Market
Review
Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones ditutup
melemah 24 poin (-0,13%) pada level 17.623, S&P turun 22 poin (-0,20%)
pada level 2.071, sementara Nasdaq menguat 3 poin (+0,06%) pada level 5.035.
Pelemahan ini mengakhiri rally yang terjadi di sepanjang pekan lalu. Pelemahan
yang terjadi merespon rilis data pembelian rumah baru AS bulan September yang
merosot sebesar 11,5% yang merupakan level terendah dalam 10 bulan terakhir
memberikan sinyal bahwa ekonomi AS belum sepenuhnya pulih. Selain itu,
penurunan pada saham-saham teknologi dan energy diantaranya di
antaranya Apple Inc yang turun 3,2% dan Chevron Corp turun 2,7% turut menekan
pergerakan bursa Wall Street. Ditambah lagi aksi pelaku pasar yang akan
mencermati jalannya FOMC di AS. Dari Eropa, bursa saham
mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX menguat 6 poin
(+0,06%) pada level 10.801, sementara FTSE melemah 27 poin (-0,42%) pada level
6.417. Bervariasinya pergerakan bursa saham eropa terdampak aksi pelaku pasar
yang cenderung melakukan aksi tunggu guna mencermati pertemuan The Fed di AS
dan aksi profit taking setelah rally sepanjang pekan lalu.
Seiring pelemahan tipis pada mayoritas
perdagangan di bursa saham gobal dan kembali tertekannya nilai tukar rupiah
terhadap dollar AS ditengah penguatan yang terjadi pada IHSG pada perdagangan
kemarin membuat IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan
menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.650 dan resistance 4.730.
Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting
yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di
IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASRI(Buy), MIKA(Spec
Buy), INAF(Spec Buy), dan KLBF(BoW).
News Highlights
PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
semakin gencar meluaskan ekspansi ruas jalan tol baru. Rencana ini bisa semakin
mulus berkat dukungan pemerintah berupa penyertaan modal negara (PMN). Suntikan
modal pemerintah akan masuk ke JSMR melalui mekanisme rights issue yang digelar
tahun depan. Dalam rencana tersebut, Jasa Marga mengajukan dana PMN sebesar Rp
1,25T. Adapun kepemilikan saham pemerintah di Jasa Marga sebesar 70% dan
sisanya milik publik. Dengan demikian, total nilai emisi rights issue Jasa
Marga mencapai sekitar Rp 1,78T.
PT Summarecon Agung Tbk
(SMRA) harus bekerja ekstra keras supaya bisa merealisasikan target kinerja
tahun ini. Sebab, sampai akhir kuartal III-2015, Summarecon baru merealisasikan
target pra-penjualan (marketing sales) seniai Rp 3T, dari total target
sepanjang tahun Rp 4,5T. Target marketing sales tahun ini sejatinya sudah lebih
rendah dari target awal yang mencapai Rp 5,5T. di sisa waktu tahun ini,
manajemen SMRA masih berharap bisa mendongkrak marketing sales dari beberapa
proyek. Termasuk, pra penjualan dari proyek yang tertunda di Bandung itu.
Beberapa proyek yang akan digeber pada kuartal IV-2015 di antaranya berlokasi
di Bekasi Jawa Barat, Serpong Banten, dan Bandung Jawa Barat.
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk (BBNI), menyatakan bahwa, pihaknya tengah mengkaji rencana
penambahan modal ke beberapa anak usahanya. Hal ini dilakukan BNI untuk
memperkuat posisi anak usaha dalam menjalankan bisnis untuk beberapa tahun
kedepan. Idealnya untuk kedepan, pertumbuhan anak usaha bisa mendukung
pertumbuhan induknya paling tidak tumbuh 20%. Tak dipungkiri, sejauh ini
kontribusi laba anak usaha ke BNI masih tergolong kecil atau sekitar 2-3%.
Diharapkan, dengan kuatnya modal anak usaha dalam melakukan ekspansi,
kontribusi laba kedepan dapat terus tumbuh.
PT Bumi Serpong Damai Tbk
(BSDE) tengah mengkaji rencana untuk menunda peluncuran proyek di kuartal
IV/2015 karena pertumbuhan ekonomi belum pulih total. BSD mengatakan akan
menunda peluncuran dua proyek jika permintaan (demand) tidak tinggi. Adapun,
dua proyek yang bakal batal meluncur pada akhir tahun ini adalah pertama, proyek Taman Permata Buana
dengan proyek bertajuk Aerium di Kembangan-Jakarta Barat. Proyek ini akan
dibangun condominium dan kawasan terpadu dengan total investasi sebesar Rp 2T. Kedua, proyek high rise di daerah
Tanjung Barat-Jakarta yang dekat dengan daerah Depok. Rencannya, perusahaan
akan mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan terpadu dengan membangun ruang
ritel, apartemen, hotel yang nantinya akan dibangun tiga menara dengan total
dana investasi sebesar Rp 3T.
PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk (SMGR), melalui anak usahanya yakni Semen Gresik optimis target
penjualan sebesar 14 juta ton hingga akhir tahun ini bakal tercapai. Hal itu
didukung oleh berbagai proyek pemerintah dan swasta yang mulai menggeliat. Rasa
percaya diri Semen Gresik dalam mencapi target tersebut dapat terlihat dari
posisi penjualan bulanan perseroan yang terus meningkat. Hingga bulan Oktober
2015, penjualan semen mencatatkan volume terbesar dan sudah terpenuhi hingga
mencapai 80%.
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mematok angka penjualan
sekitar Rp800-900M pada akhir tahun ini, dari posisi
penjualan di 2014 yang mencapai Rp637,84M. Perseroan pun mengaku optimis target tersebut bakal tercapai,
kendati tingkat penjualan yang diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 5%. Meski penjualan menurun, laba bersih perseroan diprediksi
akan tetap mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Laba bersih diperkirakan
bakal mencapai Rp15-20M di tahun ini, dari pencapaian laba
bersih pada tahun sebelumnya Rp6,2M.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), melalui Plaza Kenari Mas
yang diakuisisi pada tahun lalu berhasil meningkatkan jumlah pengunjung untuk
setiap harinya. Sebelumnya, Plaza Kenari Mas disambangi 3.000 pengunjung per
hari, dan kini menjadi 13.000 pengunjung per harinya. Target kedepannya bisa
mencapai 15.000-16.000 pengunjung per hari. Berdasarkan survei, transaksi di
Plaza Kenari masih bisa naik 50% di kuartal III 2015.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on
information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make
any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to
its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject
to change without notice. This document is prepared for general circulation.
Any recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular needs of
any specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have
positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or
its affiliates may seek or will seek investment banking or other business
relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar