Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis di tutup bervariasi
setelah mencatatkan kenaikan terbaru karena pelaku pasar masih
mencermati kinerja laporan keuangan. Dow Jones ditutup menguat 32 poin
(+0,16%) di level 20.101, Nasdaq ditutup turun 1 poin (-0,02%) pada
level 5.655. Dari regional, indeks Nikkei dibuka menguat 58 poin
(+0,30%) di level 19.460. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka
melemah 42 poin (-0,32%) menjadi 13.374.
Technical Ideas
Naiknya
harga minyak mentah dunia dan kinerja laporan keuangan yang mulai rilis
diprediksi menjadi sentimen positif indeks, di sisi lain bervariasinya
bursa saham Wall Street dan aksi ambil untung di akhir pekan
diperkirakan menjadi katalis negatif pada hari ini. IHSG diprediksi
bergerak menguat terbatas dengan kisaran support di level 5.290 sedangkan resist pada level 5.340. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· ASRI (Spec Buy, TP: Rp398, Support: Rp382)
· BBCA (Spec Buy, TP: Rp15.600, Support: Rp15.000)
· PGAS (Spec Buy, TP: Rp2.810, Support: Rp2.650)
· INTP (Spec Buy, TP: Rp15.950, Support: Rp15.200)
News Highlight
PT Semen Batu Raja Tbk (SMBR) menjadi
salah satu emiten yang pergerakan sahamnya cukup tinggi pada tahun
lalu. Pada tahun ini, kinerja perusahaan dapat tumbuh sejalan dengan
outlook konsumsi semen yang diprediksi masih akan naik. SMBR membidik
pertumbuhan penjualan 23% dari tahun lalu menjadi 2 juta ton.
Peningkatan penjualan itu juga sejalan dengan supply perusahaan yang
meningkat, jika pabrik Semen Baturaja II beroperasi di pertengah tahun
ini.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) peritel
multi-format modern yang mengoperasikan Hypermart, Smartclub, Foodmart,
Boston Health & Beauty dan FMX, memulai ekspansi bisnisnya pada
2017 dengan membuka gerai Foodmart Fresh. Perseroan berharap kehadiran
Foodmart Fresh mampu melayani kebutuhan masyarakat di area BSD dan
sekitarnya akan produk-produk berkualitas. Intermark dipilih lantaran
terletak di area perumahan dan perkantoran yang sedang berkembang.
PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) mengalami
penurunan penjualan tahunan pada 2016. Meski demikian, perseroan
mencatatkan kenaikan laba bruto. Hal ini disebabkan beban pokok
penjualan tahun kemarin lebih kecil dari tahun 2015. Penjualan ini
terdiri dari penjualan di dalam negeri sebesar US$25,2 juta dan
penjualan ekspor itu sekitar US$72,7 juta. Selain itu, penjualan juga
kebanyakan berupa transaksi kepada perusahaan berelasi yaitu sekitar
US$77 juta atau sekitar 78,6%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar