Market Wrap
Indeks di bursa
saham Wall Street pada perdagangan awal pekan ditutup melemah dipicu
oleh rencana pemotongan pajak perusahaan akan dilakukan secara bertahap
hingga tahun 2022 berbeda dengan rencana sebelumnya yang akan dikurangi
secara langsung. Dow Jones turun -85 poin (-0,36%) di level 23.349, S&P 500 ditutup terkoreksi -8 poin (-0,32%) di level 2.573, Nasdaq berkurang -2 poin (-0,03%) di level 6.699. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona merah, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka menguat +11 poin (+0,08%) di level 13.571.
Technical Ideas
Meskipun
IHSG akan mendapatkan sentimen negatif dari pelemahan indeks di bursa
saham Wall Street, kenaikan harga komodtas dunia serta kinerja laporan
keuangan emiten dalam negeri yang cukup bagus diperkirakan akan menopang
laju indeks hari ini. IHSG diproyeksi bergerak bervariasi cenderung
menguat pada rentang support di level 5.950 dengan resistance
di 6.000. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin
yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi
pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· INCO (Spec Buy, TP: Rp2.980, Support: Rp2.865)
· ITMG (Spec Buy, TP: Rp22.750, Support: Rp21.600)
· ERAA (Spec Buy, TP: Rp790, Support: Rp755)
· UNTR (Buy, TP: Rp35.100, Support: Rp33.000)
News Highlight
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) berniat
menjual atau divestasi sejumlah entitas bisnisnya. Hal ini dilakukan
menyusul rencana pemerintah untuk merampingkan anak, cucu, hingga cicit
usaha BUMN yang memiliki ranah bisnis sejenis. Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto bilang, manajemen mulai menimbang rencana divestasi menyusul wacana pemerintah tersebut. PTPP
memiliki sekitar 25 entitas usaha dimana PTPP menjadi pemegang saham di
bawah 20%. Namun, Agus belum bersedia merinci entitas bisnis mana yang
akan dilepas. Ia hanya memastikan, salah satu yang akan didivestasi
adalah entitas bisnis yang menggarap proyek jalan tol. Meski demikian, tidak semua entitas bisnisnya itu bakal didivestasi.
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan 15% secara year on year untuk periode sembilan bulan tahun ini di tengah isu lemahnya daya beli sepanjang tahun ini. Berdasarkan
laporan keuangan perseroan, pendapatan perseroan meningkat dari Rp1,1
triliun pada sembilan bulan tahun lalu menjadi Rp1,27 triliun pada
sembilan bulan tahun ini. Sebesar 72% penjualan perseroan adalah kepada
pihak berelasi, yakni PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. Peningkatan Penjualan bersih 15% yang disertai efisiensi biaya produksi, terutama pemakaian gas melalui metode lean manufacturing berhasil meningkatkan laba bersih tahun 2017.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan
kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik
entitas induk sebesar 28,3% menjadi Rp1,02 triliun pada periode sembilan
bulan pertama tahun ini. Kinerja positif tersebut seiring dengan
meningkatnya pendapatan menjadi Rp13,43 triliun pada periode
Januari-September 2017, naik 22,65% dari Rp10,95 triliun pada periode
Januari-September 2016. Dalam keterangan resminya, perseroan
mengungkapkan penaikan tersebut terutama didukung oleh peningkatan harga
produk-produk yabg didistribusikan, serta peningkatan permintaan bahan
kimia dasar di Indonesia. Perseroan mengungkapkan perbaikan kondisi
operasi industri pertambangan, dan seiring dengan meningkatnya
permintaan bahan kimia dasar di Indonesia, menghasilkan pendapatan yang
lebih tinggi dalam segmen perdagangan dan distribusi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar