Market Wrap
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir bulan ditutup menguat seiring berlanjutnya sentimen positif dari laporan kinerja emiten di kuartal tiga yang solid. Dow Jones naik +28 poin (+0,12%) di level 23.377, S&P 500 ditutup menguat +2 poin (+0,09%) di level 2.575, Nasdaq bertambah +28 poin (+0,43%) di level 6.727. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -8 poin (-0,06%) di level 13.571.
Technical Ideas
Menguatnya
indeks di bursa saham Wall Street serta laporan keuangan emiten dalam
negeri yang cukup bagus diprediksi kembali membawa indeks harga saham
gabungan bergerak menguat. IHSG diprediksi berada pada rentang support di level 5.975 dengan resistance
di 6.035. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin
yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi
pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· PTPP (BoW, Resist: Rp2.900, Support: Rp2.820)
· PWON (Spec Buy, TP: Rp645, Support: Rp620)
· AKRA (Buy, TP: Rp7.650, Support: Rp7.275)
· MAPI (Spec Buy, TP: Rp6.675, Support: Rp6.425)
News Highlight
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan pendapatan untuk sembilan bulan pertama tahun 2017 senilai Rp11,7 triliun, meningkat 13,5% dibandingkan dengan Rp10,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan
laporan keuangan perseroan, peningkatan penjualan terjadi pada semua
segmen usaha perseroan. Penjualan eceran dan grosir menyumbang 92% dari
total pendapatan. Segmen ini tumbuh 14,47% yoy. Laba
usaha perseroan tumbuh 35,9% yoy dari Rp577 miliar menjadi Rp785
miliar, sedangkan laba bersih melonjak 112% menjadi Rp256 miliar dari
Rp120 miliar yang tercatat untuk sembilan bulan pertama pada tahun 2016.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan
penjualan kotor sebesar Rp13,2 triliun dengan pendapatan bersih Rp7,55
triliun sepanjang sembilan bulan tahun ini, bertahan di level yang
kurang lebih sama seperti tahun lalu. Sementara itu, kinerja pertumbuhan penjualan pada toko yang sama atau same store sales growth (SSSG) perseroan tercatat menurun 2,7% terutama akibat dari pelemahan daya beli konsumen yang terjadi. Laba
bersih untuk periode sembilan bulan 2017 tercatat sebesar Rp1,5
triliun, setara 11,4% dari penjualan kotor. Capaian tersebut turun tipis
dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu Rp1,61
triliun.
PT Astra International Tbk (ASII) hingga September 2017, perseroan berhasil meraup laba bersih senilai Rp14,18 triliun, tumbuh 26% year on year. Presiden
Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengungkapkan, kinerja
perseroan hingga akhir tahun akan tetap positif karena penguatan harga
komoditas terus berlanjut. Harga batu bara yang kuat pun menguntungkan
volume alat berat dan kontraktor penambangan. Pertumbuhan
pendapatan bersih Astra International mencapai dua digit. Hingga
September 2017, pendapatan bersih ASII mencapai Rp150,22 triliun, tumbuh
14% dari posisi Rp132,29 triliun pada periode yang sama tahun
sebelumnya. Sampai
September 2017, laba bersih per saham ASII mencapai Rp350, naik Rp26
dari posisi Rp279 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan
laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk sebesar Rp62,88 miliar dalam periode Januari-September 2017 atau
turun 26% dibandingkan dengan Rp85,44 miliar pada periode yang sama
2016. Dalam 9 bulan
2017, emiten berkode saham SILO itu membukukan pendapatan operasional
kotor sebesar Rp4,3 triliun atau meningkat 12% dibandingkan dengan
realisasi pada periode yang sama 2016. Selain itu, perusahaan membukukan
pendapatan operasional bersih sebesar Rp3 triliun sampai kuartal
III/2017 atau meningkat 6% dibandingkan dengan realisasi pada kuartal
III/2016. Laba kotor
perusahaan sendiri mencapai Rp1,8 triliun atau meningkat 5% dan laba
sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi sebesar Rp528,5 miliar
yang meningkat 6% pada Januari-September 2017 dibandingkan dengan
periode yang sama pada 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar