Selasa, Oktober 27

Equity Update 27 Oktober 2015

Market Review

Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones ditutup melemah 24 poin (-0,13%) pada level 17.623, S&P turun  22 poin (-0,20%) pada level 2.071, sementara Nasdaq menguat 3 poin (+0,06%) pada level 5.035. Pelemahan ini mengakhiri rally yang terjadi di sepanjang pekan lalu. Pelemahan yang terjadi merespon rilis data pembelian rumah baru AS bulan September yang merosot sebesar 11,5% yang merupakan level terendah dalam 10 bulan terakhir memberikan sinyal bahwa ekonomi AS belum sepenuhnya pulih. Selain itu, penurunan pada saham-saham teknologi dan energy diantaranya di antaranya Apple Inc yang turun 3,2% dan Chevron Corp turun 2,7% turut menekan pergerakan bursa Wall Street. Ditambah lagi aksi pelaku pasar yang akan mencermati jalannya FOMC di AS. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX menguat 6 poin (+0,06%) pada level 10.801, sementara FTSE melemah 27 poin (-0,42%) pada level 6.417. Bervariasinya pergerakan bursa saham eropa terdampak aksi pelaku pasar yang cenderung melakukan aksi tunggu guna mencermati pertemuan The Fed di AS dan aksi profit taking setelah rally sepanjang pekan lalu.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Penguatan cukup signifikan pada bursa saham global dan penguatan pada IHSG kemarin ditengah nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.648 per USD) membuat IHSG berada di zona hijau sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 39 poin (+0,83%) pada level 4.691. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 5,8T di pasar regular dan negosiasi. Sektor keuangan dan pertambangan yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 12 poin (+1,66%) dan 10 poin (+0.99%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.


Seiring pelemahan tipis pada mayoritas perdagangan di bursa saham gobal dan kembali tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ditengah penguatan yang terjadi pada IHSG pada perdagangan kemarin membuat IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.650 dan resistance 4.730. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASRI(Buy), MIKA(Spec Buy),  INAF(Spec Buy), dan KLBF(BoW). 


News Highlights

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) semakin gencar meluaskan ekspansi ruas jalan tol baru. Rencana ini bisa semakin mulus berkat dukungan pemerintah berupa penyertaan modal negara (PMN). Suntikan modal pemerintah akan masuk ke JSMR melalui mekanisme rights issue yang digelar tahun depan. Dalam rencana tersebut, Jasa Marga mengajukan dana PMN sebesar Rp 1,25T. Adapun kepemilikan saham pemerintah di Jasa Marga sebesar 70% dan sisanya milik publik. Dengan demikian, total nilai emisi rights issue Jasa Marga mencapai sekitar Rp 1,78T.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) harus bekerja ekstra keras supaya bisa merealisasikan target kinerja tahun ini. Sebab, sampai akhir kuartal III-2015, Summarecon baru merealisasikan target pra-penjualan (marketing sales) seniai Rp 3T, dari total target sepanjang tahun Rp 4,5T. Target marketing sales tahun ini sejatinya sudah lebih rendah dari target awal yang mencapai Rp 5,5T. di sisa waktu tahun ini, manajemen SMRA masih berharap bisa mendongkrak marketing sales dari beberapa proyek. Termasuk, pra penjualan dari proyek yang tertunda di Bandung itu. Beberapa proyek yang akan digeber pada kuartal IV-2015 di antaranya berlokasi di Bekasi Jawa Barat, Serpong Banten, dan Bandung Jawa Barat.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), menyatakan bahwa, pihaknya tengah mengkaji rencana penambahan modal ke beberapa anak usahanya. Hal ini dilakukan BNI untuk memperkuat posisi anak usaha dalam menjalankan bisnis untuk beberapa tahun kedepan. Idealnya untuk kedepan, pertumbuhan anak usaha bisa mendukung pertumbuhan induknya paling tidak tumbuh 20%. Tak dipungkiri, sejauh ini kontribusi laba anak usaha ke BNI masih tergolong kecil atau sekitar 2-3%. Diharapkan, dengan kuatnya modal anak usaha dalam melakukan ekspansi, kontribusi laba kedepan dapat terus tumbuh.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tengah mengkaji rencana untuk menunda peluncuran proyek di kuartal IV/2015 karena pertumbuhan ekonomi belum pulih total. BSD mengatakan akan menunda peluncuran dua proyek jika permintaan (demand) tidak tinggi. Adapun, dua proyek yang bakal batal meluncur pada akhir tahun ini adalah pertama, proyek Taman Permata Buana dengan proyek bertajuk Aerium di Kembangan-Jakarta Barat. Proyek ini akan dibangun condominium dan kawasan terpadu dengan total investasi sebesar Rp 2T. Kedua, proyek high rise di daerah Tanjung Barat-Jakarta yang dekat dengan daerah Depok. Rencannya, perusahaan akan mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan terpadu dengan membangun ruang ritel, apartemen, hotel yang nantinya akan dibangun tiga menara dengan total dana investasi sebesar Rp 3T.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), melalui anak usahanya yakni Semen Gresik optimis target penjualan sebesar 14 juta ton hingga akhir tahun ini bakal tercapai. Hal itu didukung oleh berbagai proyek pemerintah dan swasta yang mulai menggeliat. Rasa percaya diri Semen Gresik dalam mencapi target tersebut dapat terlihat dari posisi penjualan bulanan perseroan yang terus meningkat. Hingga bulan Oktober 2015, penjualan semen mencatatkan volume terbesar dan sudah terpenuhi hingga mencapai 80%.

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mematok angka penjualan sekitar Rp800-900M pada akhir tahun ini, dari posisi penjualan di 2014 yang mencapai Rp637,84M. Perseroan pun mengaku optimis target tersebut bakal tercapai, kendati tingkat penjualan yang diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 5%. Meski penjualan menurun, laba bersih perseroan diprediksi akan tetap mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Laba bersih diperkirakan bakal mencapai Rp15-20M di tahun ini, dari pencapaian laba bersih pada tahun sebelumnya Rp6,2M.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), melalui Plaza Kenari Mas yang diakuisisi pada tahun lalu berhasil meningkatkan jumlah pengunjung untuk setiap harinya. Sebelumnya, Plaza Kenari Mas disambangi 3.000 pengunjung per hari, dan kini menjadi 13.000 pengunjung per harinya. Target kedepannya bisa mencapai 15.000-16.000 pengunjung per hari. Berdasarkan survei, transaksi di Plaza Kenari masih bisa naik 50% di kuartal III 2015.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar