Rabu, November 1

Morning Update IPOT 1 November 2017

Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir bulan ditutup menguat seiring berlanjutnya sentimen positif dari laporan kinerja emiten di kuartal tiga yang solid. Dow Jones naik +28 poin (+0,12%) di level 23.377, S&P 500 ditutup menguat +2 poin (+0,09%) di level 2.575, Nasdaq bertambah +28 poin (+0,43%) di level 6.727. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -8 poin (-0,06%) di level 13.571.

Technical Ideas

Menguatnya indeks di bursa saham Wall Street serta laporan keuangan emiten dalam negeri yang cukup bagus diprediksi kembali membawa indeks harga saham gabungan bergerak menguat. IHSG diprediksi berada pada rentang support di level 5.975 dengan resistance di 6.035. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          PTPP (BoW, Resist: Rp2.900, Support: Rp2.820)
·          PWON (Spec Buy, TP: Rp645, Support: Rp620)
·          AKRA (Buy, TP: Rp7.650, Support: Rp7.275)
·          MAPI (Spec Buy, TP: Rp6.675, Support: Rp6.425)
                                                              
News Highlight

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan pendapatan untuk sembilan bulan pertama tahun 2017 senilai Rp11,7 triliun, meningkat 13,5% dibandingkan dengan Rp10,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, peningkatan penjualan terjadi pada semua segmen usaha perseroan. Penjualan eceran dan grosir menyumbang 92% dari total pendapatan. Segmen ini tumbuh 14,47% yoy. Laba usaha perseroan tumbuh 35,9% yoy dari Rp577 miliar menjadi Rp785 miliar, sedangkan laba bersih melonjak 112% menjadi Rp256 miliar dari Rp120 miliar yang tercatat untuk sembilan bulan pertama pada tahun 2016.

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan penjualan kotor sebesar Rp13,2 triliun dengan pendapatan bersih Rp7,55 triliun sepanjang sembilan bulan tahun ini, bertahan di level yang kurang lebih sama seperti tahun lalu. Sementara itu, kinerja pertumbuhan penjualan pada toko yang sama atau same store sales growth (SSSG) perseroan tercatat menurun 2,7% terutama akibat dari pelemahan daya beli konsumen yang terjadi. Laba bersih untuk periode sembilan bulan 2017 tercatat sebesar Rp1,5 triliun, setara 11,4% dari penjualan kotor. Capaian tersebut turun tipis dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu Rp1,61 triliun.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Astra International Tbk (ASII) hingga September 2017, perseroan berhasil meraup laba bersih senilai Rp14,18 triliun, tumbuh 26% year on year. Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengungkapkan, kinerja perseroan hingga akhir tahun akan tetap positif karena penguatan harga komoditas terus berlanjut. Harga batu bara yang kuat pun menguntungkan volume alat berat dan kontraktor penambangan. Pertumbuhan pendapatan bersih Astra International mencapai dua digit. Hingga September 2017, pendapatan bersih ASII mencapai Rp150,22 triliun, tumbuh 14% dari posisi Rp132,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sampai September 2017, laba bersih per saham ASII mencapai Rp350, naik Rp26 dari posisi Rp279 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp62,88 miliar dalam periode Januari-September 2017 atau turun 26% dibandingkan dengan Rp85,44 miliar pada periode yang sama 2016. Dalam 9 bulan 2017, emiten berkode saham SILO itu membukukan pendapatan operasional kotor sebesar Rp4,3 triliun atau meningkat 12% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama 2016. Selain itu, perusahaan membukukan pendapatan operasional bersih sebesar Rp3 triliun sampai kuartal III/2017 atau meningkat 6% dibandingkan dengan realisasi pada kuartal III/2016. Laba kotor perusahaan sendiri mencapai Rp1,8 triliun atau meningkat 5% dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi sebesar Rp528,5 miliar yang meningkat 6% pada Januari-September 2017 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c3d7m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar