Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat setelah the
Federal Reserve memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga sesuai
dengan prediksi market. Dow Jones ditutup menguat 27 poin (+0,14%) di
level 19.890, Nasdaq ditutup naik 28 poin (+0,50%) pada level 5.642.
Dari regional, indeks Nikkei dibuka melemah 83 poin (-0,44%) di level
19.064. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka melemah 8 poin (-0,06%)
menjadi 13.376.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah dunia dan pelaku
pasar yang mulai mencermati musim laporan keuangan diprediksi menjadi
sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan kisaran
support di level 5.300 sedangkan resist pada level 5.350. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BBRI (Spec Buy, TP: Rp12.100, Support: Rp11.800)
· AALI (Spec Buy, TP: Rp16.225, Support: Rp15.775)
· INCO (Spec Buy, TP: Rp2.720, Support: Rp2.400)
· TLKM (Spec Buy, TP: Rp3.970, Support: Rp3.910)
News Highlight
PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatat
perolehan laba bersih sebanyak Rp365,38 miliar sepanjang 2016. Jumlah
tersebut meningkat 22% secara tahunan. Raihan laba PP Properti tahun
lalu ditunjang oleh kenaikan pendapatan sebesar 43% menjadi Rp2,15
triliun. Pendapatan perseroan sebagian besar disumbang oleh penjualan
realti dengan porsi 94%. Sepanjang tahun lalu, PPRO mengumpulkan
pendapatan prapenjualan sebanyak Rp2,5 triliun. Adapun tahun ini PPRO
menargetkan prapenjualan Rp2,9 triliun atau naik 16%.
PT XL Axiata Tbk (EXCL) sepanjang
tahun lalu emiten membukukan laba bersih sebesar Rp376 miliar setelah
pada tahun 2015 mengalami kerugian sebesar Rp25 miliar. Keuntungan
tersebut diperoleh dari dampak positif atas penguatan rupiah terhadap
USD serta hasil dari penjualan menara. Hal ini sejalan dengan apa yang
dilakuka EXCL yaitu meningkatkan cakupan dan kualitas jaringan data
dengan melakukan investasi berkelanjutan. Hingga akhir tahun, tercatat
layanan 4G dari XL kini telah mencakup 100 kota di seluruh daerah
Indonesia dan pembangunan lebih dari 8.200 BTS 4G.
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) akan
menambah dua portofolio properti komersial baru penopang pendapatan
berulang. Perseroan mengejar target ideal kontribusi laba dari
pendapatan berulang dapat meningkat menjadi 20%-25% dari posisi saat ini
sekitar 13%. Setelah resmi mengoperasikan satu hotel baru dengan nama
Hotel Enso, BEST menargetkan dapat menyelesaikan satu menara perkantoran
baru akhir tahun ini. Proyek ini akan menelan investasi senilai Rp60
miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar