Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat dengan
saham sektor keuangan yang mencatatkan kenaikan dua persen, diikuti oleh
kuatnya data tenaga kerja. Dow Jones ditutup menguat 186 poin (+0,94%)
di level 20.071, Nasdaq ditutup naik 30 poin (+0,54%) pada level 5.666.
Dari regional, indeks Nikkei dibuka menguat 32 poin (+0,17%) di level
18.951. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka menguat 5 poin (+0,04%)
menjadi 13.338.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street serta diikuti oleh kenaikan harga minyak mentah
diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak
menguat dengan kisaran support di level 5.340 sedangkan resist pada level 5.380. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BMRI (Spec Buy, TP: Rp11.150, Support: Rp11.000)
· KAEF (Spec Buy, TP: Rp2.280, Support: Rp2.080)
· JPFA (BoW, Resist: Rp1.740, Support: Rp1.690)
· INAF (Spec Buy, TP: Rp2.720, Support: Rp2.400)
News Highlight
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sedang
menanti hasil audit kinerjanya untuk tahun buku 2016. Perusahaan
memproyeksikan bisa mengantongi laba sekitar Rp940 miliar atau 15% lebih
tinggi dari target awalnya sebesar Rp750 miliar. Tahun 2017, perusahaan
menargetkan bisa mengantongi laba hingga Rp1,219 triliun. hal itu
sejalan dengan penetapan target kontrak yang dibidik perusahaan. WIKA
berharap bisa mengantongi kontrak baru sebesar Rp43,25 triliun sepanjang
tahun 2017. Sedangkan untuk jumlah kontrak yang dihadapi mencapai
Rp102,937 triliun. Tahun ini WIKA telah menganggarkan dana belanja modal
sekitar Rp12,02 triliun.
PT Sentul City Tbk (BKSL) akan
menggelar aksi penambahan modal dengan memberikan right issue dalam
waktu dekat. Emiten berencana menawarkan 20,7 miliar saham dengan harga
pelaksanaan sebesar Rp112 per saham. Alhasil, potensi dana yang bisa
mereka dapat mencapai Rp2,32 triliun. BKSL menggunakan dana hasil
penerbitan saham itu untuk manambah cadangan lahan, dengan mengakuisisi
saham PT Graha sejahtera Abadi (GSA). Nilai aset GSA ditaksir mencapai
Rp3,47 triliun.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) masih
tergabung dalam saham LQ45 sejak tahun lalu. Walaupun kinerja saham
SRIL tahun lalu turun, fundamental emiten tekstil ini masih cukup baik.
Manajemen SRIL masih yakin dapat tumbuh didukung kondisi makro ekonomi
yang cukup baik pada tahun ini. Perseroan mengatakan ada tiga usaha yang
dilakukan oleh manajemen untuk memacu penjualan pada tahun ini.
Manajemen perusahaan menganggarkan belanja modal sebesar US$15 juta
dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$60 juta. Ini lantaran baru saja
melakukan perluasan pabrik sehingga dana belanja modal pada tahun ini
akan dipergunakan untuk pemeliharaan mesin.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) merencanakan
ekspansi anorganik tahun ini. Emiten sawit ini menganggarkan belanja
modal US$60 juta atau sekitar Rp780 miliar. DSNG merencanakan ekspansi
dalam bentuk aliansi strategis dan akuisisi pihak ketiga. Dengan
ekspansi anorganik, akselerasi produksi akan lebih cepat. DSNG merogoh
kocek US$15 juta untuk mengambilalih 15% saham REA Kaltim Demeber lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar