Sabtu, November 7

Market Review

Dow naik 203pts (2%) ditutup pada 10005

Nasdaq naik 50pts (2,4 %) ditutup pada 2105

S&P500 naik 20pts (1,9%) ditutup pada 1066


Wall Street mengalami rally pada sesi perdagangan hari Kamis, setelah selama 2 hari sebelumnya bergerak mixed. Berkurangnya pengangguran dalam sepekan di Amerika dan produktifivas non pertanian mengalami peningkatan pada 3Q09. Selain itu Cisco, produsen peralatan jaringan komputer menyatakan bahwa kinerja mereka akan membaik.


Hal lainnya yang mendukung pergerakan Wall Street adalah keputusan bank sentral Eropa dan Inggris yang menahan kenaikan tingkat bunga acuan di area Eropa, sehingga mendukung mata uang Dolar. Terdapat kekhawatiran bahwa Eropa akan mulai menaikkant tingkat bunga seperti Australia dan Norwegia. Sementara harga minyak bumi bertahan di level US$80/barel.


Sentimen positif dari Wall Street akan mendongkrak IHSG yang lesu selama beberapa hari terakhir. Bursa Asia seperti Nikkei. Secara teknikal, IHSG bergerak dalam kisaran 2345-2390. Stock pick TLKM, INCO, ANTM, PTBA, SMGR, INDF

Rekomendasi Harian




































































































Rec



Sektor



Kode



Penutupan*



Support



Resistance



BUY



Banking



BBRI



7.200



7.050



7.350





BBCA



4.600



4.500



4.700




Telco



TLKM



8.700



8.500



9.000




Cement



SMGR



7.350



7.200



7.550




Mining



TINS



1.910



1.850



1.940




Coal



ADRO



1.540



1.500



1.580




Infrastructure



PGAS



3.650



3.550



3.750




Heavy Eqpmnt



UNTR



14.350



14.000



14.550



SELL



Energy



MEDC



2.650



2.600



2.730




Automotive



ASII



29.800



29.000



30.000




Pharmacy



KLBF



1.260



1.240



1.280





Rekomendasi berdasarkan pada analisis teknikal dan bukan berdasarkan pada analisis fundamental

*06/11/09



News Highlights:


Sejumlah BUMN asuransi berencana mengonversi deposito yang ada di BMRI menjadi obligasi subordinasi, menyusul rencan bank itu menerbitkan surat utang Rp3 triliun untuk memperkuat rasio kecukupan modal.


DOID meraup pinjaman senilai US$260 juta dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama untuk mengakuisisi kontraktor pertambangan baru bara tersebut.


CTRA berencana meningkatkan kepemilikan saham di CTRS sebesar 60% dari posisi sebalumnya 39,9%. Perseroan mengandalkan kas internal untuk melaksanakan rencana tersebut. Pada 5 Oktober, CTRA telah membeli 155 juta saham dari Castleridge Enterprise PT Ltd dengan kisaran harga Rp852 senilai total Rp127,87 miliar. Dengan pembelian tersebut, kepemilikan saham perseroan di CTRS meingkat dari 39,92% menjadi 47,75%.


PT Pertamina baru akan memanfaatkan peluang mendapatkan hak partisipasi sedikitnya 10% di Blok Masela setelah blok yang diduga mengandung setidaknya 10 tcf itu mendapatkan persetujuan recana pengembangan.


PT Toyota Astra Motor optimis mampu menguasai 38% pangsa pasr mobil nasional pada tahun ini, menyusul realisasi penjualan bulan lalu yang menembus angka tertinggi sepanjang 2009 yakni 19.892 unit.


TLKM menyatakan jumlah utang jatuh tempo di 2010 mencapai Rp8 triliun. Per September-09 total utang TLKM mencapai Rp23,52 triliun dimana 82% dalam mata uang rupiah, 12% USD dan sisanya yen Jepang. Tahun depan TLKM menyiapkan capex US$2,1 miliar dengan sumber pendanaan US$300 juta obligasi, US$450 juta utang vendor dari ZTE dan sisanya pinjaman bank.


GZCO berencana menambah lahan tertanam tahun depan seluas 5.000 ha – 10.000 ha tahun depan atas outlook membaikny harga CPO. Total kebutuhan pendanaan mencapai Rp150 miliar dimana diantaranya diambil dari kas internal dan pinjaman eksternal.


CTRA akan membeli saham CTRS sebesar 22% sehingga total kepemilikan CTRA naik menjadi 69,75%. CTRA telah menyiapkan dana Rp370 miliar untuk aksi korporasi tersebut yang ditujukan untuk mempermudah kontrol dan pengembangan CTRS kedepan.


BUMI mulai menjual obligasi senilai US$300 juta - US$500 juta dengan kupon 11,5%-12% per tahun dengan Credit Suisse dan Deutsche Bank sebagai jasa emisi. Sebelumnya BUMI telah berutang US$1,9 miliar ke CIC sehingga total debt to equity naik menjadi 1,4 kali atau mendekati level maksimum 1,5 kali.


ADRO, UNTR dan Komatsu Ltd menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan proyek bahan bakar bio diesel yang akan dimulai pengerjaannya pada Maret 2010. Proyek ini akan memproduksi bahan bakar bio diesel dari jathropa dan tanaman bahan baku serta pengoperasian dum truk Komatsu berkapasitas 90 ton berbahan bakar bio diesel.


CTRA berencana menambah kepemilikan sahamnya di CTRS dengan membeli saham CTRS sebanyak 22% dan telah menganggarkan dana senilai Rp 370 miliar untuk akuisisi saham tersebut.


DOID memperoleh pinjaman senilai US$ 260 juta dengan tenor 3 tahun dan tingkat bunga LIBOR + 6% per tahun. Pinjaman ini akan digunakan untuk mengakuisisi PT Bukit Makmur Mandiri Utama.


Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia memproyeksikan pembiayaan baru pada tahun depan dapat tumbuh sekitar Rp 40 triliun – Rp 50 triliun dibandingkan dengan target pembiayaan baru tahun ini sebesar Rp 100 triliun yang masih akan didominasi pembiayaan kendaraan bermotor. Rendahnya target tersebut dipengaruhi tinglat inflasi dan suku bunga yang diproyeksikan tinggi di tahun depan serta stabilitas politik dan keamanan.


PT Benakat Petroleum Energy berencana menambah satu underwriter lagi, yaitu Bahana Sekuritas untuk mematangkan rencana IPO nya setelah menunjuk Danatama Makmur Sekuritas sebagi underwriter. Beneakat akan melepas 38,2% saham ke publik melalui IPO awal Desember 2009 untuk memeperoleh dana sebesar Rp 800 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi migas.


PT Gunawan Dianjaya Steel berencana melepas 12,2% saham atau setara dengan 1 miliar lembar saham baru ke publik melalui IPO pada harga penawaran Rp 130 per saham – Rp 160 per saham. Dana hasil IPO ini aka digunakan untuk pembelian bahan baku, pembayaran pinjaman kepada Stemcor (SEA) Pte Ltd. Berikut ini jadwal IPO Gunawan:

Tanggal Efektif : 9 Desember 2009

Masa Penawaran : 11 – 15 Desember 2009

Tanggal Penjatahan : 21 Desember 2009

Pencatatan di BEI : 23 Desember 2009


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan enam program perekonomian dari 15 program dalam 100 hari pemerintahannya. Diantaranya pertama, revitalisasi sektor kelistrikan. Kedua, meningkatkan produksi dan ketahanan pangan. Ketiga, revitalisasi pabrik pupuk dan gula. Keempat, program infrastruktur. Kelima, Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha kecil dan menengah. Keenam, investasi dan pendanaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar