Kamis, November 9

Morning Update IPOT 9 November 2017

Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada kemarin kembali mencatatkan rekor tertingginya ditopang oleh penguatan saham teknologi terutama emiten pembuat video game dan Apple. Take-Two Interactive Sofware mencatatkan kenaikan 10,58% setelah mengeluarkan proyeksi pendapatan di kuartal empat yang lebih tinggi dari ekspektasi sedangkan Apple menguat 0,82% sekaligus membukukan kapitalisasi pasar sebesar $905 milyar, tertinggi sepanjang sejarah didorong oleh optimisme terhadap peluncuran iphone x. Dow Jones ditutup menguat 6,13 poin (+0,03%) di level 23.563, S&P 500 bertambah 3,74 poin (0,14%) di level 2.594, Nasdaq naik 21,34 poin (0,32%) di level 6.789. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -4 poin (-0,03%) di level 13.518.

Technical Ideas

Kenaikan indeks bursa global dan regional diprediksi akan memberikan sentimen positif bagi indeks, di sisi lain terkoreksinya harga komoditas terutama minyak mentah dan batubara, melemahnya nilai tukar seiring dengan turunnya cadangan devisa serta posisi indeks yang sudah berada di area jenuh beli diprediksi akan mengambat laju indeks. IHSG diproyeksi bergerak bervariasi cenderung melemah pada rentang support di level 6.025 dengan resistance di 6.075. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          SMGR (Spec Buy, TP: Rp10.650, Support: Rp10.375)
·          BMTR (Spec Buy, TP: Rp625, Support: Rp585)
·          ACES (Spec Buy, TP: Rp1.310, Support: Rp1.220)
·          MNCN (Spec Buy, TP: Rp1.585, Support: Rp1.480)
                                                              
News Highlight

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp7 triliun pada 2018. Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk mengatakan penerbitan obligasi itu akan dilakukan 2 tahap pada semester I dan semester II tahun 2018. Capex yang dimaksud adalah belanja modal untuk keperluan pembangunan jalan tol yang dikerjakan oleh perseroan. Waskita Karya sebagai kontraktor membutuhkan dana untuk mengerjakan pekerjaan konstruksi itu.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membuka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (SPBBKB) di Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Direktur AKRA Nery Polim menyampaikan, pembukaan SPBBKB ini sesuai dengan program pemerintah yang ingin memacu penyediaan lembaga penyalur BBM 1 harga. Artinya, perusahaan tidak hanya menyediakan fasilitas BBM di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T).
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) terus memupuk produktivitas pabrik. Dengan strategi ini, TPIA bisa meraih pangsa pasar lebih luas. Perusahaan petrokimia ini tengah menuntaskan pengembangan sejumlah pabrik. Semisal, TPIA menargetkan perluasan pabrik butadiena selesai di kuartal II-2018. Saat ini pabrik memiliki kapasitas 100.000 ton. Dengan modifikasi engineering, kapasitasnya bisa menjadi 137.000 ton. Estimasi kebutuhan nilai investasi pabrik ini sekitar US$ 42 juta. Sebelumnya, TPIA berhasil mengumpulkan dana dari rights issue senilai US$ 378 juta atau setara Rp 5,03 triliun. Nah, sebagian dana ini digunakan untuk proyek pabrik butadiena. Selain itu, TPIA akan meningkatkan kapasitas naphtha cracker dan membangun cracker kedua, serta menuntaskan proyek pabrik polietilena baru. Perluasan ini diprediksi rampung kuartal I-2020. Anak usaha PT Barito Pasific Tbk (BRPT) ini juga menargetkan pengoperasian pabrik polietilena baru di kuartal IV-2019.

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) Kinerja emiten kian memprihatinkan. Jumlah pendapatan perusahaan di kuartal III-2017 merosot drastis dan menyebabkan kerugian emiten taksi ini membengkak lebih dari 2,5 kali lipat. Dalam laporan keuangan yang dirilis 1 November 2017 lalu, anak usaha Grup Rajawali ini mencatatkan penurunan pendapatan 54,81% menjadi Rp 231,62 miliar. Di periode yang sama tahun lalu perusahaan berhasil meraup pendapatan Rp 512,57 miiliar. Merosotnya pendapatan ini disebabkan oleh berkurangnya pendapatan dari bisnis taksi. Di kuartal ketiga tahun ini, perusahaan hanya mampu meraup pendapatan dari kendaraan taksi sebesar Rp 197,09 miliar dari sebelumnya Rp 461,71 miliar. Padahal, bisnis ini merupakan kontributor terbesar pendapatan perusahaan. Rugi bersih yang harus ditanggung TAXI hingga akhir September 2017 lalu meningkat 157,41% yoy menjadi Rp 210,57 miliar. Sebagai perbandingan, di triwulan ketiga tahun lalu TAXI membukukan rugi bersih Rp 81,8 miliar.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) pada triwulan ketiga tahun ini melorot di tengah lesunya bisnis taksi konvensional. Meski masih membukukan laba, namun jumlahnya turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam laporan keuangan kuartal III-2017 yang dirilis 27 Oktober 2017, laba perusahaan berkode saham BIRD ini turun dari Rp 360,87 miliar menjadi Rp 302,12 miliar di kuartal III-2017. Salah satu penyebab turunnya laba, karena pendapatan BIRD juga turun. Di triwulan ketiga ini, pendapatan perusahaan turun 14,1% yoy menjadi Rp 3,13 triliun. Di periode yang sama tahun lalu, perusahaan mampu meraup pendapatan sebesar Rp 3,64 triliun. Bisnis taksi yang merupakan kontributor pendapatan terbesar, turun sebesar 15,54% yoy menjadi Rp 2,59 triliun. Bisnis sewa kendaraan juga melandai 5,34% dari Rp 611,39 miliar menjadi Rp 578,71 miliar. Meski begitu, perusahaan berhasil melakukan efisiensi. Diantaranya beban langsung yang menurun 13,27% yoy dan beban bunga yang terpangkas 32,64% yoy.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c3d9u

Tidak ada komentar:

Posting Komentar