Selasa, November 7

Morning Update IPOT 7 November 2017

Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan awal pekan ditutup menguat seiring sentimen positif dari rencana aksi korporasi beberapa emiten antara lain, Broadcom yang ingin mengakuisisi Qualcomm serta Disney yang berencana untuk merger dengan 21st Century Fox. Dow Jones naik +9 poin (+0,04%) di level 23.548, S&P 500 bertambah +3 poin (+0,13%) di level 2.591, Nasdaq positif +22 poin (+0,33%) di level 6.786. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka menguat +24 poin (+0,18%) di level 13.500.

Technical Ideas

Menguatnya indeks di bursa saham Wall Street serta naiknya harga minyak mentah diprediksi membawah indeks harga saham gabungan bergerak menguat. IHSG diperkirakan berada pada rentang support di level 6.020 dengan resistance di 6.080. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          SBP (Spec Buy, TP: Rp414, Support: Rp392)
·          PTPP (Spec Buy, TP: Rp2.940, Support: Rp2.880)
·          PGAS (Spec Buy, TP: Rp1.870, Support: Rp1.790)
·          ERAA (Spec Buy, TP: Rp850, Support: Rp790)
                                                              
News Highlight

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) masih harus berusaha keras memenangkan persaingan penjualan semen di Jawa Barat. Masuknya beberapa pemain baru dengan harga lebih murah berpeluang menjadi katalis negatif yang bisa menghadang kinerja. Sejak tahun 2015, harga penjualan rata-rata atau average selling price (ASP) perseroan terus menunjukkan tren penurunan. Rendahnya permintaan semen karena sektor properti masih belum pulih dan sektor infrastruktur yang pertumbuhannya belum maksimal, memicu terjadinya perang harga. Apalagi produk semen pendatang baru menawarkan harga yang lebih rendah dari produk INTP.

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) memperkirakan belanja modal alias capital expenditure (capex) yang dibutuhkan tahun depan berkisar US$ 20 juta sampai US$ 30 juta. Sekretaris Perusahaan SRIL Welly Salam mengatakan, perusahaan akan fokus menggunakan dana tersebut untuk keperluan pemeliharaan. Tahun depan, perusahaan berencana melanjutkan strategi bisnis yang dijalankan tahun ini, yaitu memaksimalkan utilisasi produksi. Pasalnya, menurut Welly, produksi benang, tenun, finishing, dan garmen saat ini belum berjalan secara maksimal. Selain itu, tahun depan, SRIL berencana memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan likuiditas saham. Perusahaan juga akan melakukan efisiensi kegiatan produksi dan biaya keuangan demi menekan beban. Tak ketinggalan, perusahaan juga akan meningkatkan ekspor.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Intraco Penta Tbk (INTA) Penjualan alat berat hingga sembilan bulan tahun ini bertumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kendati secara konsolidasi pertumbuhan penjualan perseroan lebih terbatas. Ferdinand D., Investor Relation Intraco Penta, mengatakan bahwa perseroan berhasil merealisasikan penjualan alat berat hingga September tahun ini sebanyak 452 unit. Jumlah itu meningkat 61% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 280 unit. Sepanjang bulan September saja, penjualan alat berat perseroan mencapai 84 unit. Padahal, pada bulan September tahun lalu, penjualan perseroan hanya 45 unit. amun, bila dihitung berdasarkan nilai jualnya, peningkatan penjualan emiten dengan kode saham INTA ini mencapai 98%, yakni dari Rp489 miliar pada sembilan bulan 2016 menjadi Rp970 miliar pada periode yang sama tahun ini.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c3d9a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar