Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Selasa ditutup
bervariasi meskipun terjadi penguatan pada saham sektor media serta
harapan investor terkait rencana aksi korporasi Disney untuk merger
dengan 21st Century Fox belum mencapai kata sepakat memberikan sentimen
negatif pada indeks. Dow Jones naik +9 poin (+0,04%) di level 23.557, S&P 500 terkoreksi -0,49 poin (-0,02%) di level 2.590, Nasdaq melemah -18 poin (-0,27%) di level 6.768. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona merah, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -12 poin (-0,09%) di level 13.527.
Technical Ideas
Adanya kelanjutan aksi buy
oleh investor asing sejak awal pekan setelah didukung oleh data ekonomi
dalam negeri yang cukup bagus diprediksi menjadi sentimen positif,
namun melemahnya harga komoditas diperkirakan akan menekan laju indeks
hari ini. IHSG diproyeksi bergerak bervariasi cenderung menguat pada
rentang support di level 6.040 dengan resistance di 6.080.
Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa
dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BBCA (Spec Buy, TP: Rp21.250, Support: Rp20.800)
· CPIN (Spec Buy, TP: Rp3.390, Support: Rp3.270)
· UNTR (Spec Buy, TP: Rp36.250, Support: Rp35.300)
· ASII (Spec Buy, TP: Rp8.325, Support: Rp8.075)
News Highlight
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi pinjaman senilai Rp5,14 triliun dari sejumlah bank untuk proyek pembangunan jalan tol Jakarta Cikampek II elevated. Dalam
pemberian kredit sindikasi ini, 4 bank yaitu PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk., PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan PT
Bank CIMB Niaga Tbk., bertindak sebagai joint mandated lead arranger dan
bookrunner. Sementara
itu, anggota sindikasi dalam perjanjian pinjaman itu adalah BNP
Paribas, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Bank KEB Hana. Manajemen mengungkapkan bahwa dengan ditandatanganinya pemberian
plafon kredit untuk proyek Tol Jakarta – Cikampek II Elevated ini
tentunya semakin mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan atas
proyek tersebut
PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) rencana untuk
mengubah fokus bisnisnya dari pelayaran ke pertambangan telah mendapat
restu dari para pemegang saham. Lewat perubahan ini Trada Alam berharap
tak lagi harus menanggung rugi. TRAM
juga baru saja memperoleh restu dari para pemegang sahamnya untuk
menerbitkan saham baru lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue).
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan perusahaan
untuk mengakuisisi perusahaan tambang batubara PT Gunung Bara Utama
(GBU) dan perusahaan jasa pertambangan PT SMR Utama Tbk (SMRU).
PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) mencatat
pendapatan yang menurun di kuartal III-2017 ini. Lonjakan pendapatan
bunga dan ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi ternyata masih mampu
membuat perusahaan ini meraup laba. Pada kuartal III-2017, emiten
sektor pariwisata ini mencatat penurunan pendapatan sebesar 3,61%
menjadi Rp 1,47 triliun. Padahal di periode yang sama tahun lalu,
perusahaan mampu memperoleh pendapatan hingga Rp 1,52 triliun. Walau
pendapatan mereka menurun, emiten berkode PANR masih mampu membukukan
laba sebesar Rp 27,39 miliar di kuartal III ini. Jumlah ini tumbuh
428,29% year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp
5,18 miliar. Sementara itu, laba periode berjalan PANR selama
Januari-September tahun ini berjumlah sebesar Rp 43,55 miliar, naik
251,72% yoy dari sebelumnya Rp 12,38 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar