Rabu, Februari 1

Morning Update 01 Februari 2017

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Selasa ditutup sebagian melemah selama pelaku pasar mengevaluasi kebijakan dari US juga melihat laporan keuangan kuartal perusahaan. Dow Jones ditutup melemah 107 poin (-0,54%) di level 19.864, Nasdaq ditutup naik 1 poin (+0,02%) pada level 5.614. Dari regional, indeks Nikkei dibuka menguat 7 poin (+0,04%) di level 19.048. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka menguat 22 poin (+0,16%) menjadi 13.347.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
Technical Ideas

Melemahnya bursa saham Wall Street serta adanya data ekonomi inflasi yang akan dirilis hari ini diprediksi akan membuat pelaku pasar cenderung untuk melakukan aksi wait and see, di sisi lain musim laporan keuangan emiten yang mulai rilis diprediksi menjadi katalis positif. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan kisaran support di level 5.270 sedangkan resist pada level 5.320. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          PTPP (Spec Buy, TP: Rp3.650, Support: Rp3.530)
·          JPFA (SoS, TP: Rp1.800, Support: Rp1.710)
·          BSDE (BoW, TP: Rp1.840, Support: Rp1.810)
·          BDMN (SELL, Resist: Rp4.280, Support: Rp4.040)
                                                              
News Highlight

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyiapkan belanja modal sebesar US$200 juta hingga US$250 juta pada tahun ini. Belanja modal itu digunakan untuk menjaga produksi yang ditargetkan di kisaran 52 juta ton hingga 54 juta ton. Tahun ini , ADRO menargetkan nisbah kupas gabungan sebesar 4,85 kali. Sementara itu, target EBITDA operasional sebesar US$900 juta hingga US$1,1 miliar. Tahun lalu, ADRO juga merampungkan proses akuisisi terhadap tujuh PKP2B dari BHP Billiton, termasuk satu tambang yang telah beroperasi yaitu tambang Haju, beserta infrastruktur terkait di Kalimantan Tengah dan Timur.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencetak penjualan bersih sebesar Rp9,11 triliun. Angka penjualan ini masih turun dibandingkan penjualan audit tahun 2015 yang sebesar Rp10,5 triliun. Sebagai upaya pengembangan pasar ekspor emas, perseroan juga tengah melakukan penjajakan ke beberapa pasar di Asia dan Afrika. Belum lama ini, ANTM menyelesaikan PLTU batubara berkapasitas 2X30 MW yang merupakan bagian dari proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa. Pembangunan PLTU ini dituukan untuk memenuhi kebutuhan listrik fasilitas pendukung pabrik feronikel. Dengan adanya PLTU itu, ANTM bisa menurunkan tingkat biaya tunai pabrik feronikel di Pomalaa.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyiapkan belanja modal sebesar US$500 juta. Dana ini rencananya akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan pengembangan jaringan pipa gas distribusi dan transmisi. Sebagian anggaran capex juga akan dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan downstream, midstream, upstream dan kegiatan-kegiatan supporting lainnya yang akan dilaksanakan bersama dengan anak perusahaan PGN. Namun dalam pelaksanaannya akan selalu memperhatikan availability asset dan kondisi perekonomian.

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penurunan pendapatan pada sembilan bulan yang terakhir Desember 2016. Meskipun demikian, laba bruto yang berhasil dikumpulkan meningkat dibanding periode sama tahun 2015. Hal ini dikarenakan beban pokok penghasilan mengalami penurunan. Rincian pendapatan yaitu dari hasil penjualan dan penyewaan alat berat sebesar US$98,1 juta di kuartal III 2016, naik dibandingkan penjualan dan penyewaan alat berat pada periode sama tahun 2015 yaitu US$91,9 juta.
                                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar