Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu di tutup
menguat dipicu oleh rilis laporan keuangan dari sektor teknologi serta
data tenaga kerja AS yang direspon positif investor. Dow Jones naik +23 poin (+0,10%) di level 23.539 terdorong oleh penguatan saham Apple, S&P
500 bertambah +8 poin (+0,31%) di level 2.588 dengan saham Qualcomm
yang mencatatkan kenaikan terbesar, Nasdaq positif +49 poin (+0,74%) di
level 6.764 seiring dengan kenaikan saham Apple pasca melaporkan
kinerja kuartal tiga di atas ekspektasi pasar. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -35 poin (-0,26%) di level 13.533.
Technical Ideas
Menguatnya
indeks di bursa saham Wall Street serta naiknya harga minyak mentah
diprediksi menjadi sentimen positif. Investor juga menanti rilis data
ekonomi GDP yang diperkirakan akan mempengaruhi laju indeks. IHSG
diprediksi bergerak menguat pada rentang support di level 6.015 dengan resistance
di 6.065. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin
yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi
pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· TLKM (Spec Buy, TP: Rp4.150, Support: Rp4.030)
· WIKA (Spec Buy, TP: Rp1.975, Support: Rp1.945)
· BBNI (BoW, Resist: Rp7.850, Support: Rp7.650)
· BSDE (Spec Buy, TP: Rp1.790, Support: Rp1.750)
News Highlight
PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatatkan
laba bersih kuartal III-2017 sebesar Rp 640,81 miliar. Laba bersih
sampai periode ini naik 17,28% bila dibandingkan dengan periode yang
sama tahun sebelumnya sebesar Rp 546,39 miliar. ULTJ
mencatatkan penjualan sebesar Rp 3,58 triliun pada kuartal III-2017.
Capaian tersebut naik 3,55% bila dibandingkan dengan capaian penjualan
periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,45 triliun. Penjualan ULTJ didapatkan dari pasar ekspor dan lokal. Penjualan dikontribusi oleh segmen makanan dan minuman.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengatur
strategi untuk tekan kerugian di tahun 2017. Per September 2017,
maskapai pelat merah ini masih catat kerugian sebesar US$ 222,03 juta. Direktur Keuangan GIAA Helmi Imam Satriyono menjelaskan beberapa strategi GIAA untuk mencapai target tersebut. Targetnya, Garuda bisa menekan kerugian hingga US$ 215 juta di full year 2017. Per
September 2017, menurut Helmi Garuda sudah bisa merealisasikan 70% dari
total target tersebut. Jumlah dana yang berhasil dihemat GIAA setara
dengan US$ 70 juta.
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) kembali
mengakselerasi ekspansi. Perusahaan barang konsumen ini baru saja
berkerja sama dengan perusahaan asal Thailand, Malee Capital Company
Limited (Malee) untuk membentuk dua perusahaan patungan atau joint venture (JV) sekaligus. Kedua
JV tersebut adalah, PT Kino Malee Indonesia (KMI) yang berlokasi di
Indonesia dan Malee Kino Company Limited (MKCL) di Thailand. KINO bakal memegang 51% saham KMI dan 49% saham MKCL. Sebaliknya, Malee bakal menguasai 51% saham MKCl dan 49% saham KMI. Dengan
keberadaan dua JV itu, KINO akan lebih mudah mengekspor produk
perawatan dan pemeliharaan tubuh dan produk farmasi ke Thailand melalui
MKCL.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar