Rabu, Oktober 28

Market Brief: Global Cenderung Melemah, IHSG (Masih) Berpotensi Menguat



Bursa saham Asia pagi ini (28/10) bergerak bervariasi di tengah penantian pasar akan hasil rapat kebijakan Federal Reserve AS dan bank sentral Jepang, serta tekanan penurunan harga minyak.

Indeks Nikkei 225 Jepang bergerak menguat 0,49% (91,83 poin) ke posisi 18.868,87 pada pukul 08.30 WIB. Penguatan indeks didorong oleh ekspektasi investor adanya stimulus dari hasil pertemuan Bank of Japan, meskipun harga saham emiten terkait minyak berguguran.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia melemah 0,03% (-1,85 poin) ke level 5.344,30, tertekan oleh penurunan harga saham-saham emiten energi. Indeks Kospi, Korea Selatan melemah 0,43% ke level 2.035,88.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari bekapan zona merah sepaanjang hari kemarin, meskipun perkembangan di bursa saham global kurang mendukung.

Analis memperkirakan, indeks berpotensi mengalami technical rebound, keluar dari gempuran aksi ambil untung, dan berbalik arah ke zona hijau.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pembalikan arah IHSG kemarin dan masuknya kembali dana investor asing serta penguatan rupiah--di tengah pelemahan pada mayoritas bursa saham global--berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.625 dan resistance 4.710. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PTBA [PTBA 7,275 -175 (-2,3%)] (Buy), AALI [AALI 20,650 -225 (-1,1%)] (Buy), BMRI [BMRI 9,575 -75 (-0,8%)] (Spec Buy), dan BJBR [BJBR 770 0 (+0,0%)] (BoW).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah dengan membukukan penurunan pada semua indeks saham acuan, tertekan oleh melemahnya sejumlah indikator ekonomi AS.

Indeks kepercayaan konsumen versi The Conference Board untuk Oktober anjlok ke 97,6 dari 102,6 pada September. Rilis data Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan baru untuk barang tahan lama untuk September turun 1,2 persen, melanjutkan penurunan bulan sebelumnya. Laporan keuangan sejumlah emiten yang tidak memuaskan mendorong investor untuk melepas saham.

Dow Jones Industrial Average turun 0,24% (-41,62 poin) menjadi 17.581,43.
S&P 500 merosot 0,26% (-5,29 poin) ke level 2.065,89.
Nasdaq Composite melemah 0,09% (-4,56 poin) menjadi 5.030,15.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange merosot 1,73% menjadi US$21,61.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam berakhir dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan, terpengaruh oleh rilis data keuangan sejumlah emiten dan penurunan harga minyak.

Investor menghindari risiko menunggu hasil pertemuan Federal Reserve AS dan bank sentral Jepang pekan ini. Rilis sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan kelesuan, menekan minat investor untuk membeli saham.

FTSE 100 London melorot 0,81% (-51,75 poin) menjadi 6.365,27.
CAC 40 Paris anjlok 1,02% (-50,06 poin) ditutup di level 4.847,07.
DAX 30 Frankfurt merosot 1,01% (-109,15 poin) ke posisi 10.692,19.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi berhasil bertahan dari tekanan penurunan di tengah melemahnya sejumlah data indikator ekonomi AS, karena para investor menunggu hasil rapat kebijakan The Fed yang dijadwalkan berakhir hari ini.

Tekanan pelemahan dolar datang dari rilis data pesanan baru barang tahan lama manufaktur AS untuk September yang turun US$2,9 miliar atau 1,2 persen dibanding bulan lalu menjadi US$231,1 miliar.

Indeks Keyakinan Konsumen versi Conference Board untuk Oktober juga turun menjadi 97,6, dari 102,6 pada September, jauh di bawah konsensus pasar sebesar 102,5.

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mittra dagang utama AS, naik tipis 0,05 persen menjadi 96,92.

[B]Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot[/B]



Komoditas

Harga minyak dunia pagi tadi kembali berkhir dengan mencatatkan penurunan, karena pasar memperkirakan kenaikan persediaan AS di tengah kondisi cuaca yang membatasi permintaan.

Pernyataan menteri perminyakan Arab Saudi yang menyiratkan keengganan untuk mengurangi produksi, serta ketentuan dalam kesepakatan anggaran AS untuk menjual 58 juta barel cadangan minyak strategis AS selama enam tahun, semakin menekan hargga minyak,

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, turun 78 sen menjadi US$ 43,20 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember turun 73 sen menjadi US$46,81 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir dengan membukukan penurunan, karena pedagang membatasi spekulasi mereka, meskipun data ekonomi AS yang melemah mendukung kenaikan harga logam mulia menjelang pernyataan kebijakan The Fed.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun 40sen (-0,03%) menjadi US$1.165,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,26% menjadi US%1.165,53 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)

Sumber : [url]https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Cenderung_Melemah__IHSG_%28Masih%29_Berpotensi_Menguat&level2=newsandopinion&id=3925437&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-23-Solo%20Pos.jpg#.VjBC4LWrFpQ[/url]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar