Mengawali perdagangan saham Asia pekan ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat, mencatatkan kenaikan 0,45% (24,03 poin) ke level 5.375,60 pada pukul 08.30 WIB. Penguatan indeks didorong oleh kenaikan harga saham perbankan dan pertambangan.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,33% (250,53 poin) ke posisi 19.075,83. Harga saham sejumlah emiten produsen elektronika melonjak, didorong oleh rilis kinerja keuangan dan restrukturisasi perusahaan, saham emiten penerbangan melaju dipicu oleh penurunan harga bahan bakar. Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,30% menjadi 2.046,44.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan Hari ini, diharapkan akan mampu melanjutkan reli memanfaatkan sentimen positif yang berhembus di bursa saham Asia pagi ini.
Analis memperkirakan, indeks hari ini masih berpotensi mellanjutkan penguatan menuju level 5.000 hingga akhir 2015. Namun tanpa dukungan sentimen positif, indeks berpotensi berbalik, melemah digempur aksi ambil untung.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan di bursa saham gobal dan IHSG akhir pekan lalu, serta masuknya dana investor asing berpotensi menggerakkan IHSG untuk melanjutkan penguatan.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.600 dan resistance 4.700. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 11,650
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, ditutup dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan. Indeks Nasdaq Composite melambung tinggi, bertengger di atas 5.000, didorong oleh kenaikan harga saham-saham teknologi informasi.
Kenaikan harga saham juga terjadi pada saham-saham emiten perbankan dan farmasi, dipicu oleh laporan keuangan perusahaan yang mengesankan.
Berhembusnya sentimen positif di bursa saham AS juga dipengaruhi oleh keputusan bank sentral China untuk menurunkan suku bunga acuan yang dinilai sebagai sinyal pelemahan ekonomi China.
Nasdaq Composite melambung 2,27% (111,82 poin) ke level 5.031,86.
Dow Jones Industrial Average naik 0,90% (157,54 poin) menjadi 17.646,70.
S&P 500 melompat 1,10% (22,64 poin) menjadi 2.075,15.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melaju 0,87% menjadi US$21,96.
Bursa saham utama Eropa juga menutup akhir pekan lalu dengan membukukan lonjakan indeks saham acuan secara signifikan, dipicu oleh rilis kinerja keuangan perusahaan yang cukup memuaskan dan keputusan penurunan suku bunga acuan dan rasio persyaratan cadangan bank (RRR) oleh bank sentral China.
Kegairahan pasar juga didukung oleh rilis indeks pembelian manajer (PMI) sektor manufaktur yang mencapai angka 54, naik dibanding September lalu sebesar 53,6. Indeks harga saham zona euro melompat tinggi terangkat oleh pernyataan ECB yang mengindikasikan perluasan program stimulus moneter untuk mendorong inflasi.
FTSE 100 London, melaju 1,06% (67,80 poin) menjadi 6.444,08.
DAX 30 Frankfurt melambung 2,88% (302,57 poin) ditutup di 10.769,54.
CAC 40 Paris mmelonjak 2,53% (121,46 poin) ke posisi 4.923,64.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, akhir pekan lalu kembali menguat didukung oleh rilis beberapa data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.
Indeks Pembelian Manajer (PMI) untuk sektor manufaktur AS vesi Markit untuk Oktober tercatat sebesar 54, naik dari 53,1 pada September, jauh di atas batas netral 50, dan mengalahkan konsensus pasar di angka 53.
Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,78 persen menjadi 97,127.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak kembali melemah pada akhir pekan lalu, di tengah minimnya sinyal penurunan produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan minyak mentah global.
Sementara itu, kekhawatiran akan kesehatan ekonomi China dan kenaikan kurs dolar semakin memukul harga-harga komoditas. Pasar berharap penurunan suku bunga acuan China dan perluasan program stmulus moneter ECB, akan dapat meningkatkan permintaan minyak.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, 1,7% menjadi US$44,60 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember, melemah 9 sen menjadi US$47,99 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu berakhir dengan membukukan penurunan, tertekan oleh penguatan dolar AS dan reli di bursa saham global.
Keputusan bank sentral China untuk memangkas suku bunga dan perbaikan data ekonomi AS menimbulkan harapan akan membaiknya angka pertumbuhan, sehingga berpengaruh terhadap permintaan emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember, turun US$3,3 (0,28%) menjadi US$1.162,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot melemah 0,1% menjadi US$1.164,26 per ounce.
(AFP CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Lanjutkan_Reli__IHSG_Berpotensi_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=3919942&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG7-Solo%20Pos.jpg#.Vi2TwV7cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar