Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri
perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifkan, Dow Jones ditutup
menguat 320 poin (+1,87%) pada level 17.489, S&P naik 34 poin (+1,69%)
pada level 2.053, dan Nasdaq menguat 80 poin (+1,65%) pada level 4.920. Bursa
Wall Street mengakhiri perdagangan dengan menguat mengikuti penguatan pada
mayoritas pasar equitas global dan ditopang oleh
penguatan pada saham sejumlah emiten akibat kinerja mereka yang berhasil
melampaui estimasi. Hal ini mendongkrak optimisme pelaku pasar mengenai kondisi
perusahaan Amerika yang semakin membaik. eberapa di antaranya: McDonald's Corp
+8,1%, EBay Inc +8,1%, dan Dow Chemical Co +5,1%. Dari Eropa, bursa
saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat signifikan, DAX
menguat 254 poin (+2,48%) pada level 10.492, sementara FTSE menguat 28 poin
(+0,43%) pada level 6.376. Penguatan pada penutupan perdagangan di bursa saham
eropa di dorong oleh komentar President European Central Bank (ECB) Mario
Draghi yang mengindikasikan akan menggelontorkan sejumlah stimulus guna
mendongkrak perekonomian Negara-negara zona eropa.
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Penguatan nilai tukar
rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.640 per USD) membuat IHSG menguat
di awal perdagangan, namun pelemahan pada bursa saham Asia mengundang aksi
profit taking dari para pelaku pasar sehingga membawa IHSG ke zona merah. IHSG
akhirnya ditutup melemah sebesar 21 poin (-0,45%) pada level 4.584. Investor
asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 28,8M di pasar regular
dan negosiasi. Sektor industry dasar dan aneka industri yang masing-masing
mengalami pelemahan sebesar 12 poin (-2,93%) dan 19 poin (-1,71%) menjadi
pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
Seiring penguatan yang cukup signifikan
pada perdagangan di bursa saham gobal, penguatan pada nilai tukar rupiah
terhadap dollar AS dan masuknya dana investor asing ke bursa saham kita
membuatc IHSG berpotensi bergerak menguat. IHSG akan bergerak pada rentang
support 4.555 dan resistance 4.640. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap
menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing
mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati
antara lain: BJBR(Buy), ICBP(Spec Buy), PWON(Spec Buy), SMGR(Spec Sell).
News Highlights
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih Rp 18,29T hingga triwulan III 2015.
Laba bersih ini naik 1,4% dari periode sebelumnya di 2014 yang mencapai Rp
18,03T. Total kredit yang telah disalurkan BRI sampai triwulan III menyalurkan
kredit Rp 518,97T atau tumbuh 11,8%. Pertumbuhan didorong kredit mikro yang
tumbuh 14,7% yakni dari Rp 148,4 triliun jadi Rp 170,2 triliun. Nasabah
meningkat 7,6 juta nasabah, sebelumnya 7,1 juta nasabah. Kredit mikro porsinya
32,8% dari total kredit. BRI berhasil menjaga angka kredit bermasalah atau Non
Performing Loan (NPL) netto sebesar 0,6% dan NPL gross sebesar 2,2%.
PT Vale Indonesia Tbk
(INCO) membukukan penurunan laba bersih pada Q3 2015 60,21% menjadi USD51,86
juta atau USD0,005 per saham dibandingkan USD130,35 juta pada periode yang sama
tahun 2014. Penurunan kinerja INCO pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh
Pendapatan pokok Perseroan yang mengalami penurunan dari USD772,30 juta menjadi
USD613,14 juta, penurunan pendapatan tersebut akibat lesunya ekonomi dunia yang
berimbas pada harga nickel. Perseroan juga akan
menunda semua belanja modal untuk pertumbuhan ke tahun-tahun berikutnya
karena beberapa izin dan lisensi yang diperlukan untuk pembangunan belum
diperoleh. Adapun selama periode sembilan bulan pertama 2015, Vale telah
mengeluarkan sekitar US$76,2 juta untuk belanja modal
berkelanjutan.
PT Sampoerna
Agro Tbk (SGRO) merupakan salah satu emiten
yang mengalami musibah kebakaran lahan. Adapun, lahan konsesi Hutan Tanaman
Industri (HTI) yang terbakar itu merupakan milik anak usahanya PT National Sago
Prima. SGRO pun terpaksa menelan pil pahit. Ini lantaran SGRO mendapatkan
gugatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Gugatan yang
dilayangkan itu berdasarkan Surat Panggilan Sidang Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan Nomor 591/Pdt.G/2015/PN.Jkt-Sel tanggal 20 Oktober. Kebakaran lahan itu
juga akan membuat lubang pada laporan keuangan SGRO. Pasalnya, SGRO memperoleh
gugatan untuk membayar sebesar Rp 1,07T. Rinciannya yakni Rp 319,16M untuk
membayar ganti kerugian lingkungan hidup dan Rp 753,74M untuk biaya pemulihan
lingkungan.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
mencatat realisasi investasi triwulan III-2015 mencapai Rp140T . meningkat 17%
dibandingkan triwulan III pada 2014. Secara kumulatif realisasi investasi tahun
ini hingga triwulan III mencapai Rp400T meningkat 16,7% dibandingkan periode
yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp342T. Adapun realisasi PMDN di triwulan
III mencapai Rp47,8T sedangkan PMA mencapai Rp92,5T.
Pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi
Jilid V :
1. Insentif pajak dalam
revaluasi asset perusahaan baik BUMN maupun swasta. Tarif normal 10% dipaket
ini ada insentif potongan, revaluasi hingga akhir des 2015 : 3% , hingga juni
2016 : 4% dan hingga 31 des 2016 : 6%.
2. Penghapusan pajak
berganda utk kontrak investasi kolektif dana investasi real estate (DIRE) atau
biasa disebut REITs
DISCLAIMER: This research is based on
information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make
any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to
its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject
to change without notice. This document is prepared for general circulation.
Any recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular needs of
any specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have
positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or
its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships
with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar