Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan awal pekan ditutup melemah karena
kecemasan tentang kebijakan gedung putih selama musim laporan keuangan
masih terus berlanjut. Dow Jones ditutup melemah 19 poin (-0,09%) di
level 20.052, Nasdaq ditutup turun 3 poin (-0,06%) pada level 5.663.
Dari regional, indeks Nikkei dibuka melemah 155 poin (-0,82%) di level
18.821. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka melemah 3 poin (-0,02%)
menjadi 13.323.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street serta serta turunnya harga minyak mentah dunia
diprediksi menjadi sentimen negatif indeks, di sisi lain masih
berlanjutnya musim laporan keuangan didukung dengan data ekonomi yang
cukup bagus diperkirakan menjadi katalis positif. IHSG diprediksi
bergerak menguat dengan kisaran support di level 5.370 sedangkan resist pada level 5.420. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· PGAS (Spec Buy, TP: Rp3.100, Support: Rp2.900)
· SMBR (Spec Buy, TP: Rp2.290, Support: Rp2.170)
· UNVR (Spec Buy, TP: Rp42.050, Support: Rp41.350)
· BBTN (Spec Buy, TP: Rp1.920, Support: Rp1.890)
News Highlight
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menargetkan
marketing sales Rp2,7 triliun. Proyeksi ini naik 19% dibandingkan
estimasi marketing sales tahun 2016 senilai Rp2,27 triliun. Untuk
belanja modal tahun ini, PWON hanya mengalokasikan sekitar Rp1,7
triliun. Belanja modal ini lebih rendah 15% dibanding belanja modal
tahun lalu Rp2 triliun. Perseroan mengatakan bahwa sumber belanja modal
berasal dari internal cashflow, marketing sales collection dan pinjaman
bank yang belum ditarik.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berambisi
mengangkat kinerja keuangannya secara signifikan pada tahun ini. Selain
berharap pada kenaikan harga komoditas, BUMI juga mengandalkan
peningkatan kinerja dua anak usahanya, BRMS dan DEWA. BRMS tengah
menantikan penyelesaian utang senilai US$600 juta, yang ditargetkan
tuntas tahun ini. Pelunasan utang BRMS ini akan membantu BUMI mengurangi
jumlah utang sebesar US$3,2 miliar. Restrukturisasi utang BRMS akan
dilakukan usai BUMI mendapat persetujuan right issue senilai Rp35,1
triliun. BRMS akan membayar utang dengan hasil penjualan 24% saham PT
Newmont Nusa Tenggara.
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) melalui
anak usahanya PT Mitra Sarana Berkat mengambil alih saham PT Catalist
Integra Prima Sukses (CIPS), PT Kasih Anugerah Kreasi (KAK), dan PT
Arifindo Mandiri (AM). Adapun pengambilalihan saham CIPS dan KAK
merupakan transaksi afiliasi, sedangkan pengambilalihan saham AM
merupakan transaksi material. Sebagai informasi, selama sembilan bulan
pertama 2016 laba bersih perseroan turun 31,92% menajdi Rp5,13 miliar
akibat naiknya beban pokok penjualan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar