, ikut meramaikan perdagangan saham. Analis juga mencatat adanya perpindahan minat beli saham dari sektor kesehatan ke sektor teknologi,
Dow Jones Industrial Average melompat 1,87% (320.55 poin) ke level 17.489,16.
S&P 500 melesat 1,66% (33.57 poin) menjadi 2.052,51.
Nasdaq Composite melaju 1,65% (79.93 poin) ke posisi 4.920,05.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melambung 3,67% menjadi US$21,77.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berhasil mengakhiri perdagangan saham dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, dipicu oleh ekspektasi stimulus ekonomi ECB di zona euro pada Desember mendatang. Dalam pertemuan yang berakhir tadi malam, ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga sebesar 0,05%, dan tidak mengambil langkah baru, namun Gubernur ECB menjanjikan untuk mempelajari kembali kebijakan moneter bank sentral pada Desember mendatang. Kenaikan indeks juga didukung oleh rilis laporan keuangan sejumlah emiten yang memperlihatkan peningkatan kinerja secara signifikan.
FTSE 100 London naik 0,44% (27,86 poin) menjadi 6.376,28.
DAX 30 Frankfurt melambung 2,48% (253,87 poin) ke posisi 10.491,97.
CAC 40 Paris melesat 2.28% (107,08 poin) ke level 4.802,18.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dollar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi tadi menguat setelah investor mencerna data pengangguran Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan serta hasil pertemuan ECB yang mendukung penguatan dolar. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, angka pendahuluan klaim awal pengangguran hingga 17 Oktober mencapai 259.000, meningkat 3.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya, namun lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 265.000. Pernyataan Gubernur ECB bahwa zona euro membutuhkan stimulus moneter baru pada Desember untuk mendongkrak inflasi, melemahkan euro dan memperkuat dolar. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, melonjak 1,41 persen menjadi 96,378.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak dunia pagi tadi berhasil keluar dari tekanan, mencatatkan kenaikan tipis ditopang oleh aksi aji mumpuung memburu harga murah. Pasar membukukan penurunan tajam sekitar dua persen pada Rabu lalu, karena data resmi menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat lebih dari yang diperkirakan. Pasar juga merasakan tekanan dari pelambatan ekonomi China, yang mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto kuartal ketiga terendah dalam lebih dari enam tahun terakhir. Analis mengatakan, harga minyak masih berada dalam tekanan, karena pertemuan antara OPEC dan produsen minyak non-OPEC, Rabu, tidak membuahkan hasil yang berarti karena tidak ada potensi pengurangan produksi.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, naik 18 sen menjadi US$45,38 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember, naik 23 sen menjadi US$48,08 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan, tertekan oleh penguatan dolar AS. Kenaikan dolar didudkung oleh rilis data klaim pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan, dan laju kenaikan penjualan “existing houseâ€Â untuk September yang mencapai 4,7 persen. Hasil pertemuan kebijakan ECB yang mengisyaratkan stimulus ekonomi lebih lanjut dalam bentuk pembelian obligasi ikut memperkuat dolar, sehingga menekan minat beli emas yang dihargai dalam dolar AS.
Harga emas untuk pengiriman Desember, turun US$1 (0,09%) menjadi US$1.166,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot juga melemah 0,09% menjadi US$1.165,66 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS.com
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Hijau_Serentak__IHSG_Berpotensi_Bangkit_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=3916368&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VimJZF7cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar