Kamis, November 2

Morning Update IPOT 2 November 2017

Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis ditutup bervariasi setelah Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga, namun investor tetap berekspektasi bahwa akan ada kenaikan suku bunga di bulan Desember. Dow Jones naik +57 poin (+0,25%) di level 23.435, S&P 500 ditutup menguat +4 poin (+0,16%) di level 2.579, Nasdaq terkoreksi -11 poin (-0,17%) di level 6.716. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -8 poin (-0,06%) di level 13.571.

Technical Ideas

Menguatnya harga komoditas dunia serta stabilnya data ekonomi dalam negeri diprediksi menjadi faktor pendorong indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas pada rentang support di level 6.015 dengan resistance di 6.060. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          MAPI (Buy, TP: Rp6.750, Support: Rp6.550)
·          EXCL (Spec Buy, TP: Rp3.620, Support: Rp3.380)
·          BMTR (Spec Buy, TP: Rp615, Support: Rp585)
·          SRIL (Spec Buy, TP: Rp376, Support: Rp364)
                                                              
News Highlight

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) Penjualan semen yang belum dapat diakui ke dalam pendapatan menyebabkan penjualan emiten turun. Pada periode Januari-September 2017, SMBR mencatat penurunan pendapatan sebesar 4,2% menjadi Rp 999,6 miliar. Di periode yang sama tahun lalu, perusahaan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 1,04 triliun. Direktur Utama SMBR Rahmad Pribadi mengatakan, penurunan ini merupakan dampak dari penjualan semen dari salah satu pabrik milik perusahaan yang belum bisa diakui ke dalam pendapatan. "Selama bulan Juli-Agustus, terdapat semen dari Pabrik Baturaja II yang dijual dan tidak bisa diakui sebagai revenue karena masih dalam status trial dan menjadi biaya negatif untuk pabrik tersebut. Namun per 1 September lalu, Pabrik Baturaja II sudah komersil dan penjualannya mulai dibukukan sebagai revenue,".

PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) Kinerja keuangan emiten hingga kuartal III-2017 menurun. Penurunan terjadi pada sisi keuntungan perusahaan. Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, POWR mencatatkan laba bersih US$ 79,24 juta. Angka ini susut 27% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 109,41 juta. POWR mampu mencatat kenaikan pendapatan 3% menjadi US$ 309,79 juta dari sebelumnya US$ 408,16 juta pada periode kuartal III-2016. Beban pokok perusahaan listrik ini juga tidak naik signifikan. POWR mencatat beban pokok US$ 275,28 juta, hanya naik 1% dari sebelumnya US$ 271,43 juta.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT United Tractors Tbk (UNTR) Pendapatan penjualan perusahaan hingga sembilan bulan tahun ini mencapai Rp46,3 triliun, sudah melampaui capaian kinerja setahun penuh 2016 yang senilai Rp45,5 triliun. Kontributor terbesar atas pendapatan penjualan perseroan yakni dari kontraktor pertambangan yakni Rp21,22 triliun atau 46%, disusul mesin konstruksi Rp17,44 triliun atau 38%, pertambangan Rp5,65 triliun atau 12%, dan industri konstruksi Rp1,95 triliun atau 4%. Sejalan dengan meningkatnya pendapatan, laba bruto perseroan juga meningkat sebesar 59% dari Rp6,6 triliun menjadi Rp10,4 triliun. Adanya peningkatan penghasilan keuangan dan berkurangnya beban lain-lain, membuat laba sebelum pajak penghasilan meningkat 90% menjadi Rp7,9 triliun. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan periode berjalan sebesar Rp2,0 triliun, laba periode berjalan menjadi sebesar Rp5,9 triliun, naik dari Rp3,2 triliun. Keseluruhan hasil tersebut, membuat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih perseroan adalah sebesar Rp5,6 triliun, naik 80% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan kembali menganggarkan belanja modal tahun 2018 senilai Rp1,6 triliun, relatif sama dengan anggaran belanja modal tahun ini. Sancoyo Antariksa, Direktur Independen dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, mengatakan bahwa hingga September tahun ini, perseroan sudah merealisasikan Rp1,3 triliun dari target belanja modal Rp1,6 triliun hingga akhir tahun. Belanja modal perseroan tahun ini digunakan untuk penambahan kapasitas produksi di 9 pabrik yang dimiliki perseroan, penyelesaian sebagian pembangunan gedung, dan penambahan cabinet ice cream. Tahun depan, perseroan masih akan melanjutkan pengembangan kapasitas produksi di pabrik yang sudah ada tanpa menambah pabrik baru. Selain itu, anggaran belanja modal juga dimanfaatkan untuk penguatan distribusi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c3d7w

Tidak ada komentar:

Posting Komentar