Jumat, Oktober 23

Equity Update 23 Oktober 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifkan, Dow Jones ditutup menguat 320 poin (+1,87%) pada level 17.489, S&P naik  34 poin (+1,69%) pada level 2.053, dan Nasdaq menguat 80 poin (+1,65%) pada level 4.920. Bursa Wall Street mengakhiri perdagangan dengan menguat mengikuti penguatan pada mayoritas pasar equitas global dan ditopang oleh penguatan pada saham sejumlah emiten akibat kinerja mereka yang berhasil melampaui estimasi. Hal ini mendongkrak optimisme pelaku pasar mengenai kondisi perusahaan Amerika yang semakin membaik. eberapa di antaranya: McDonald's Corp +8,1%, EBay Inc +8,1%, dan Dow Chemical Co +5,1%. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat signifikan, DAX menguat 254 poin (+2,48%) pada level 10.492, sementara FTSE menguat 28 poin (+0,43%) pada level 6.376. Penguatan pada penutupan perdagangan di bursa saham eropa di dorong oleh komentar President European Central Bank (ECB) Mario Draghi yang mengindikasikan akan menggelontorkan sejumlah stimulus guna mendongkrak perekonomian Negara-negara zona eropa.


Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.640 per USD) membuat IHSG menguat di awal perdagangan, namun pelemahan pada bursa saham Asia mengundang aksi profit taking dari para pelaku pasar sehingga membawa IHSG ke zona merah. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 21 poin (-0,45%) pada level 4.584. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 28,8M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industry dasar dan aneka industri yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 12 poin (-2,93%) dan 19 poin (-1,71%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.




Seiring penguatan yang cukup signifikan pada perdagangan di bursa saham gobal, penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan masuknya dana investor asing ke bursa saham kita membuatc IHSG berpotensi bergerak menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.555 dan resistance 4.640. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BJBR(Buy), ICBP(Spec Buy),  PWON(Spec Buy), SMGR(Spec Sell). 


News Highlights

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih Rp 18,29T hingga triwulan III 2015. Laba bersih ini naik 1,4% dari periode sebelumnya di 2014 yang mencapai Rp 18,03T. Total kredit yang telah disalurkan BRI sampai triwulan III menyalurkan kredit Rp 518,97T atau tumbuh 11,8%. Pertumbuhan didorong kredit mikro yang tumbuh 14,7% yakni dari Rp 148,4 triliun jadi Rp 170,2 triliun. Nasabah meningkat 7,6 juta nasabah, sebelumnya 7,1 juta nasabah. Kredit mikro porsinya 32,8% dari total kredit. BRI berhasil menjaga angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) netto sebesar 0,6% dan NPL gross sebesar 2,2%.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan penurunan laba bersih pada Q3 2015 60,21% menjadi USD51,86 juta atau USD0,005 per saham dibandingkan USD130,35 juta pada periode yang sama tahun 2014. Penurunan kinerja INCO pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh Pendapatan pokok Perseroan yang mengalami penurunan dari USD772,30 juta menjadi USD613,14 juta, penurunan pendapatan tersebut akibat lesunya ekonomi dunia yang berimbas pada harga nickel. Perseroan juga akan menunda semua belanja modal untuk pertumbuhan ke tahun-tahun berikutnya karena beberapa izin dan lisensi yang diperlukan untuk pembangunan belum diperoleh. Adapun selama periode sembilan bulan pertama 2015, Vale telah mengeluarkan sekitar US$76,2 juta untuk belanja modal berkelanjutan.  

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) merupakan salah satu emiten yang mengalami musibah kebakaran lahan. Adapun, lahan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang terbakar itu merupakan milik anak usahanya PT National Sago Prima. SGRO pun terpaksa menelan pil pahit. Ini lantaran SGRO mendapatkan gugatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Gugatan yang dilayangkan itu berdasarkan Surat Panggilan Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 591/Pdt.G/2015/PN.Jkt-Sel tanggal 20 Oktober. Kebakaran lahan itu juga akan membuat lubang pada laporan keuangan SGRO. Pasalnya, SGRO memperoleh gugatan untuk membayar sebesar Rp 1,07T. Rinciannya yakni Rp 319,16M untuk membayar ganti kerugian lingkungan hidup dan Rp 753,74M untuk biaya pemulihan lingkungan.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi triwulan III-2015 mencapai Rp140T . meningkat 17% dibandingkan triwulan III pada 2014. Secara kumulatif realisasi investasi tahun ini hingga triwulan III mencapai Rp400T meningkat 16,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp342T. Adapun realisasi PMDN di triwulan III mencapai Rp47,8T sedangkan PMA mencapai Rp92,5T.

Pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi Jilid V :

1.     Insentif pajak dalam revaluasi asset perusahaan baik BUMN maupun swasta. Tarif normal 10% dipaket ini ada insentif potongan, revaluasi hingga akhir des 2015 : 3% , hingga juni 2016 : 4% dan hingga 31 des 2016 : 6%.
2.     Penghapusan pajak berganda utk kontrak investasi kolektif dana investasi real estate (DIRE) atau biasa disebut REITs


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar