Market Wrap
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan awal pekan ditutup menguat seiring sentimen positif dari rencana aksi korporasi beberapa emiten antara lain, Broadcom yang ingin mengakuisisi Qualcomm serta Disney yang berencana untuk merger dengan 21st Century Fox. Dow Jones naik +9 poin (+0,04%) di level 23.548, S&P 500 bertambah +3 poin (+0,13%) di level 2.591, Nasdaq positif +22 poin (+0,33%) di level 6.786. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka menguat +24 poin (+0,18%) di level 13.500.
Technical Ideas
Menguatnya
indeks di bursa saham Wall Street serta naiknya harga minyak mentah
diprediksi membawah indeks harga saham gabungan bergerak menguat. IHSG
diperkirakan berada pada rentang support di level 6.020 dengan resistance
di 6.080. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin
yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi
pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· SBP (Spec Buy, TP: Rp414, Support: Rp392)
· PTPP (Spec Buy, TP: Rp2.940, Support: Rp2.880)
· PGAS (Spec Buy, TP: Rp1.870, Support: Rp1.790)
· ERAA (Spec Buy, TP: Rp850, Support: Rp790)
News Highlight
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) masih
harus berusaha keras memenangkan persaingan penjualan semen di Jawa
Barat. Masuknya beberapa pemain baru dengan harga lebih murah berpeluang
menjadi katalis negatif yang bisa menghadang kinerja. Sejak tahun 2015, harga penjualan rata-rata atau average selling price (ASP) perseroan terus menunjukkan tren penurunan. Rendahnya
permintaan semen karena sektor properti masih belum pulih dan sektor
infrastruktur yang pertumbuhannya belum maksimal, memicu terjadinya
perang harga. Apalagi produk semen pendatang baru menawarkan harga yang
lebih rendah dari produk INTP.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) memperkirakan belanja modal alias capital expenditure (capex) yang dibutuhkan tahun depan berkisar US$ 20 juta sampai US$ 30 juta. Sekretaris Perusahaan SRIL Welly Salam mengatakan, perusahaan akan fokus menggunakan dana tersebut untuk keperluan pemeliharaan. Tahun
depan, perusahaan berencana melanjutkan strategi bisnis yang dijalankan
tahun ini, yaitu memaksimalkan utilisasi produksi. Pasalnya, menurut
Welly, produksi benang, tenun, finishing, dan garmen saat ini belum
berjalan secara maksimal. Selain
itu, tahun depan, SRIL berencana memperkuat struktur permodalan serta
meningkatkan likuiditas saham. Perusahaan juga akan melakukan efisiensi
kegiatan produksi dan biaya keuangan demi menekan beban. Tak
ketinggalan, perusahaan juga akan meningkatkan ekspor.
PT Intraco Penta Tbk (INTA) Penjualan
alat berat hingga sembilan bulan tahun ini bertumbuh hampir dua kali
lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kendati secara
konsolidasi pertumbuhan penjualan perseroan lebih terbatas. Ferdinand
D., Investor Relation Intraco Penta, mengatakan bahwa perseroan berhasil
merealisasikan penjualan alat berat hingga September tahun ini sebanyak
452 unit. Jumlah itu meningkat 61% dibandingkan realisasi periode yang
sama tahun lalu sebanyak 280 unit. Sepanjang bulan September saja,
penjualan alat berat perseroan mencapai 84 unit. Padahal, pada bulan
September tahun lalu, penjualan perseroan hanya 45 unit. amun, bila
dihitung berdasarkan nilai jualnya, peningkatan penjualan emiten dengan
kode saham INTA ini mencapai 98%, yakni dari Rp489 miliar pada sembilan
bulan 2016 menjadi Rp970 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar