Selasa, Oktober 24

Bursa Pagi: Asia Bergerak Mendatar, Potensi Penguatan IHSG Berpeluang Terkoreksi

Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (24/10), dibuka cenderung mendatar berusaha membalik tren pelemahan indeks pada penutupan bursa saham Wall Street, di tengah kenaikan tipis dolar AS dan harga minyak mentah dunia pada pembukaan pasar Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,06%. Penguatan indeks berlanjut 0,04% (2,24 poin) menjadi 5.896,20 pada pukul 8:25 WIB. Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,02% (5,42 poin) di posisi 21.702,07, setelah dibuka cenderung mendatar di kisaran level 21,688,50. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit menguat 0,03% dan berlanjut flat level 3.380,68.

Pergerakan indeks di bursa Asia berlanjut melemah, dengan mencatatkan penurunan pada pembukaan indeks Hang Seng, Hongkong sebesar 0,29% ke level 28.224,42 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,17% ke posisi 3.374,87.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihadapkan pada tren pergerakan indeks global dan regional yang cenderung mendatar, setelah berhasil melawan tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup menguat 0.35% di level 5.950,026. Sejumlah analis memprediksikan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang mengalami koreksi dengan potensi menguat dalam jangka menengah. Secara teknikal, sejumlah indikator memperlihatkan posisi indeks yang berada di area netral, dengan potensi koreksi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks di bursa saham Wall Street diprediksi memberikan sentimen negatif indeks. Di sisi lain menguatnya harga komoditas serta mulai adanya net buy investor asing diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diproyeksi bergerak bervariasi cenderung menguat pada rentang support di level 5.930 dengan resistance di 5.970. Pergerakan aliran dana investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BEST [BEST 280 6 (+2,2%)] (Spec Buy, TP: Rp286, Support: Rp274), INDF [INDF 8,350 125 (+1,5%)] (Spec Buy, TP: Rp8.450, Support: Rp8.250), MAPI [MAPI 6,450 200 (+3,2%)] (Spec Buy, TP: Rp6.600, Support: Rp6.300), LSIP [LSIP 1,440 25 (+1,8%)] (Spec Buy, TP: Rp1.455, Support: Rp1.425).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan di bursa saham Wall Street pagi tadi ditutup melemah mengakhiri reli pencatatan rekor baru, terbebani oleh penurunan harga saham di sektor industri hingga 0,8%. Harga saham Arconic longsor 10,4% dan General Electric terjungkal 6,3% setelah sejumlah broker memangkas target harga saham-saham tersebut. Di sisi lain, investor mulai mempertanyakan kelanjutan rencana reformasi pajak AS dan penetapan pemimpin Federal Reserve AS. Data Thomson Reuters menyebutkan, dari 97 emiten S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan, 73,2% di antaranya telah melampaui ekspektasi.

Dow Jones Industrial Average turun 0,23% (-54,25 poin) ke level 23.274,38.
Standard & Poor’s 500 melorot 0,40% (-10,19 poin) menjadi 2.565,02.
Nasdaq Composite anjlok 0,64% (-42,23 poin) ke posisi 6.586,83.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,37% menjadi US$26,61.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat, meskipun dibebani oleh kinerja saham perbankan dan krisis politik Catalonia yang semakin dalam menyeret kinerja bursa saham Spanyol. Kendati demikian, analis mengatakan, bursa saham Eropa berhasil mengeliminasi dampak bursa Spanyol. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,16% ke level 390,74, saham sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan indeks, melonjak 1,31%.  Sektor perbankan melemah 0,5%, dimotori kemerosotan harga saham Deutsche Bank dan Standard Chartered masing-masing sebesar 1,2% dan 0,6%. Kenaikan harga komoditas logam mendorong harga saham pertambangan.

FTSE 100 London naik tipis 0,02% (1,22 poin) menjadi 7.524,45.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,09% (11,86 poin) di posisi 13.003,14.
CAC 40 Paris naik 0,27% (14,43 poin) ke level 5.386,81.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup menguat, di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap reformasi perpajakan AS dan isu pergantian pimpinan Federal Reserve. Partai Republik di Senat menyetujui tambahan defisit anggaran sebesar US$1,5 triliun selama satu dekade untuk memungkinkan adanya pemangkasan pajak. Pasar terus memperhatikan bursa kandidat Kepala The Fed saat jabatan Janet Yellen berakhir Februari tahun depan. Presiden AS diekspektasikan akan memiilih pemimpin baru The Fed yang cenderung hawkish, mendorong kenaikan suku bunga AS. Dolar mencapai nilai tertinggi selama tiga bulan terakhir terhadap yen, pasca pemilu Jepang yang mendukung berlanjutnya “Abenomics”. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,25 persen menjadi 93,936.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1749

0.00

0.00%

6:54 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3203

0.0005

+0.04%

6:53 PM

Yen (USD-JPY)

113.38

-0.05

-0.04%

6:53 PM

Yuan (USD-CNY)

6.64

0.0195

+0.29%

11:22 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,542.50

24.00

+0.18%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 23/10/2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak bervariasi. Harga minyak mentah WTI naik tipis didukung penurunan data jumlah rig yang beroperasi di AS hingga akhir pekan lalu, sebanyak 7 rig menjadi 736. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memberikan dukungan terhadap pasar minyak dunia, justru tak mampu mencegah harga emas Brent dari penurunan. Analis mengtakan, banyaknya persaingan di pasar minyak sehingga membingungkan pasar.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Desember, naik 6 sen menjadi US$51,90 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember, turun 38 sen menjadi US$57,37 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, memanfaatkan posisi pasar saham Wall Street yang mengalami tekanan setelah mengalami reli pencatatan rekor pada pekan lalu. Emas juga berhasil keluar dari tekanan penurunan akibat ekspektasi kebijakan moneter ultra longgar yang diterapkan Jepang, pasca kemenangan PM Shinzo Abe pada pemilu akhir pekan lalu, yang melambungkan kurs dolar AS. 

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 40 sen (0,03%) menjadi US$1.280,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun tips 0,01% menjadi US$1.280,43 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar