Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi karena
kenaikan saham sektor energy yang mulai terbatas, selama pelaku pasar
fokus pada laporan keuangan perusahaan. Dow Jones ditutup menguat 38
poin (+0,19%) di level 20.090, Nasdaq ditutup naik 10 poin (+0,19%) pada
level 5.674. Dari regional, indeks Nikkei dibuka menguat 43 poin
(+0,23%) di level 18.953. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka
melemah 9 poin (-0,07%) menjadi 13.338.
Technical Ideas
Bervariasinya
bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah diprediksi
menjadi sentimen negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan
target support di level 5.360 sedangkan resist pada level 5.400. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· SRIL (Spec Buy, TP: Rp248, Support: Rp236)
· GGRM (Spec Buy, TP: Rp62.750, Support: Rp62.325)
· PTPP (SELL, Resist: Rp3.770, Support: Rp3.690)
· KLBF (BoW, Resist: Rp1.485, Support: Rp1.460)
News Highlight
PT Sentul City Tbk (BKSL) mendapatkan
persetujuan RUPS untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan
HMETD. BKSL berencana menawarkan 20,7 miliar saham dengan harga
pelaksanaan sebesar Rp112 per saham. Potensi dana yang bisa mereka dapat
mencapai Rp2,32 triliun. Nantinya, BKSL akan menggunakan dana menambah
cadangan lahan, dengan mengakuisisi saham PT Graha Sejahtera Abadi
(GSA).
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyetujui
rencana menerbitkan HMETD maksimal 37,88 miliar saham baru. Nilai
transaksi itu mencapai Rp35,1 triliun. Harga pelaksanaan ditetapkan
sebesar 926,16 per saham. Right issue ini akan dilakukan di bulan Mei
atau Juni. Kreditur BUMI dapat mengambil bagian saham baru dengan cara
mengkompensasi hak tagih yang dimiliki menjadi saham baru ataupun
membeli obligasi wajib konversi. Aksi korporasi ini memberikan efek
dilusi sebesar 50,8% terhadap pemegang saham lama yang tak mengambil
haknya dalam HMETD tersebut.
PT Hanson International Tbk (MYRX) membukukan
pendapatan sebesar Rp740 miliar, padahal periode sama tahun sebelumnya
pendapatannya hanya Rp54,8 miliar. Perseroan membukukan laba sebesar
Rp341,7 miliar naik 1.400%% lebi dari periode sama tahun sebelumnya
yaitu Rp22,2 miliar. Kenaikan pendapatan dan laba bersih emiten ditopang
oleh penjualan tanah kavling siap bangun dengan jumlah kavling sebanyak
2.338 unit. Kemudian untuk pendapatan dari pihak ketiga itu berasal
dari penjualan rumah tinggal sebesar Rp97,3 miliar angka ini naik
dibanding periode sama tahun lalu yaitu Rp24,7 miliar.
PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) akan
melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek
terlebih dahulu dengan tanggal distribusi per 10 Maret 2017. Sekitar
97,2% dana yang diperoleh perseroan dalam PUT I ini akan digunakan untuk
mengambilalih 99,99% saham PT Hokindo Properti Investama yaitu sebesar
Rp3,49 triliun. Sementara sisanya untuk membayar sebagian kewajiban,
modal kerja dan modal kerja Hokindo Properti Investama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar