Rabu, November 8

Morning Update IPOT 08 November 2017

Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Selasa ditutup bervariasi meskipun terjadi penguatan pada saham sektor media serta harapan investor terkait rencana aksi korporasi Disney untuk merger dengan 21st Century Fox belum mencapai kata sepakat memberikan sentimen negatif pada indeks. Dow Jones naik +9 poin (+0,04%) di level 23.557, S&P 500 terkoreksi -0,49 poin (-0,02%) di level 2.590, Nasdaq melemah -18 poin (-0,27%) di level 6.768. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona merah, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -12 poin (-0,09%) di level 13.527.

Technical Ideas

Adanya kelanjutan aksi buy oleh investor asing sejak awal pekan setelah didukung oleh data ekonomi dalam negeri yang cukup bagus diprediksi menjadi sentimen positif, namun melemahnya harga komoditas diperkirakan akan menekan laju indeks hari ini. IHSG diproyeksi bergerak bervariasi cenderung menguat pada rentang support di level 6.040 dengan resistance di 6.080. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          BBCA (Spec Buy, TP: Rp21.250, Support: Rp20.800)
·          CPIN (Spec Buy, TP: Rp3.390, Support: Rp3.270)
·          UNTR (Spec Buy, TP: Rp36.250, Support: Rp35.300)
·          ASII (Spec Buy, TP: Rp8.325, Support: Rp8.075)
                                                              
News Highlight

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi pinjaman senilai Rp5,14 triliun dari sejumlah bank untuk proyek pembangunan jalan tol Jakarta Cikampek II elevated. Dalam pemberian kredit sindikasi ini, 4 bank yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk., bertindak sebagai joint mandated lead arranger dan bookrunner. Sementara itu, anggota sindikasi dalam perjanjian pinjaman itu adalah BNP Paribas, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Bank KEB Hana. Manajemen mengungkapkan bahwa dengan ditandatanganinya pemberian plafon kredit untuk proyek Tol Jakarta – Cikampek II Elevated ini tentunya semakin mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan atas proyek tersebut

PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) rencana untuk mengubah fokus bisnisnya dari pelayaran ke pertambangan telah mendapat restu dari para pemegang saham. Lewat perubahan ini Trada Alam berharap tak lagi harus menanggung rugi. TRAM juga baru saja memperoleh restu dari para pemegang sahamnya untuk menerbitkan saham baru lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue). Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan perusahaan untuk mengakuisisi perusahaan tambang batubara PT Gunung Bara Utama (GBU) dan perusahaan jasa pertambangan PT SMR Utama Tbk (SMRU).
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) mencatat pendapatan yang menurun di kuartal III-2017 ini. Lonjakan pendapatan bunga dan ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi ternyata masih mampu membuat perusahaan ini meraup laba. Pada kuartal III-2017, emiten sektor pariwisata ini mencatat penurunan pendapatan sebesar 3,61% menjadi Rp 1,47 triliun. Padahal di periode yang sama tahun lalu, perusahaan mampu memperoleh pendapatan hingga Rp 1,52 triliun. Walau pendapatan mereka menurun, emiten berkode PANR masih mampu membukukan laba sebesar Rp 27,39 miliar di kuartal III ini. Jumlah ini tumbuh 428,29% year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 5,18 miliar. Sementara itu, laba periode berjalan PANR selama Januari-September tahun ini berjumlah sebesar Rp 43,55 miliar, naik 251,72% yoy dari sebelumnya Rp 12,38 miliar.
                                                                                                                      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar