Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan awal pekan di tutup turun pada akhir
sesi karena pelaku pasar melihat lebih dalam mengenai kebijakan
Presiden Donald Trump. Dow Jones ditutup melemah 27 poin (-0,14%) di
level 19.800, Nasdaq ditutup turun 2 poin (-0,04%) pada level 5.553.
Dari regional, indeks Nikkei dibuka melemah 51 poin (-0,27%) di level
18.839. Nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka menguat 26 poin (+0,19%)
menjadi 13.343.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah diprediksi menjadi
sentimen negatif indeks pada hari ini. minimnya sentimen dalam negeri
diperkirakan membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi wait and see.
IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan kisaran support di
level 5.225 sedangkan resist pada level 5.275. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· TLKM (Spec Buy, TP: Rp3.890, Support: Rp3.790)
· MEDC (Spec Buy, TP: Rp1.460, Support: Rp1.360)
· AISA (SoS, TP: Rp2.070, Support: Rp2.010)
· GGRM (SoS, TP: Rp63.950, Support: Rp63.000)
News Highlight
PT PP Properti Tbk (PPRO) memproyeksi
penambahan cadangan lahan baru seluas 9 hektar tahun ini. Namun, tidak
tertutup kemungkinan perseroan bisa mendapatkan cadangan lahan yang
lebih luas. Perseroan akan tetap fokus mencari lahan di lokasi-lokasi
yang strategis. PPRO berencana menggelar right issue dan penerbitan
obligasi dengan total target dana sebesar Rp2,5 triliun. Hingga saat ini
PPRO masih menghitung alokasi belanja modal yang akan digunakan untuk
menambah cadangan lahan.
PT Benakat Integra Tbk (BIPI) memastikan
untuk melanjutkan akuisisi saham Mitratama Perekasa dari PT Suber
Energi Andalan Tbk (ITMA) senilai US$120 juta. Akuisisi itu direncanakan
tuntas sebelum tutup tahun 2017. Saat ini, BIPI telah menguasai 70%
saham Mitratama melalui anak usahanya PT Nusantara Pratama Indah. BIPI
sendiri sudah menyetor uang muka sebesar US$107,7 juta. Sisa dana
akuisisi itu akan dibayarkan dengan kas internal. Nanti dampaknya ke PT
Benakat Integra Tbk akan sangat positif karena 100% pendapatan Mitratama
dimiliki perseroan.
PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) sahamnya
kembali dibeli oleh PT Cahaya Interkontinental. Dengan pembelian ini
kepemilikan Cahaya Interkontinental di ESTI semakin kokoh. Sebelum
pembelian ini, Cahaya Interkontinental sudah memiliki 62,66% saham ESTI.
ESTI memutuskan untuk merestrukturisasi bisnis karena terus merugi
selama empat tahun berturut-turut. Salah satu langkahnya adalah dengan
menjual aset gedung dan tanah di Bogor dengan harga penjualan Rp208,5
miliar. Dana ini digunakan untuk membayar utang CTBC Bank. Dengan
pembayaran itu maka menjadi zero utang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar