Market Wrap
Indeks di bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Selasa ditutup menguat, Dow
Jones menguat +168 poin (+0,72%) di level 23.442 dengan saham 3M dan
Caterpillar menyumbang kenaikan terbesar setelah masing-masing emiten
mencatatkan kinerja kuartalan yang positif, S&P
500 ditutup naik +4 poin (+0,16%) di level 2.569 ditopang oleh saham
sektor keuangan, Nasdaq bertambah +11 poin (+0,18%) di level 6.598. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -46 poin (-0,34%) di level 13.530.
Technical Ideas
Menguatnya
Indeks di bursa saham Global dan Regional serta harga minyak mentah
diprediksi menjadi sentimen positif, di sisi lain nilai tukar rupiah
yang dibuka melemah diperkirakan memberikan pengaruh negatif pada
indeks. Rilis data ekonomi inflasi yang menjadi perhatian investor juga
akan mempengaruhi laju market. IHSG diproyeksi bergerak bervariasi
cenderung menguat pada rentang support di level 5.930 dengan resistance
di 5.975. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin
yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi
pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· SMGR (Buy, TP: Rp10.925, Support: Rp10.550)
· ADRO (Spec Buy, TP: Rp1.925, Support: Rp1.855)
· UNTR (BoW, Resist: Rp32.500, Support: Rp31.775)
· JSMR (Spec Buy, TP: Rp6.225, Support: Rp5.925)
News Highlight
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bersiap
menerbitkan medium term notes (MTN) tahap I senilai Rp 400 miliar,
sekaligus menunjuk agen pemantau MTN. KAEF telah menandatangani
perjanjian kerja sama dengan pihak arranger pada 13 September 2017. Adapun penerbitan MTN tahap I tahun 2017 memiliki sejumlah syarat. Diantaranya yakni penerbitan MTN tersebut dengan clean basis
atau tanpa jaminan. Selain itu, MTN memiliki jangka waktu tiga tahun
dengan pembayaran kupon bunga sebesar 8,1% per tahun yang akan
dibayarkan setiap tiga bulan. Arief
Pramuhanto, Direktur Umum dan Human Capital KAEF menyatakan, penerbitan
MTN tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha dan pelunasan
sebagian pinjaman perusahaan yang sudah jatuh tempo.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyatakan
komitmennya untuk menambah kapasitas produksi pabrik pracetak menjadi
3,8 juta ton per tahun atau naik 550.000 ton per tahun. Direktur
Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana memaparkan hal tersebut untuk
mendukung pencapaian target pendapatan sebesar Rp9,7 triliun pada 2018
serta target laba bersih sebesar Rp1,47 triliun pada 2018. WSBP
menyatakan telah memiliki kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton per
tahun yang didukung oleh 11 pabrik serta mengelola 70 batching plant dan
4 quarry.
PT Indosat Tbk (ISAT) berencana
menerbitkan obligasi. Surat utang ini rencananya akan mulai ditawarkan
pada awal November mendatang. ISAT berencana menerbitkan Obligasi
Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017 Rp 2,72 triliun. Obligasi
ini akan dibagi ke dalam lima seri yang menawarkan jumlah serta tenor
dan kupon yang berbeda-beda. Nantinya, bunga dari obligasi ini akan
dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran pertama pada 9
Februari 2018. Adapun rencana refinancing tersebut akan dilakukan
perusahaan untuk membayar beberapa utang, diantaranya pelunasan Obligasi
Berkelanjutan I Indosat Tahap I Seri A Tahun 2014 sebesar Rp 950
miliar, pelunasan Sukuk Ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap I Seri A
Tahun 2014 sebesar Rp 64 miliar. Dana ini juga akan digunakan perusahaan
untuk membayar pinjaman bank, diantaranya pinjaman ke BCA sebanyak Rp
150 miliar dan pinjaman ke Citibank sebesar Rp 530 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar