Selasa, Oktober 27

Market Brief: Global Cenderung Melemah, IHSG Andalkan Dukungan Ekonomi Domestik

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (27/10) dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan di bursa saham Eropa dan Amerika Serikat.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka mendatar 0,01% (0,51 poin) di level 5.348,50 pada pukul 08.30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,23% (-44,33 poin) ke posisi 18.902,79. Penurunan indeks, terutama disebabkan oleh penurunan harga saham emiten elektronika dan otomotif. Pasar juga menunggu keputusan pertemuan kebijakan moneter bank sentral Jepang. Indeks Kospi, Korea Selatan, turun 0,48% menjadi 2.038,20.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu bertahan di tengah kecenderungan pelemahan di bursa saham global. Analis mengatakan, indeks masih berpeluang membentuk tren penguatan selama didukung kondisi positif perekonomian domestik. Pelaku pasar disarankan mencermati potensi pembalikan arah akibat aksi jual harian.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan tipis pada mayoritas bursa saham gobal dan kembali tertekannya nilai tukar rupiah, di tengah penguatan IHSG kemarin berpotensi membuat indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.650 dan resistance 4.730. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASRI [ASRI 414 0 (+0,0%)] (Buy), MIKA [MIKA 2,845 45 (+1,6%)] (Spec Buy), INAF [INAF 140 -2 (-1,4%)] (Spec Buy), dan KLBF [KLBF 1,450 -15 (-1,0%)] (BoW).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa New York pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan pada indeks Dow dan S&P 500, di tengah kevakuman pasar menunggu laporan keuangan sejumlah emiten penggerak indeks.

Pasar juga masih mencari petunjuk tentang arah pertemuan kebijakan Federal Reserve AS yang dijadwalkan akan dimulai hari ini dan berakhir Rabu depan.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,13% (-23,65 poin) ke level 17.623,05.
S&P 500 turun 0,19% (-3,97 poin) ke posisi 2.071,18.
Nasdaq Compositte naik tipis 0,06% (2,84 poin) menjadi 5.034,70.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,14% menjadi US$21,99.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga berakhir bervariasi dengan membukukan penurunan pada indeks FTSE 100 Inggris, dan CAC 40 Perancis. Pasar masih menunggu rilis laporan keuuangan sejumlah emiten di tengah rilis laporan sejumlah emiten yang variatif.

Investor juga menunggu keputusan hasil pertemuan bank sentral AS dan Jepang, serta rilis sejulahh indikator ekonomi pekan ini.

FTSE 100 London, turun 0,42% (-27,06 poin) menjadi 6.417,02.
DAX 30 Frankfurt naik tipis 0,06% (6,80 poin) ke posisi 10.801,34.
CAC 40 Paris, melorot 0,54% (-26,51 poin) ke level 4.897,13.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS pagi tadi melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, terpengaruh oleh rilis data perumahan AS yang cenderung negatif.

Rilis Departemen Perdagangan AS menunjukkkan penjualan rumah baru pada September 2015 hanya mencapai 468.000 unit, jauh di bawah konsensus pasar 549.000 unit.

Lemahnya indikator ekonomi AS itu semakin meredupkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga menjelang pertemuan kebijakan The Fed, sehingga menekan dolar AS.

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS turun 0,29 persen menjadi 96,849.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot



Komoditas

Harga minyak mentah semakin memperpanjang masa penurunan setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan pasokan minyak yang berlimpah kemungkinan akan meluas ke pertengahan tahun depan, sementara investasi diperkirakan menurun lebih lanjut karena harga masih rendah.

Hingga akhir pekan lalu harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sudah turun US$2,02, dan Brent North Sea melemahUS$1,94 dibanding pekan sebelumnya.

Goldman Sachs juga memperingatkan, akan risiko penurunan harga minyak hingga musim panas 2016 seiring dengan meningkatnya pengggunaan fasilitas penyimpanan minyak AS dan Eropa.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, turun 62 sen (-1,4%) menjadi US$43,98 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember turun 45 sen (-0,9%) menjadi US$47,54 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, bangkit kembali dan berakhir dengan membukukan kenaikan, pagi tadi.

Rilis data penjualan perumahan baru AS yang melemah, sehingga menimbulkan tekanan pada dolar dan memicu kenaikan harga emas yang sudah melorot selama tiga sesi berturut-turut. Analis mengatakan, emas bisa melaju ke level US$1,200 per ounce, jika data ekonomi AS masih mengecewakan.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$3,4 (0,29%) menjadi USS$1.166,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun tipis 0,01% menjadi US$1.163,70 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)








Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Cenderung_Melemah__IHSG_Andalkan_Dukungan_Ekonomi_Domestik&level2=newsandopinion&id=3922834&img=level1_topnews_1&urlImage=ihsg-2-daylife.jpg#.Vi7cHV7cp5Y 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar