Senin, November 6

Morning Update IPOT 6 November 2017

Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu di tutup menguat dipicu oleh rilis laporan keuangan dari sektor teknologi serta data tenaga kerja AS yang direspon positif investor. Dow Jones naik +23 poin (+0,10%) di level 23.539 terdorong oleh penguatan saham Apple, S&P 500 bertambah +8 poin (+0,31%) di level 2.588 dengan saham Qualcomm yang mencatatkan kenaikan terbesar, Nasdaq positif +49 poin (+0,74%) di level 6.764 seiring dengan kenaikan saham Apple pasca melaporkan kinerja kuartal tiga di atas ekspektasi pasar. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -35 poin (-0,26%) di level 13.533.

Technical Ideas

Menguatnya indeks di bursa saham Wall Street serta naiknya harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen positif. Investor juga menanti rilis data ekonomi GDP yang diperkirakan akan mempengaruhi laju indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat pada rentang support di level 6.015 dengan resistance di 6.065. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          TLKM (Spec Buy, TP: Rp4.150, Support: Rp4.030)
·          WIKA (Spec Buy, TP: Rp1.975, Support: Rp1.945)
·          BBNI (BoW, Resist: Rp7.850, Support: Rp7.650)
·          BSDE (Spec Buy, TP: Rp1.790, Support: Rp1.750)

                                                              
News Highlight

PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatatkan laba bersih kuartal III-2017 sebesar Rp 640,81 miliar. Laba bersih sampai periode ini naik 17,28% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 546,39 miliar. ULTJ mencatatkan penjualan sebesar Rp 3,58 triliun pada kuartal III-2017. Capaian tersebut naik 3,55% bila dibandingkan dengan capaian penjualan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,45 triliun. Penjualan ULTJ didapatkan dari pasar ekspor dan lokal. Penjualan dikontribusi oleh segmen makanan dan minuman.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengatur strategi untuk tekan kerugian di tahun 2017. Per September 2017, maskapai pelat merah ini masih catat kerugian sebesar US$ 222,03 juta. Direktur Keuangan GIAA Helmi Imam Satriyono menjelaskan beberapa strategi GIAA untuk mencapai target tersebut. Targetnya, Garuda bisa menekan kerugian hingga US$ 215 juta di full year 2017. Per September 2017, menurut Helmi Garuda sudah bisa merealisasikan 70% dari total target tersebut. Jumlah dana yang berhasil dihemat GIAA setara dengan US$ 70 juta.
                                                                                                                                                                                                                                                   
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) kembali mengakselerasi ekspansi. Perusahaan barang konsumen ini baru saja berkerja sama dengan perusahaan asal Thailand, Malee Capital Company Limited (Malee) untuk membentuk dua perusahaan patungan atau joint venture (JV) sekaligus. Kedua JV tersebut adalah, PT Kino Malee Indonesia (KMI) yang berlokasi di Indonesia dan Malee Kino Company Limited (MKCL) di Thailand. KINO bakal memegang 51% saham KMI dan 49% saham MKCL. Sebaliknya, Malee bakal menguasai 51% saham MKCl dan 49% saham KMI. Dengan keberadaan dua JV itu, KINO akan lebih mudah mengekspor produk perawatan dan pemeliharaan tubuh dan produk farmasi ke Thailand melalui MKCL.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Ekspansi tahun ini berjalan lancar sesuai target. Hingga kuartal III-2017, perusahaan farmasi ini telah menyerap sebagian besar belanja modal atau capital expenditure (capex). Emiten farmasi ini menyiapkan capex Rp 1,2 triliun di tahun ini. Manajemen KLBF merinci, perusahaan ini telah menggunakan capex sekitar Rp 820 miliar untuk pengembangan pabrik. Ada tiga pabrik yang tengah dibangun perusahaan. Pabrik-pabrik tersebut berlokasi di Pulogadung, Cikarang dan Cikampek. Pabrik di Pulogadung merupakan pabrik resep untuk injeksi. Lalu, pabrik yang berlokasi di Cikarang dan Cikampek merupakan pabrik produk konsumer. Tahun depan, jumlah belanja modal yang disiapkan KLBF tak akan jauh berbeda dari tahun ini. Sumber pendanaanya juga masih mengandalkan kas internal, yang dikombinasikan dengan pinjaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar