Market Wrap
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis ditutup bervariasi, Dow Jones menguat +71 poin (+0,31%) di level 23.401 dengan saham Nike yang melanjutkan penguatannya setelah perusahaan menaikkan target pertumbuhan perusahaan, S&P 500 ditutup positif +3 poin (+0,13%) di level 2.560 ditopang oleh saham Union Pacific pasca perusahaan melaporkan kinerja di atas ekspektasi, Nasdaq berkurang -7 poin (-0,11%) di level 6.557 menjelang rilis data laporan keuangan emiten Alphabet, Microsoft dan Amazon. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -56 poin (-0,41%) di level 13.643.
Technical Ideas
Bervariasinya indeks di bursa saham Wall Street serta melemahnya nilai tukar rupiah diprediksi menjadi sentimen negatif, di sisi lain menguatnya harga minyak mentah diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diproyeksi bergerak bervariasi cenderung melemah pada rentang support di level 5.970 dengan resistance di 6.020. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
- TLKM (Spec Buy, TP: Rp4.270, Support: Rp4.060)
- TINS (Spec Buy, TP: Rp850, Support: Rp820)
- PTBA (Spec Buy, TP: Rp11.225, Support: Rp10.825)
- BWPT (Spec Buy, TP: Rp258, Support: Rp246)
News Highlight
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) hingga kuartal III-2017 belum memuaskan. Laba bersih perusahaan pada periode tersebut melandai. Laba bersih MNCN tercatat Rp 1,12 triliun, turun 22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 1,44 triliun. Manajemen MNCN dalam keterangan resmi, tanpa memperhitungkan penyesuaian biaya non-cash, maka laba bersih perusahaan tercatat Rp 1,62 triliun, naik 13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, laba bersih MNCN juga menurun. Per kuartal III-2017, laba bersihnya tercatat Rp 346,71 miliar, turun 21% dibanding kuartal II-2017, Rp 440,59 miliar.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, rugi perusahaan membengkak hingga 179,63% menjadi US$19,63 juta dari posisi US$7,02 juta pada 9 bulan pertama tahun lalu. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, menunjukkan perseroan mencatatkan pendapatan sebanyak US$448,71 juta pada periode Januari-September 2017, naik 10,67% dari US$405,46 juta pada periode Januari-September 2016. Selain itu, sepanjang 9 bulan pertama 2017, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi US$459,18 juta atau naik 16,27% dari US$394,92 juta sepanjang 9 bulan pertama 2016.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan kinerja positif di kuartal III-2017. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, emiten pelat merah ini berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 17,92 triliun. Angka ini naik hingga 21,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 14,73 triliun. Tingginya pertumbuhan laba bersih TLKM ditopang kenaikan pendapatan sebesar 12,54% year on year (yoy) jadi Rp 97 triliun, dari sebelumnya Rp 86,19 triliun. Pendapatan data, internet dan jasa teknologi masih menjadi pendapatan terbesar bagi TLKM, yakni mencapai Rp 52,5 triliun atau naik 17,9% yoy. Pendapatan dari sektor ini berkontribusi sekitar 54,1% terhadap total pendapatan perusahaan. Serapan belanja modal hingga September 2017, TLKM telah menggelontorkan belanja modal hingga Rp 20,3 triliun. Belanja modal ini digunakan untuk membangun base transceiver station (BTS) dan menyelesaikan pembangunan akses dan infrastruktur backbone.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berkolaborasi dengan 3 desainer Indonesia untuk menampilkan koleksi pada desainer itu di gerai-gerai Matahari di sejumlah kota besar. Jakarta Fashion Week (JFW) lewat program pengembangan kapasitas desainer Indonesia Fashion Forward (IFF) untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan emiten berkode saham LPPF itu untuk menghadirkan pameran koleksi 3 desainer IFF di 16 gerai LPPF. Lenni Tedja, Diredktur JFW mengatakan bahwa selain di 16 gerai Matahari Department Store, lewat kolaborasi ini untuk jangka panjang koleksi ketiga desainer itu juga akan bisa didapatkan masyarakat yang lebih luas lagi di kota-kota lain. Tak hanya itu, akan ada lebih banyak desainer IFF juga yang terlibat. Imelda Like, Head of Marketing Communication & Fashion Director LPPF menambahkan, konsep kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan produk-produk berkualitas dengan desain eksklusif dan harga terjangkau dari desainer ternama di Indonesia. Imelda mengatakan, LPPF berkomitmen untuk terus memajukan industri fashion di Indonesia khususnya merek-merek lokal, agar dapat memberikan pilihan model pakaian yang beragam bagi konsumen LPPF.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar