Market Wrap
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan
kemarin ditutup melemah dipicu oleh kekhawatiran adanya penundaan
penerapan reformasi perpajakan yang salah satu isinya memangkas pajak
perusahaan menjadi 20% dari 35%. Kekhawatiran tersebut muncul setelah
komite keuangan senat merilis rencana reformasi pajak yang menyarankan
pemotongan pajak perusahaan di laksanakan tahun 2019. Dow Jones ditutup melemah 101,42 poin (-0,43%) di level 23.461, S&P 500 terkoreksi 9,76 poin (-0,38%) di level 2.584, Nasdaq turun 39,06 poin (-0,58%) di level 6.750. Pagi ini bursa Asia dibuka melemah, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka menguat 4 poin (0,03%) di level 13.512.
Technical Ideas
Terkoreksinya
indeks bursa global dan regional serta penurunan harga komoditas
batubara, nikel, timah dan CPO diprediksi akan memberikan sentimen
negatif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 6.042 dan resistance di 6.065. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· ITMG (Spec Buy, Support: Rp20.725, Resist: Rp21.550)
· AKRA (BoW, Support: Rp7.225, Resist: Rp7.425)
· LPPF (SELL, Support: Rp9.500, Resist: Rp10.500)
· PPRO (Spec Buy, Support: Rp202, Resist: Rp216)
News Highlight
PT Astra International Tbk (ASII) memproyeksikan belanja modal pada tahun depan akan mencapai Rp14 triliun-Rp15 triliun. Head
of Investor Relation PT Astra International Tbk. Tira Ardianti
mengungkapkan, serapan belanja modal hingga September 2017 sudah
mencapai Rp10,8 triliun, dari rencana Rp17 triliun hingga akhir tahun. "Bila belanja modal tahun ini tidak terserap seluruhnya, maka kami akan mengalokasikan pada tahun depan," ungkapnya
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merealisasikan
penjualan sebanyak 16,5 juta ton sepanjang Januari hingga September
2017 atau 70,21% dari target penjualan pada tahun ini. perseroan
mengungkapkan bahwa perseroan menargetkan penjualan batu bara sebanyak
23,5 juta ton pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98% telah
terkontrak. Sepanjang
sembilan bulan pertama tahun ini, pasar ekspor batu bara perseroan
beragam. Jepang menjadi penyerap terbanyak dengan komposisi sebanyak 22%
dari total penjualan, dan disusul dengan China dan Thailand.
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan
perincian rencana penawaran umum terbatas 1 dengan hak memesan efek
terlebih dahulu dan perubahan jajaran direksi dan dewan komisaris yang
telah diterima dan disetujui oleh RUPSLB. Perseroan
bermaksud menggunakan dana yang diperoleh dari penawaran umum terbatas
untuk pengembangan atau ekspansi usaha, baik langsung maupun tidak
langsung melalui entitas anak, melalui akuisisi/pembelian aset dan/atau
saham perusahaan yang dapat bersinergi dengan perseroan dan entitas anak
serta memberi manfaat tambahan serta mendukung kegiatan usaha
perseroan. Dana tersebut juga akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan/atau entitas anak.
PT United Tractors Tbk (UNTR) memantapkan
diversifikasi usaha di bidang pertambangan emas. Ekspansi ini bertujuan
memperbesar lini bisnis nonbatubara agar kinerja konsolidasi UNTR tak
terlalu terdampak volatilitas harga batubara. Iwan
Hadiantoro, Direktur Keuangan UNTR, mengatakan, saat ini UNTR sudah
memiliki konsesi tambang emas lewat PT Sumbawa Jutaraya (SJR) yang
diakuisisi pada tahun 2015. Tambang itu kini dalam fase pengembangan dan
eksplorasi. Tambang yang berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini
diprediksi akan mulai beroperasi pada awal 2019. Untuk masuk ke proyek tersebut, UNTR telah merogoh kocek sebesar US$ 50 juta. UNTR juga tengah menanti izin eksplorasi tujuh blok lainnya dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. UNTR juga sudah menyiapkan processing plant
dengan kapasitas mencapai 100.000 ons. Pihaknya sudah memulai
pembangunan fasilitas tersebut. Bukan cuma pabrik, namun UNTR juga
membangun fasilitas pendukung seperti jalan, dan pelabuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar