Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup menguat signifkan,
Dow Jones ditutup menguat 158 poin (+0,90%) pada level 17.647, S&P naik 22
poin (+1,10%) pada level 2.075, dan Nasdaq menguat 112 poin (+2,28%) pada level
5.032. Bursa Wall Street mengakhiri perdagangan dengan menguat mengikuti
penguatan pasar equitas global dan ditopang oleh
penguatan pada saham emiten tekhnologi sebagai respon dari baiknya kinerja emiten
di kuartal III. Emiten yang mengalami penguatan tersebut antara lain Microsoft
melonjak 10,1%, Alphabet naik 7,7% dan Amazon bertambah 6,2%,
Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang tercatat di AS, Alibaba melonjak 6,5 persen
dan perusahaan pencari internet Baidu naik 2,7 persen, diuntungkan dari kedua
sentimen positif terhadap saham teknologi dan langkah bank sentral China (PBoC)
untuk menurunkan suku bunga acuan. Dari Eropa, bursa saham
mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup menguat signifikan,
DAX menguat 303 poin (+2,89%) pada level 10.795, sementara FTSE menguat 68 poin
(+1,06%) pada level 6.444. Penguatan pada penutupan perdagangan di bursa saham
eropa di dorong oleh adanya indikasi stimulus lanjutan yang akan di gelontorkan
oleh European Central Bank (ECB) guna memompa perekonomian Negara-negara zona
eropa ditambah lagi dengan keputusan dari Bank Central China (PBoC) yang
memangkas suku bunganya.
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan akhir pekan kemarin langsung berada di teritori positif. Penguatan
cukup signifikan pada bursa saham global dan penguatan pada nilai tukar rupiah
terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.621 per USD) membuat IHSG berada di zona
hijau sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 69
poin (+1,50%) pada level 4.653. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign
net buy) sebesar 406,7M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor
mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya sektor pertanian yang berakhir di
zona yang mengalami pelemahan 30 poin (-1,61%). Sektor industri dasar dan
properti yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 12 poin (+3,12%) dan 14
poin (+3,00%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir
pekan kemarin.
Seiring penguatan signifikan pada
perdagangan di bursa saham gobal, penguatan signifikan pada IHSG akhir pekan
kemarin dan masuknya dana investor asing ke bursa saham kita membuat IHSG
berpotensi bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang
support 4.600 dan resistance 4.700. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap
menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing
mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati
antara lain: BBRI(Buy), TLKM(Buy), WSKT(Buy), LPCK(Spec Buy).
News Highlights
PT Pembangunan Perumahan
(Persero) Tbk (PTPP) menorehkan kinerja positif selama sembilan bulan pertama
tahun ini. Emiten konstruksi ini mencetak pertumbuhan laba bersih 27,5% di
kuartal III-2015. laba bersih PTPP kuartal III tercatat mencapai Rp 370M.
Perolehan laba ini baru 50,6% dari target laba bersih PTPP sepanjang tahun
sebesar Rp 730M. Sementara laba tahun berjalan terkonsolidasi tercatat Rp 440M.
Adapun pendapatan PTPP kuartal III tercatat sekitar Rp 8,8T atau tumbuh 13%
dibanding dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 7,8T. Hanya saja,
pencapaian ini baru 46,3% dari target yang dipatok tahun ini, sebesar 19T.
PT Waskita
Karya (Persero) Tbk (WSKT) menandatangani kontrak pembangunan jaringan
transmisi listrik di Pulau Sumatera. Ada dua paket pekerjaan pembangunan
jaringan listrik bagian dari program nasional 35.000 megawatt (MW). Adapun dua paket pekerjaan yang ditandatangani kontrak
pembangunannya hari ini adalah paket 1 jaringan listrik dengan trase New Aur
Duri, Jambi ke Pranap, Riau sepanjang 250 km dengan nilai kontruksi Rp 3,8T. Kemudian,
Paket 2 jaringan listrik dengan trase Pranap, Riau ke Perawang, Riau sepanjang
160 km dengan nilai konstruksi Rp 2,8T. Sehingga nilai 2 paket tersebut total
Rp 6,6T. Pelaksanaan konstruksi 3 tahun
dari mulai pembebasan tanah, konstruksi, sampai operasi Adapun pola pembiayaan akan dipenuhi oleh Waskita
Karya melalui pinjaman perbankan. Setelah seluruh kegiatan konstruksi selesai
dan aset berupa jaringan transmisi listrik tersebut selesai dibangun dan
diserahterimakan ke PLN maka seluruh biaya investasi tersebut baru diganti oleh
PLN. Saat ini WSKT ada komitmen pendanaan
dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI.
PT
Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada Q3 2015 berhasil membukukan laba bersih
sebesar USD50,13 juta atau USD0,0019 per saham, kinerja tersebut gemilang bila
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014 yang masih membukukan
kerugian yang sangat besar yaitu USD222,30 juta atau USD(0,00919) per saham.
Pencapaian kinerja GIAA pada Q3 2015 tersebut didukung oleh Pendapatan yang
meningkat dari USD2,83M pada Q3 2014 menjadi USD2,85M pada Q3 2015, dan juga
adanya penurunan harga minyak dunia yang tercermin dari penurunan Biaya
Operasional Penerbangan Perseroan sebesar 9,45% menjadi USD2,78M dari Biaya
operasional pada Q3 2014 sebesar USD3,07M, serta untuk Pendapatan (beban) lainnya
mengalami penurunan dari USD5,88 juta menjadi USD(65,64) juta.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyatakan telah menerima dana
Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam right issue perseroan. Pemerintah telah mencairkan
dana sebesar Rp3,5T untuk melaksanakan haknya dalam right issue
Antam. Dengan penyertaan modal
negara ini membuktikan bahwa pemerintah sangat mendukung industri pertambangan
di Indonesia dan merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap UU Minerba yang
mendorong industri untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah yang tinggi.
Pelayaran
Tempuran Emas Tbk (TMAS) yang merupakan perusahaan pelayaran melaporkan kinerja
yang gemilang pada Q3 2015, dengan Laba bersih mencapai Rp231,14M atau Rp203 per
saham, melonjak 70,31% bila dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang
sama tahun 2014 yaitu Rp135,72M atau Rp119 per saham. Pencapaian kinerja
perseroan didukung oleh penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) (turun 16,39%
menjadi Rp235,25M) dan Beban Bongkar muat (turun 14% menjadi Rp325,25M) yang
berimbas pada penurunan Beban Pokok Perseroan pada Q3 2015 sebesar 5,15%
menjadi Rp866,59M dari Beban Pokok Q3 2014 yaitu Rp913,93M, dan Beban Keuangan
mengalami penurunan dari Rp66,06M menjadi Rp51,53M, sedangkan Beban usaha
mengalami kenaikan dari Rp48,76M menjadi Rp69,17M.
DISCLAIMER: This research is based on
information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make
any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to
its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject
to change without notice. This document is prepared for general circulation.
Any recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular needs of
any specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have
positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or
its affiliates may seek or will seek investment banking or other business
relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar