Jumat, November 6

Market Review

Dow naik 30pts (0,3%) ditutup pada 9802

Nasdaq turun 1,8pts (0,09%) ditutup pada 2055

S&P500 naik 1pts (0,1%) ditutup pada 1046

Wall Street bergerak mixed setelah keluarnya hasil FOMC yang menyatakan bahwa tingkat bunga rendah akan dipertahankan untuk jangka waktu yang lebih lama. Fed rate sendiri tetap pada level 0% hingga 0,25%. Wall Street bergairah paska keluarnya hasil FOMC namun menjelang tutup bursa Wall Street kembali lesu. Kami memperkirakan komentar FOMC telah sesuai dengan ekspektasi pasar sehingga tidak ada sesuatu hal yang baru yang mampu mempertahankan laju pasar saham.

Lesunya wall Street akan mempengaruhi pergerakan IHSG menjelang tutup pekan ini. IHSG berpotensi bergerak lesu dan sudah terlihat pada bursa Asia yang dipagi ini bergerak negatif. Secara teknikal, IHSG bergerak dalam kisaran 2345-2390. Stock pick INDF, TLKM, ASII, SMGR





































































































Rec



Sektor



Kode



Penutupan*



Support



Resistance



BUY



Energy



MEDC



2,700



2,660



2,760



 



Plantation



AALI



21,500



21,000



22,000



 



 



LSIP



7,600



7,500



7,700



 



Mining



TINS



1,950



1,900



2,000



 



 



ANTM



2,350



2,300



2,430



 



Coal



PTBA



14,550



14,000



14,850



 



 



ADRO



1,560



1,550



1,590



 



Banking



BBRI



6,950



6,750



7,150



SELL



Automotive



ASII



30,200



29,500



30,900



 



Consumer



UNVR



10,200



10,000



10,400



 



Cigarette



GGRM



15,200



14,750



15300




Rekomendasi berdasarkan pada analisis teknikal dan bukan berdasarkan pada analisis fundamental

*02/11/09



News Highlights:

PT EMP Energi Indonesia, anak perusahaan ENRG telah menandatangani perjanjian akusisi 10% working interest di Blok Masela PSC milik INPEX Masela Ltd. INPEX Masela merupakan perusahaan terafiliasi dengan INPEX Corporation yang menguasai 100% working interest di blok Masela PSC yang memiliki luas 3.221 kilometer persegi.

BEI langsung meminta penjelasan kepada manajemen ALFA terkait dengan keuptusan KPPU yang mengharuskan Carrefour menjual 75% saham ALFA akibat adanya dugaan monopoli persaingan usaha.

BBRI berencana membagikan dividen interim sebesar Rp 45,74 per saham atau senilai total Rp 563,9 miliar yang diambil dari laba bersih 9M09 yang akan dibagikan pada 16 Desember 2009.

TBLA akan membagikan dividen interim sebesar Rp 8,- per lembar saham, senilai total Rp 33,36 miliar yang berasal dari laba bersih 9M09 yang akan dibagikan pada 9 Desember 2009.

LPPF akan menggelar rights issue dengan rasio 1:10 dan harga rights issue sebesar Rp 160,- per saham pada bulan ini. Dana yang diperoleh ini akan digunakan untuk pembayaran pembelian aset department store MPPA. MPPA sendiri akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) rights issue ini sedangkan pemegang saham utama, PT Pacific Asia Holdings Pte tidak akan mengeksekusi haknya dalam rights issue ini. Pasca akuisisi ini, LPPF segera berganti nama menjadi PT Matahari Department Store Tbk.

GGRM membukukan kenaikan penjualan yang tipis pada 9M09 sebesar 0,19% YoY yang mencapai Rp 23,53 triliun sedangkan laba bersih perseroan pada periode yang sama tumbuh signifikan sebesar 64,6% YoY yang mencapai Rp 2,48 triliun.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat pemerintah sudah menarik pinjaman asing sebanyak USD 2,67 miliar atau Rp 25,89 triliun sampai akhir September 2009. Tapi, angka pencairan tersebut baru 44,9% dari total target yang dipatok di APBN-P 2009 sebesar USD 5,26 miliar atau Rp 57,61 triliun.

BBKP menggandeng PT Bank Jabar dan Bank Syariah Bukopin membentuk kredit sindikasi senilai Rp120 miliar untuk membiayai pembangunan apartemen Grand Royal Panghegar di Bandung, Jawa Barat. BBKP akan mengucurkan kredit Rp55 miliar, dan Bank Jabar menyediakan fasilitas peminjaman Rp50 miliar, sedangkan Bank Syariah Bukopin tergabung dalam club deal Rp15 miliar melalui induk usahanya.

DOID kemungkinan besar menggunakan opsi tambahan dalam penawaran saham yang sedang dilakukan menyusul permintaan yang tinggi.

BMRI menjajaki opsi penerbitan obligasi dolar AS apabila situasi pasar keuangan terus membaik. BMRI akan menaikan jumlah obligasi subordinasi yang diterbitkan dari rencana semula Rp3 triliun menjadi Rp triliun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar