Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis ditutup mendatar setelah
pelaku pasar melihat data pengangguran ditengah meningkatnya intensitas
antara US dan global. Dow Jones ditutup melemah 6 poin (-0,03%) di level
19.885, Nasdaq ditutup turun 6 poin (-0,11%) pada level 5.636. Dari
regional, indeks Nikkei dibuka menguat 117 poin (+0,62%) di level
19.032. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka melemah 9 poin (-0,07%)
menjadi 13.360.
Technical Ideas
Melemahnya
harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen negatif indeks,
di sisi lain katalis positif masih datang dari kinerja laporan keuangan
kuartal yang diperkirakan bisa menopang indeks. IHSG diprediksi bergerak
menguat terbatas dengan kisaran support di level 5.325 sedangkan resist pada level 5.380. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· ANTM (Spec Buy, TP: Rp865, Support: Rp815)
· LSIP (Spec Buy, TP: Rp1.620, Support: Rp1.580)
· MPPA (Spec Buy, TP: Rp1.380, Support: Rp1.220)
· ASRI (Spec Buy, TP: Rp398, Support: Rp386)
News Highlight
PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku
pemegang 50,23% saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA)
mempertimbangkan untuk menjual sejumlah saham atau divestasi saham anak
usahanya tersebut. Saat ini, manajemen tengah mengevaluasi penawaran
tersebut. Divestasi bisa saja dilanjutkan atau justru dihentikan
tergantung untung ruginya nanti. Temasek yang menguasai 26,1% saham MPPA
melalui anak usahanya, Anderson Investment Pte. Ltd, juga dikabarkan
akan ikut melepas saham. Bahkan berdasarkan pemberitaan sejumlah media
asing, divestasi yang dilakukan Temasek nanti akan membuat nilai
perusahaan MPPA mencapai US$1 miliar.
PT Sugih Energy Tbk (SUGI) berencana
melepas saham Sugih Energy Internasional Pte Ltd (SEI) pada tahun ini.
Pelepasan saham SEI dilakukan karena SEI tidak memberikan kontribusi
laba bersih pada SUGI. Selama ini, pendapatan SEI yang tercatat di
pembukuan selalui diimbangi dengan beban yang juga tinggi. Selain itu,
SEI merupakan perusahaan perdagangan yang berdiri sendiri dan bisa
menimbulkan kerugian bagi perseroan. Dampak operasional pelepasan saham
SEI ini adalah berhentinya segmen operasi dari trading minyak mentah.
PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) akan
lebih fokus menggarap bisnis pengelolaan minyak dan gas (migas) pada
tahun ini, dibandingkan bisnis properti. ARTI akan mulai membidik
kontrak-kontrak jasa dari Timur Tengah. Pendapatan dari lini bisnis jasa
migas diperkirakan akan menyumbang 60% dari pendapatan perseroan.
Sementara itu di sektor properti, ARTI mengaku belum akan menambah
ekspansi baru. Perseroan hanya akan fokus di proyek Ratu Prabu Tiga
Residences di Pasar Minggu. Sebelumnya, proyek tersebut sempat
dihentikan karena ada kendala di sisi perijinan.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) telah
memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan pembagian dividen
tahun buku 2016. Total dividen yang dibagikan perusahaan sebesar
Rp625,2 miliar atau setara Rp43 per saham. Cum dividen pasar reguler dan
negosiasi akan terjadi pada tanggal 7 Februari 2017 sedangkan Ex
dividen dijadwalkan pada tanggal 8 Februari 2017 dan pembayaran dividen
pada tanggal 2 Maret 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar