Rabu, Oktober 28

Equity Update 28 Oktober 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones ditutup melemah 42 poin (-0,24%) pada level 17.581, S&P turun  5 poin (-0,25%) pada level 2.066 dan Nasdaq ditutup melemah 5 poin (-0,09%) pada level 5.030. Pelemahan lanjutan yang terjadi di bursa saham Wall Street mersepon bervariasinya kinerja keuangan emiten dan rilis data ekonomi yang juga masih beragam serta pelaku pasar yang masih cenderung melakukan aksi tunggu guna mencermati jalannya FOMC di AS. Pergerakan sejumlah saham juga turut mempengaruhi bursa AS. Salah satunya, saham Ford Motor Co yang anjlok 5% setelah membukukan laba di bawah estimasi. Meski demikian aa pula saham yang bergerak naik karena melaporkan kinerja yang baik seperti Alibaba Group Holding Ltd juga melaju 4,1% dan Yahoo Inc naik 2,7%. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, DAX melemah 109 poin (-1,01%) pada level 10.692, sementara FTSE melemah 52 poin (-0,81%) pada level 6.365. Pelemahan yang terjadi dibursa saham eropa merespon bervariasinya kinerja emiten dan pelemahan pada harga minyak dunia serta pelaku pasar yang masih menunggu hasil dari FOMC di AS.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negative dari pelemahan pada mayoritas index di bursa saham global menekan IHSG di sepanjang perdagangan kemarin. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.623 per USD) dan aksi beli oleh investor asing mampu membuat IHSG sedikit menguat, namun belum mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 18 poin (-0,38%) pada level 4.674. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 157,9M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industry dasar dan properti yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 7 poin (-1,69%) dan 6 poin (-1,16%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
equity28
Percobaan pembalikan arah pada IHSG kemarin dan kembali masuknya aliran dana dari investor asing serta kembali menguatnya nilai tukiar rupiah terhadap USD ditengah pelemahan pada mayoritas perdagangan di bursa saham gobal membuat IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.625 dan resistance 4.710. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PTBA(Buy), AALI(Buy),  BMRI(Spec Buy), dan BJBR(BoW).

News Highlights 

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami pertumbuhan laba tipis sebesar 3,3% hingga sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp4,18T atau Rp548 per saham dibandingkan dengan laba pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp4,04T atau Rp531 per saham. Penjualan bersih naik jadi Rp27,54T dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp26,08T.

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berhasil mencatat kinerja yang baik di sembilan bulan pertama tahun 2015. Tercatat, laba bersih mengalami kenaikan sebesar 30,5% menjadi Rp1,38T di semester I 2015, dibanding Rp 1,06T di periode yang sama tahun 2014. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 6,81T, 12,8% lebih tinggi dibanding Rp 6,03T yang dicatat di sembilan bulan pertama tahun 2014.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan melakukan "appraisal" atau taksiran nilai aset BRI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk revaluasi (penilaian kembali) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V.

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan mengubah bisnis utamanya ke biodiesel. Saat ini, TBLA tengah dalam pembangunan pabrik biodiesel berkapasitas 1.050 ton Crude Palm Oil (CPO) per hari. Untuk pembangunannya, TBLA perlu merogoh kocek US$ 15 juta. Berdasarkan hasil analisa perseroan, penggarapan biodiesel ini dinilai positif meningkatkan nilai perusahaan TBLA. Hitung-hitungan perusahaan, apabila TBLA tidak menggarap biodiesel, laba per sahamnya di 2016 diperkirakan hanya Rp 126. Sedangkan jika menggarap biodiesel, laba per sahamnya bisa lebih tinggi 10,31% ke posisi Rp 139 di tahun 2016. Kemudian, di tahun 2020, laba per saham tanpa mengerjakan biodiesel diperkirakan Rp 326. Sementara jika TBLA berfokus di biodiesel, laba per sahamnya bisa lebih tinggi 4,9% mencapai Rp 342 pada tahun 2020.

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akhirnya mematok harga pelaksanaan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu alias rights issue senilai Rp 1.200 per saham. Produsen pakan ini akan menawarkan maksimal 447,75 juta saham baru atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Jadi, MAIN berpotensi meraup Rp 537,75 miliar dari hajatan ini Harga pelaksanaan ini merupakan ambang bawah harga perencanaan sebelumnya, yaitu Rp 1.200-Rp 1.600 per saham.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) kembali mengumumkan percepatan pelunasan atas pinjaman kali ini dari Royal Bank of Scotland (RBS) sebesar US$100 juta. Percepatan pelunasan ini dilakukan seiring dengan proses pencairan pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Dengan penyelesaian semua pinjaman dalam US Dollar yang tidak dihedge,manajemen berharap beban perusahaan menjadi berkurang, dan dapat mendukung kinerja XL ke depan. Dengan demikian, hingga saat ini, seluruh pinjaman eksternal yang dimiliki oleh XL dalam US$ yang tidak di-hedge telah dilunasi dan XL hanya memiliki pinjaman eksternal dalam US Dollar yang telah di-hedge hingga saat jatuh tempo.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) hingga Triwulan III 2015 mencatatkan laba sebesar Rp1,9T, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,1T. Kendati menurun dibandingkan September tahun lalu, Danamon mencatatkan beberapa peningkatan pada kuartal ketiga 2015 dibandingkan dengan kuartal kedua. Peningkatan tersebut termasuk pertumbuhan laba bersih setelah pajak sebesar 14% pada kuartal ketiga dibandingkan pada kuartal kedua menjadi Rp643M.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) Hingga kuartal III 2015 membukukan kinerja yang masih cukup positif dibanding dengan kinerja di periode sama tahun 2014. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada perolehan laba perseroan sepanjang kuartal III 2015 sebesar 19,68%. Salah satu produsen semen ini hingga kuartal III 2015 mencatat laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp264,66M, sementara di periode yang sama tahun 2014 tercatat sebesar Rp221,14M. Laba yang dibukukan hingga kuartal III 2015 diraih setelah perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,03T, atau meningkat 26,44% dari penjualan bersih di periode sama tahun 2014 yang hanya mencapai Rp816,84M.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar