Senin, November 9

Update for RI equity market made in IPS - 9 November 2009

Market Review



Indeks

6 Nov

30 Oct

Chg

STI

2,658

2.651

0.3 %


KLCI

1,177

1,177

0.0 %

Kospi

1,572

1,581

-0.5 %

Hangseng

21,830

21,753

0.4 %

NKY

9,789

10,035

-2.4 %

DJI

10,023

9,713

3.2 %

FTSE

5,143

5,045

1.9 %

JCI

2,395

2,638

1.2 %
Sumber : Bloomberg

Pekan lalu mata investor tertuju pada Wall Street karena terdapat 2 data ekonomi yang penting yang diumumkan pada pekan lalu, yaitu kebijakan Fed Reserve mengenai tingkat bunga dan angka pengangguran bulan Oktober. Tingkat Fed Fund Rate masih akan dipertahankan pada level 0%-0,25% untuk masa yang lebih lama. Sementara data pengangguran bulan Oktober ternyata masih lebih tinggi dibanding bulan September. Namun demikian sebagian investor memandang positif naiknya angka pengangguran tersebut karena indikasi dari membaiknya kondisi ekonomi adalah melonjaknya angka pengangguran. Dow Jones yang menguat 3% menandakan bahwa investor mulai menunjukkan keyakinan nya akan proses keluarnya Amerika dari resesi. Sebaliknya terlihat pada bursa Asia yang mengalami pergerakan flat (kecuali untuk IHSG) pada pekan lalu. Flatnya pergerakan bursa Asia lebih kepada secara teknikal sedang mengalami masa konsolidasi.


Pekan ini Wall Street akan dibanjiri oleh laporan kinerja beberapa emiten retail seperti Wal-Mart, JCPenney dan Macy. Laporan kinerja para retailer ini cukup penting karena akan menunjukkan juga potensi kinerja di masa mendatang dan merupakan indikator untuk pengeluaran konsumsi. Pengeluaran konsumsi merupakan hal yang penting karena akan menunjukkan apakah daya beli telah membaik.


Dalam pekan ini Wall Street akan libur pada hari Rabu, 11 Nov, merayakan hari Veteran.


IHSG secara teknikal mulai perlahan meninggalkan posisi sideways pada kisaran 2315-2380. Pada akhir pekan lalu kami melihat pergerakan IHSG pada pekan ini akan berada pada kisaran 2360-2415. Volume yang tipis menjadi kendala bagi IHSG untuk bergerak laju sehingga pergerakan naik cukup perlahan. Di tengah sepinya sentiment, stock pick TLKM, INCO, ANTM, PTBA, SMGR, INDF


Rec


Sektor


Kode


Penutupan*


Support


Resistance


BUY


Mining


ANTM


2.325


2.240


2.370



Coal


PTBA


14.450


14.050


14.800




ADRO


1.540


1.500


1.600



Telco


TLKM


8.700


8.450


8.900



Banking


BBRI


7.450


7.300


7.600




BMRI


4.625


4.550


4.700



Automotive


ASII


30.350


29.600


31.000



Infrastructure


PGAS


3.700


3.600


3.800


SELL


Energy


MEDC


2.700


2.600


2.800



Plantation


AALI


21.850


21.300


22.500




LSIP


7.650


7.500


7.750


Rekomendasi berdasarkan pada analisis teknikal dan bukan berdasarkan pada analisis fundamental

*05/11/09


News Highlights:


BMRI memfinalkan pinjaman bilateral berdenominasi valuta asing senilai US$100 juta dengan tiga institusi keuangan dunia. Langkah ini ditempuh seiring dengan penawaran obligasi subordinasi bertenor 7 tahun sebesar Rp3 triliun.


DAVO melalui anak usahanya Davomas International Finance Company Pte Ltd akan menerbitkan surat utang berjaminanan senior senilai US$119 juta dengan bunga variabel. Utang yang direncanakan jatuh tempo pada 2011 dengan imbal hasil sebesar 11%.


BBRI tidak akan melanjutkan rencana untuk mengambil alih BBKP melalui akuisisi, menyusul terlaksananya penawaran saham terbatas bank tersebut.


PNBN pada pengujung tahun ini akan memfokuskan pembiayaan kepada sektor ritel dan usaha kecil untuk mengejar target pertumbuhan kredit sekitar 10% setelah sebelumnya dikoreksi dari target awal sebesar 15%.


PT Pertamnia sedang memfinalkan akusisi atas Blok Hanoi Trough, Vietnam, yang dikuasai oleh Quad Energy S.A. dengan taget penyelesaian pada akhir tahun ini.


Industri semen nasional akan menginkatkan daya listrik hingga 220 megawatt untuk mendukung ekspansi penambahan kapasitas terpasang hingga 14,5 juta ton dari 44,89 juta ton pada 2009 menjadi 59,39 juta ton pada 2015.


Proyek pembangkit listrik berbasi energi hijau seperti panas bumi akan menguaasi hingga 5.900 MW atau 59,6% dari rencana total 9.900 MW proyek 10.000 MW tahap II yang sudah masuk dalam jaringan PLN pada 2014.


JPRS dan BTON berminat membeli saham IPO Gunawan Dianjaya Steel.


PANR akan mencairkan pinjaman bank senilai Rp 64 miliar yang akan digunakan untuk penambahan 200 unit taksi kelas premium.


BBRI menunggu ijin pemerintah dalam rencana akuisisi BBKP, bila pemerintah tidak menyetujui BBRI siap menjajaki akuisisi bank lainnya. Sementara Menneg BUMN yang baru mengatakan ide akuisisi terlalu mentah dan tidak mungkin terlaksana. Per Juni 2009, pemegang saham mayoritas BBKP 40,77% adalah Kopelindo.


BMRI akan melakukan aksi nonorganik pada 2010 dengan mengakuisisi bank skala menengah dengan asset diatas Rp10 triliun dengan fokus kredit UMKM dan consumer banking serta asuransi umum yang beraset Rp1 triliun. Sebenarnya BMRI akan melakukan akuisisi tersebut di 2009 namun terhalang untuk memperkuat permodalan dengan penerbitan subdebt Rp3 triliun dengan bunga 10,75%-12% yang dibayar per kuartal.


BKSW menyatakan akan mengundang investor strategis untuk memperkuat modal tahun depan. Right issue yang dilakukan tahun ini mampu meningkatkan rasio permodalan CAR menjadi 14%. BKSW saat ini tengah menunggu kepastian pernyataan Al Baraka yang akan menjadi salah satu investor strategis. BKSW menargetkan laba bersih FY09 mencapai Rp6,5 miliar.


KLBF berencana akan mengakuisisi lima perusahaan farmasi dengan modal antara Rp300 miliar-Rp500 miliar dimana salah satunya berada di Filipina. KLBF telah menyiapkan anggaran dana Rp1,2 triliun untuk mendukung aksi korporasi tersebut. KLBF menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun depan 14%-16%.


Obligasi APOL senilai US$160 juta akan dinyatakan default jika dalam sebulan ke depan perseroan tidak mampu membayar kupon surat utang tersebut. Fitch Ratings menurunkan peringkat mata uang asing dan mata uang lokal APOL dari B ke B- dan peringkat nasional jangka panjang dari BBB+ menjadi BBB-. Fitch juga menurunkan peringkat obligasi APOL dalam dolar AS yang akan jatuh tempo 2013 dari B- ke CCC, sedangkan peringkat pengembalian tetap pada RR5. Kupon obligasi seharusnya dibayar pada 3 November 2009, namun sampai saat ini belum direalisasikan.


TLKM memproyeksikan kenaikan pendapatan sekitar 10-15% pada tahun 2010, lebih tinggi dari tahun ini sebesar 5-10%.


ASII memberikan fasilitas pinjaman senilai Rp500 miliar kepada anak usahanya, PT Astratel Nusantara. Tingkat bunga yang diberikan setara dengan SBI ditambah 3.5% jika dalam Rupiah, namun LIBOR ditambah 3.5% dalam bentuk dollar AS. Astratel akan menggunakan dana ini untuk kebutuhan umum perseroan.


Pemegang saham DAVO menyetujui restrukturisasi utang senilai US$238 juta dan menyetujui perseroan sebagai penjamin obligasi anak usahanya, Davomas International Finance Company Pte Ltd.


Induk usaha SCPI, Schering Plough Corporation telah melakukan merger dengan Merck Co Inc, perusahaan induk MERK. SCPI dan MERK akan tetap beroperasi di Indonesia secara terpisah.


WOMF akan menyiapkan kas internal untuk refinancing obligasi jatuh tempo tahun depan senilai Rp365 miliar.


AMFG memproyeksi penurunan pendapatan akhir tahun 2009 turun 24% menjadi Rp1.7 T dengan penurunan penjualan kaca mobil dan gedung. Perseroan juga telah menurunkan harga jual kaca sekitar 5-10% atas produk-produk tertentu karena krisis global.


Bank Indonesia memperkirakan akan mengalami defisit hingga Rp 1 triliun pada tahun ini. Biaya terbesar bank sentral adalah biaya operasi moneter, terutama bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Hal ini disebabkan lambatnya penyaluran kredit oleh industri perbankan. Pengeluaran BI yang juga besar adalah biaya menahan gejolak nilai tukar rupiah.


Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat sampai akhir Oktober 2009 lalu, total realisasi program belanja stimulus infrastruktur baru mencapai Rp 4,86 triliun atau 43,35% dari total bujet Rp 11,215 triliun.


Departemen Perindustrian (Depperin) menganggarkan dana Rp 30 miliar dari total anggaran yang akan digelontorkan pemerintah Rp 1 triliun untuk program revitalisasi industri gula di 2010. Total pembiayaan revitalisasi industri gula itu termasuk untuk on farm atau perkebunan dan off farm atau pabrik gula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar