Market Wrap
Bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan ditutup bervariasi setelah data GDP quartal empat berada dibawah ekspektasi, tapi masih mencatatkan kenaikan mingguan sekitar satu persen. Dow Jones ditutup melemah 7 poin (-0,04%) di level 20.093, Nasdaq ditutup naik 5 poin (+0,10%) pada level 5.660. Dari regional, indeks Nikkei dibuka melemah 148 poin (-0,76%) di level 19.319. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka menguat 20 poin (+0,15%) menjadi 13.340.
Technical Ideas
Bervariasnya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen negatif indeks, di sisi lain masih berlanjutnya musim laporan keuangan kuartal serta kembali menguatnya nilai tukar rupiah diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan kisaran support di level 5.290 sedangkan resist pada level 5.335. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BEST (Spec Buy, TP: Rp338, Support: Rp310)
· BBTN (Spec Buy, TP: Rp1.950, Support: Rp1.900)
· INTP (SoS, TP: Rp16.175-16.500, Support: Rp15.600)
· ASRI (BoW, Resist: Rp400, Support: Rp382)
News Highlight
PT Toba Sejahtera Tbk (TOBA) PT Toba Pengembang Sejahtera (TPS) berencana melakukan penggabungan usaha dengan PT Toba Karya Sejahtera (TKS), dimana TKS akan menjadi pihak yang menggabungkan diri. Penggabungan usaha ini dalam rangka meningkatkan kinerja Toba Pengembang Sejahtera. Kemudian untuk efisiensi dan efektif manajemen perusahaan. Selain itu, yang menjadi latar belakang merger ini yaitu karena TPS dan TKS merupakan perusahaan yang sama-sama bergerak di bidang pembangunan properti.
PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) kembali mengalami rugi di tahun 2016. Kerugian yang diderita CANI tahun lalu sebesar US$2,67 juta. Angka ini lebih baik jika dibandingkan tahun 2015 dimana jumlah kerugiannya sebesar US$3,35 juta. Penyebab turunnya rugi yang diderita perusahaan dikarenakan beban pokok pendapatan yang juga turun tajam. Pendapatan tahun kemarin yaitu US$2,51 juta, sedangkan pendapatan tahun 2015 sebesar US$2,54 juta.
PT PP Properti Tbk (PPRO) RUPSLB menyetujui rencana perseroan untuk memcah nilai nominal saham dan penambahan modal perusahaan dengan memberikan HMETD. Stock split akan mendorong likuiditas perdagangan saham PPRO di pasar modal sekaligus memperkuat aksi right issue dengan mendorong harga saham perseroan ke harga wajar yang ditetapkan analis sebesar Rp1.420 per saham. Hasil dana right issue akan digunakan untuk ekspansi dan penambahan belanja modal.
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c35px
Tidak ada komentar:
Posting Komentar