Market Wrap
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat setelah kinerja laporan keuangan kuartal perusahaan tekonologi terbesar di dunia yaitu Amazon, Microsoft dan Alphabet yang di atas ekspektasi berhasil mendorong indeks bergerak di zona hijau. Dow Jones menguat +33 poin (+0,14%) di level 23.434, S&P 500 ditutup naik +20 poin (+0,81%) di level 2.581, Nasdaq bertambah +144 poin (+2,20%) di level 6.557. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka menguat +30 poin (+0,22%) di level 13.579.
Technical Ideas
Menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah diprediksi menjadi membawa indeks harga saham gabungan bergerak menguat. IHSG diproyeksi berada pada rentang support di level 5.950 dengan resistance di 6.000. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
- KLBF (Spec Buy, TP: Rp1.640, Support: Rp1.590)
- ADHI (BoW, Resist: Rp2.230, Support: Rp2.150)
- SMBR (Spec Buy, TP: Rp2.860, Support: Rp2.780)
- JPFA (BoW, Resist: Rp1.440, Support: Rp1.385)
News Highlight
PT United Tractors Tbk (UNTR) Pada bulan September 2017, UNTR sudah menjual 333 unit alat berat. Angka ini naik 64% dibandingkan penjualan di bulan yang sama tahun lalu. Penjualan untuk sektor pertambangan masih menjadi kontributor utama dengan porsi 50%. Lalu, penjualan ke sektor konstruksi berkontribusi 22%, sektor perkebunan sebesar 16%. Lalu sisanya, merupakan penjualan ke sektor kehutanan. Tapi, jika dilihat secara bulanan, penjualan UNTR turun tipis 5% dibandingkan penjualan bulan Agustus 2017 sebanyak 350 unit. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis mengatakan, penurunan penjualan ini hanya disebabkan perbedaan kesiapan unit pengiriman.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat laba bersih kuartal III-2017 naik 8,08%. Pada periode tersebut, SIDO membukukan laba bersih sebesar Rp 380,38 miliar. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, SIDO membukukan laba bersih Rp 351,93 miliar. SIDO juga mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,86 triliun pada kuartal III-2017. Capaian tersebut turun tipis 1,79% bila dibandingkan dengan penjualan kuartal III-2016, dimana SIDO membukukan penjualan sebesar Rp 1,89 triliun.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) Di kuartal III 2017 lalu, penjualan emiten tekstil ini mampu tumbuh 14,81% menjadi US$ 572,59 juta dibanding periode sama tahun 2016 yang sebesar US$ 498,69 juta. Kenaikan penjualan ditopang penjualan ekspor yang melonjak 23,73%. Nilai ekspor emiten berkode saham SRIL ini hingga September 2017 lalu mencapai US$ 305,43 juta atau setara 53,24% dari total penjualan. Alhasil, laba bersih perusahaan tekstil ini pun menanjak 14,36% menjadi US$ 47,23 juta. Direktur Utama SRIL Iwan S. Lukminto mengatakan, kenaikan ekspor terjadi karena adanya penambahan jumlah pengiriman ke luar negeri dan pelanggan baru. Kesempatan SRIL bersaing di pasar global memang sedang terbuka lebar. Terlebih setelah ada kenaikan gaji pekerja industri tekstil di China dan Bangladesh. Gaji pekerja tekstil di dua negara tersebut selama ini terbilang murah sehingga produk tekstil dari dua negara itu kompetitif di pasar global.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar