Rabu, Oktober 25

Morning Update IPOT 25 Oktober 2017

Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Selasa ditutup menguat, Dow Jones menguat +168 poin (+0,72%) di level 23.442 dengan saham 3M dan Caterpillar menyumbang kenaikan terbesar setelah masing-masing emiten mencatatkan kinerja kuartalan yang positif, S&P 500 ditutup naik +4 poin (+0,16%) di level 2.569 ditopang oleh saham sektor keuangan, Nasdaq bertambah +11 poin (+0,18%) di level 6.598. Pagi ini bursa Asia dibuka di zona hijau, sementara itu nilai tukar rupiah dibuka melemah -46 poin (-0,34%) di level 13.530.

Technical Ideas

Menguatnya Indeks di bursa saham Global dan Regional serta harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen positif, di sisi lain nilai tukar rupiah yang dibuka melemah diperkirakan memberikan pengaruh negatif pada indeks. Rilis data ekonomi inflasi yang menjadi perhatian investor juga akan mempengaruhi laju market. IHSG diproyeksi bergerak bervariasi cenderung menguat pada rentang support di level 5.930 dengan resistance di 5.975. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi salah satu poin yang bisa dicermati, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          SMGR (Buy, TP: Rp10.925, Support: Rp10.550)
·          ADRO (Spec Buy, TP: Rp1.925, Support: Rp1.855)
·          UNTR (BoW, Resist: Rp32.500, Support: Rp31.775)
·          JSMR (Spec Buy, TP: Rp6.225, Support: Rp5.925)
                                                              
News Highlight

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bersiap menerbitkan medium term notes (MTN) tahap I senilai Rp 400 miliar, sekaligus menunjuk agen pemantau MTN. KAEF telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan pihak arranger pada 13 September 2017. Adapun penerbitan MTN tahap I tahun 2017 memiliki sejumlah syarat. Diantaranya yakni penerbitan MTN tersebut dengan clean basis atau tanpa jaminan. Selain itu, MTN memiliki jangka waktu tiga tahun dengan pembayaran kupon bunga sebesar 8,1% per tahun yang akan dibayarkan setiap tiga bulan. Arief Pramuhanto, Direktur Umum dan Human Capital KAEF menyatakan, penerbitan MTN tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha dan pelunasan sebagian pinjaman perusahaan yang sudah jatuh tempo.

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyatakan komitmennya untuk menambah kapasitas produksi pabrik pracetak menjadi 3,8 juta ton per tahun atau naik 550.000 ton per tahun. Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana memaparkan hal tersebut untuk mendukung pencapaian target pendapatan sebesar Rp9,7 triliun pada 2018 serta target laba bersih sebesar Rp1,47 triliun pada 2018. WSBP menyatakan telah memiliki kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton per tahun yang didukung oleh 11 pabrik serta mengelola 70 batching plant dan 4 quarry.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Indosat Tbk (ISAT) berencana menerbitkan obligasi. Surat utang ini rencananya akan mulai ditawarkan pada awal November mendatang. ISAT berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017 Rp 2,72 triliun. Obligasi ini akan dibagi ke dalam lima seri yang menawarkan jumlah serta tenor dan kupon yang berbeda-beda. Nantinya, bunga dari obligasi ini akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali dengan pembayaran pertama pada 9 Februari 2018. Adapun rencana refinancing tersebut akan dilakukan perusahaan untuk membayar beberapa utang, diantaranya pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Seri A Tahun 2014 sebesar Rp 950 miliar, pelunasan Sukuk Ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap I Seri A Tahun 2014 sebesar Rp 64 miliar. Dana ini juga akan digunakan perusahaan untuk membayar pinjaman bank, diantaranya pinjaman ke BCA sebanyak Rp 150 miliar dan pinjaman ke Citibank sebesar Rp 530 miliar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c3cmi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar