Senin, Oktober 26

Equity Update 26 Oktober 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup menguat signifkan, Dow Jones ditutup menguat 158 poin (+0,90%) pada level 17.647, S&P naik  22 poin (+1,10%) pada level 2.075, dan Nasdaq menguat 112 poin (+2,28%) pada level 5.032. Bursa Wall Street mengakhiri perdagangan dengan menguat mengikuti penguatan pasar equitas global dan ditopang oleh penguatan pada saham emiten tekhnologi sebagai respon dari baiknya kinerja emiten di kuartal III. Emiten yang mengalami penguatan tersebut antara lain Microsoft melonjak 10,1%, Alphabet naik 7,7% dan Amazon bertambah 6,2%, Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang tercatat di AS, Alibaba melonjak 6,5 persen dan perusahaan pencari internet Baidu naik 2,7 persen, diuntungkan dari kedua sentimen positif terhadap saham teknologi dan langkah bank sentral China (PBoC) untuk menurunkan suku bunga acuan. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup menguat signifikan, DAX menguat 303 poin (+2,89%) pada level 10.795, sementara FTSE menguat 68 poin (+1,06%) pada level 6.444. Penguatan pada penutupan perdagangan di bursa saham eropa di dorong oleh adanya indikasi stimulus lanjutan yang akan di gelontorkan oleh European Central Bank (ECB) guna memompa perekonomian Negara-negara zona eropa ditambah lagi dengan keputusan dari Bank Central China (PBoC) yang memangkas suku bunganya.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan kemarin langsung berada di teritori positif. Penguatan cukup signifikan pada bursa saham global dan penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.621 per USD) membuat IHSG berada di zona hijau sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 69 poin (+1,50%) pada level 4.653. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 406,7M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya sektor pertanian yang berakhir di zona yang mengalami pelemahan 30 poin (-1,61%). Sektor industri dasar dan properti yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 12 poin (+3,12%) dan 14 poin (+3,00%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin.



Seiring penguatan signifikan pada perdagangan di bursa saham gobal, penguatan signifikan pada IHSG akhir pekan kemarin dan masuknya dana investor asing ke bursa saham kita membuat IHSG berpotensi bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.600 dan resistance 4.700. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI(Buy), TLKM(Buy),  WSKT(Buy), LPCK(Spec Buy). 
           

News Highlights

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) menorehkan kinerja positif selama sembilan bulan pertama tahun ini. Emiten konstruksi ini mencetak pertumbuhan laba bersih 27,5% di kuartal III-2015. laba bersih PTPP kuartal III tercatat mencapai Rp 370M. Perolehan laba ini baru 50,6% dari target laba bersih PTPP sepanjang tahun sebesar Rp 730M. Sementara laba tahun berjalan terkonsolidasi tercatat Rp 440M. Adapun pendapatan PTPP kuartal III tercatat sekitar Rp 8,8T atau tumbuh 13% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 7,8T. Hanya saja, pencapaian ini baru 46,3% dari target yang dipatok tahun ini, sebesar 19T.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menandatangani kontrak pembangunan jaringan transmisi listrik di Pulau Sumatera. Ada dua paket pekerjaan pembangunan jaringan listrik bagian dari program nasional 35.000 megawatt (MW). Adapun dua paket pekerjaan yang ditandatangani kontrak pembangunannya hari ini adalah paket 1 jaringan listrik dengan trase New Aur Duri, Jambi ke Pranap, Riau sepanjang 250 km dengan nilai kontruksi Rp 3,8T.  Kemudian, Paket 2 jaringan listrik dengan trase Pranap, Riau ke Perawang, Riau sepanjang 160 km dengan nilai konstruksi Rp 2,8T. Sehingga nilai 2 paket tersebut total Rp 6,6T. Pelaksanaan konstruksi 3 tahun dari mulai pembebasan tanah, konstruksi, sampai operasi Adapun pola pembiayaan akan dipenuhi oleh Waskita Karya melalui pinjaman perbankan. Setelah seluruh kegiatan konstruksi selesai dan aset berupa jaringan transmisi listrik tersebut selesai dibangun dan diserahterimakan ke PLN maka seluruh biaya investasi tersebut baru diganti oleh PLN. Saat ini WSKT ada komitmen pendanaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada Q3 2015 berhasil membukukan laba bersih sebesar USD50,13 juta atau USD0,0019 per saham, kinerja tersebut gemilang bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014 yang masih membukukan kerugian yang sangat besar yaitu USD222,30 juta atau USD(0,00919) per saham. Pencapaian kinerja GIAA pada Q3 2015 tersebut didukung oleh Pendapatan yang meningkat dari USD2,83M pada Q3 2014 menjadi USD2,85M pada Q3 2015, dan juga adanya penurunan harga minyak dunia yang tercermin dari penurunan Biaya Operasional Penerbangan Perseroan sebesar 9,45% menjadi USD2,78M dari Biaya operasional pada Q3 2014 sebesar USD3,07M, serta untuk Pendapatan (beban) lainnya mengalami penurunan dari USD5,88 juta menjadi USD(65,64) juta.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyatakan telah menerima dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam right issue perseroan.  Pemerintah telah mencairkan dana sebesar Rp3,5T untuk melaksanakan haknya dalam right issue Antam. Dengan penyertaan modal negara ini membuktikan bahwa pemerintah sangat mendukung industri pertambangan di Indonesia dan merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap UU Minerba yang mendorong industri untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah yang tinggi.

Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) yang merupakan perusahaan pelayaran melaporkan kinerja yang gemilang pada Q3 2015, dengan Laba bersih mencapai Rp231,14M atau Rp203 per saham, melonjak 70,31% bila dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp135,72M atau Rp119 per saham. Pencapaian kinerja perseroan didukung oleh penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) (turun 16,39% menjadi Rp235,25M) dan Beban Bongkar muat (turun 14% menjadi Rp325,25M) yang berimbas pada penurunan Beban Pokok Perseroan pada Q3 2015 sebesar 5,15% menjadi Rp866,59M dari Beban Pokok Q3 2014 yaitu Rp913,93M, dan Beban Keuangan mengalami penurunan dari Rp66,06M menjadi Rp51,53M, sedangkan Beban usaha mengalami kenaikan dari Rp48,76M menjadi Rp69,17M.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar