Market Wrap
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis ditutup bervariasi seiring dengan dirilisnya rancangan UU reformasi pajak yang bertujuan untuk memangkas pajak perusahaan menjadi 20 persen. Investor juga mencermati pencalonan Jerome Powell sebagai Gubernur the Fed menggantikan Janet Yellen. Dow Jones naik +81 poin (+0,35%) di level 23.516, S&P 500 bertambah 0,49 poin (+0,02%) di level 2.580, Nasdaq terkoreksi -1 poin (-0,02%) di level 6.715. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka menguat +41 poin (+0,30%) di level 13.511.
Technical Ideas
Menguatnya
harga komoditas serta nilai tukar rupiah diprediksi menjadi sentimen
positif indeks, di sisi lain adanya kecenderungan investor melakukan profit taking
di akhir pekan pasca musim laporan keuangan perusahaan diperkirakan
menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah pada
rentang support di level 6.005 dengan resistance di 6.055.
Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa
dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· SRIL (Buy, TP: Rp402, Support: Rp376)
· MIKA (Spec Buy, TP: Rp1.995, Support: Rp1.905)
· WSKT (Spec Buy, TP: Rp2.150, Support: Rp2.110)
· BBTN (Spec Buy, TP: Rp2.900, Support: Rp2.820)
News Highlight
PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) memastikan proyek pengembangan Kanal Cikarang-Bekasi-Laut (CBL) bakal segera tuntas. POWR
memperoleh izin pemanfaatan CBL dari Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) pada Mei lalu. POWR segera mengeruk kanal dan
membangun dermaga yang akan digunakan kapal pengangkut batubara sebagai
kelanjutan atas izin tersebut. Selain
itu, izin tersebut juga menyatakan bahwa biaya pengembangan CBL
ditanggung oleh POWR. Baskara tidak merinci nilai investasi untuk
pengembangan CBL.
PT XL Axiata Tbk (EXCL) mempersiapkan
berbagai ekspansi ke luar Jawa. Perusahaan halo-halo ini mengatakan
bahwa pendapatan di luar Jawa naik signifikan dan menyumbang cukup
banyak untuk kenaikan pendapatan XL di kuartal ketiga tahun 2017 ini. Perseroan
menambahkan bahwa pihaknya akan secara berkala berekspansi di luar
Pulau Jawa. Saat ini, EXCL masih memakai sekitar 55% belanja modal di
Pulau Jawa. Ke depan EXCL akan terus ekspansi dengan proporsi penggunaan
60% di luar pulau Jawa dan sisanya di Jawa. Manajemen EXCL juga mengatakan bahwa return pengembangan di luar Jawa lebih bagus seiring dengan penetrasi smartphone yang semakin meluas di seluruh Indonesia.
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mendapatkan
tambahan pinjaman sebesar Rp 1,4 triliun. Dengan tambahan ini, pinjaman
WSKT meningkat dari sebelumnya Rp 4,59 triliun menjadi Rp 5,99 triliun.
Waskita Karya menyebut, pinjaman ini berasal dari kreditur sindikasi
yang terdiri dari Bank Negara Indonesia (BNI) selaku mandated lead arranger dan bookrunner dan The Bank of Tokyo-Mitsubisi Ltd selaku mandated lead arranger.
Sindikasi ini juga terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT
Sarana Multi Infrastruktur, BPD Sumatera Selatan-Bangka Belitung, BPD
Jawa Barat dan Banten, Bank Panin, BPD Papua, Bank ICBC Indonesia, BPD
Riau selaku anggota kreditur sindikasi. Fasilitas pinjaman ini akan
digunakan untuk mendukung kegiatan usaha utama WSKT, dalam rangka
pembangunan proyek LRT Palembang, sehubungan dengan risiko pembayaran
karena belum adanya kepastian mengenai pagu anggaran Departemen
Perhubungan tahun 2018 yang bergantung pada APBN 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar